Kuasa Pujian

Info

Senin, 5 April 2010

Baca: Yesaya 61:1-3

Tuhan telah mengurapi aku . . . untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung. —Yesaya 61:1,3

Pujian itu berkuasa! Saat pendeta berkebangsaan Skotlandia, Robert Murray McCheyne, bermasalah dengan kebekuan hati terhadap segala sesuatu tentang Tuhan, ia akan menyanyikan puji-pujian bagi Allah sampai ia merasa dibangkitkan lagi rohnya. Mereka yang tinggal serumah dengannya sering dapat mengatakan jam berapa McCheyne bangun karena ia selalu memulai harinya dengan menaikkan mazmur pujian.

Suatu hari, saat McCheyne sedang mempersiapkan hatinya untuk berkhotbah, di dalam jurnalnya ia menuliskan, “Apakah hatiku rindu untuk dikuduskan secara menyeluruh? . . . Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu . . . Aku sudah merasakan begitu banyak kematian dan dukacita sehingga aku tak bisa lagi berduka atas kematian ini. Menjelang malam, aku bersemangat lagi. Mengalami ketenangan roh melalui [pujian mazmur] dan doa.” McCheyne telah dipulihkan dengan memuji Tuhan.

Mungkin Anda merasa seolah-olah terperosok di dalam sesuatu yang disebut John Bunyan sebagai “rawa tanpa pengharapan”. Naikkan pujian bagi Tuhan. Sang Pemazmur berkata, “Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya” (89:2). Ketika kita melakukannya, pujian bukan hanya mengalir dari bibir kita, tetapi juga dari hati kita. Tuhan senang memberikan “minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar” (Yes. 61:3).

Ya, “bermazmur bagi Allah kita itu baik”—di setiap waktu (Mzm. 147:1). —PVG

Jiwa, puji Raja Sorga,
Bawa persembahanmu,
Engkau ditebus-Nya juga,
Sampai hidupmu sembuh. Lyte
(Nyanyian Rohani GMI, No. 38)

Jika merasakan roh Anda berbeban berat, kenakanlah jubah pujian.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

Ayo berikan komentar yang pertama!

Bagikan Komentar Kamu!