Berbicara atau Diam

Info

Kamis, 1 April 2010

Baca: Markus 14:53-65

[Yesus] tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. —Markus 14:61

Terkadang diam merupakan respons terbaik untuk menghadapi tuduhan palsu. Namun, di saat lain, kita harus berani angkat bicara. Ketika para saksi palsu menuduh Yesus saat Dia berdiri di hadapan Imam Besar, Dia “tetap diam” (Mrk. 14:53-61). Berusaha membela diri-Nya sendiri hanya kesia-siaan. Lagipula, Dia sedang menggenapi nubuat Yesaya 53:7. Namun, di dalam pelayanan Yesus sebelumnya, Dia memarahi orang-orang Farisi, menantang mereka untuk membuktikan bahwa Dia pernah berdosa (Yoh. 8:13-59).

Seorang pendeta mengundurkan diri dari gerejanya karena ada beberapa jemaat yang melontarkan pernyataan-pernyataan yang tidak benar terhadap dirinya. Pendeta ini berpikir membela dirinya tidak sesuai dengan ajaran Kristen, dan dalam sejumlah perkara memang demikian adanya. Namun dalam hal ini, para pembuat masalah seharusnya dihadapi secara langsung untuk membuktikan kesalahan dari tuduhan-tuduhan palsu mereka. Pendeta ini seharusnya mendesak mereka untuk bertobat atau menerima disiplin gereja.

Bersikap diam dapat membuat para pembuat kesalahan merasa menang dengan tindakan jahat mereka. Namun, bila Roh Allah memimpin kita untuk tetap diam, atau jika kita hanya semata-mata ingin mencoba untuk menyelamatkan harga diri kita yang terluka, sebaiknya kita menahan lidah kita.

Apakah Anda sedang menerima tuduhan palsu? Jika menurut Anda adalah sia-sia untuk berargumentasi, atau jika harga diri Anda terluka, mintalah anugerah dari Allah supaya Anda tidak mengatakan apa pun. Namun, bila Anda merasa prihatin terhadap para pembuat masalah dan ingin melihat keadilan ditegakkan, berbicaralah! —HVL

Tuhan, berikan kepada kami hikmat untuk membedakan
Kapan ketika kepalsuan harus diungkapkan
Atau saat kami membutuhkan anugerah-Mu dan kekuatan-Mu
Untuk menutup mulut kami rapat-rapat. D. De Haan

Diam itu berharga; jangan merusaknya kecuali jika Anda dapat memanfaatkannya.


Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

2 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!