Kamar Rahasia

Info

Senin, 19 April 2010

Baca: Yesaya 50:4-5

Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang. —Matius 10:27

Orang- orang memiliki sejumlah kebutuhan yang sangat mendalam. Seorang penyair, Alfred Tennyson, mengatakan, “Sebelum pagi bergulir menjadi petang, sejumlah hati telah patah arang.”

Terkadang kita mendapati diri kita sedang bercakap-cakap dengan sejumlah kawan yang mengalami patah hati dan mungkin kita merasa tidak tahu apa yang harus kita katakan. Bagaimana kita dapat “memberi semangat yang baru kepada orang yang letih lesu,” seperti yang tertulis di Yesaya 50:4?

Mengatakan kepada mereka tentang apa yang pernah diajarkan oleh para pengajar kita mungkin memberikan sejumlah pengaruh bagi mereka. Namun, perkataan yang paling menolong dan meyakinkan diucapkan mereka yang telah diajar oleh Tuhan sendiri.

Itulah alasan mengapa penting bagi kita untuk duduk di dekat kaki Yesus dan belajar dari-Nya. Semakin banyak yang kita terima dari-Nya, semakin banyak yang harus kita bagikan kepada orang lain. George MacDonald menggambarkan kebersamaannya dengan Tuhan ini seperti memiliki “sebuah kamar di dalam Allah sendiri.” Ia melanjutkan, “Di luar kamar [itu] . . . manusia harus menyatakan pewahyuan dan kekuatan bagi saudara-saudaranya. Untuk tujuan inilah ia diciptakan.”

Melalui pembelajaran Alkitab yang disertai perenungan dan doa, pembacaan Alkitab, dan saat teduh, Allah berbicara di hati kita. Dia memberi kita “lidah seorang murid” (Yes. 50:4) sehingga kita mempunyai sesuatu yang dapat kita ceritakan kepada orang-orang yang sedang tenggelam di dalam keputusasaan. —DHR

Penghiburan yang diberikan Allah bagi kita
Dia inginkan untuk kita ceritakan
Kepada mereka yang patah hatinya,
Dan tenggelam di dalam keputusasaan. —Sper

Dengarkanlah hati Allah, lalu berbicaralah dari hatimu kepada sesama.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

1 Komentar Kamu

  • Saya punya aquarium di rumah, suatu saat saya melihat ada beberapa ikan yang lompat keluar dari aquarium dan mati karena tidak bisa bernafas.

    Kehidupan kita sebagai orang kristen bisa dilihat seperti ini, diluar Jesus kita tidak dapat berbuat apa-apa…

    So tinggalah di dalam ‘pengenalan akan Jesus’ (baca: merenungkan firman Tuhan setiap hari) dan ajak ‘ikan-ikan’ (teman, guru, saudara dll) disekliling kita untuk masuk dalam ‘aquarium’ (merenungkan firman Tuhan setiap hari)

Bagikan Komentar Kamu!