Sukma Sari Dewi Budiarti

Sukma tinggal di Jakarta. Dia adalah seorang anak tunggal yang punya kepribadian phlegmatis; traveler yang suka baca buku dan nonton bioskop; murid yang masih terus belajar; dan pendosa yang sudah diselamatkan oleh anugerah Tuhan.

Berikut adalah artikel yang ditulis oleh Sukma Sari Dewi Budiarti

Rabu Abu, Momen untuk Kita Berbalik dari Dosa

Rabu Abu, Momen untuk Kita Berbalik dari Dosa

Oleh Sukma Sari Dewi Budiarti, Jakarta.

Tahun 2019 telah memasuki bulan ketiga dan tidak terasa bulan depan kita akan bersama-sama merayakan Jumat Agung dan Paskah. Namun, sebelum hari besar itu diperingati, hari ini kita mengawalinya dengan Rabu Abu.

Belajar dari Kisah Aldi, Yang Kita Butuhkan Bukan Hanya Makanan Jasmani Saja

Belajar dari Kisah Aldi, Yang Kita Butuhkan Bukan Hanya Makanan Jasmani Saja

Oleh Sukma Sari, Jakarta.

Baru-baru ini, ada kisah penyelamatan dramatis terhadap remaja Indonesia bernama Aldi Novel Adilang. Aldi adalah seorang nelayan dari suku Wori yang berusia 19 tahun. Sehari-harinya Aldi bekerja sebagai penjaga rompong (sebuah rakit untuk menangkap ikan) yang letaknya sejauh 125 kilometer dari daratan.

3 Hal yang Kupelajari dari Masa Single yang Panjang

3 Hal yang Kupelajari dari Masa Single yang Panjang

Oleh Sukma Sari Cornelius, Jakarta .

Udah punya pacar belum?” adalah pertanyaan umum yang sering kudengar saat pulang ke kampung halaman atau bertemu dengan saudara. Pertanyaan itu diajukan kepadaku sejak tahun 2007. Padahal, saat itu aku baru menginjak kelas 2 SMA dan usiaku pun belum 17 tahun. Artinya, sampai saat ini, pertanyaan itu sudah diajukan kepadaku selama lebih dari 10 tahun. Dan, pastinya aku akan terus mendengar pertanyaan itu kalau aku belum menemukan pasangan hidupku.

Aku Merasa Cacat Karena Kelainan Mata, Namun Inilah Cara Tuhan Memulihkan Gambar Diriku

Aku Merasa Cacat Karena Kelainan Mata, Namun Inilah Cara Tuhan Memulihkan Gambar Diriku

Oleh Sukma Sari Cornelius, Jakarta.

Aku dilahirkan sebagai bayi yang normal dan sehat di sebuah desa di Jawa Timur 26 tahun lalu. Namun, beberapa bulan kemudian, orangtuaku menyadari ada yang berbeda dengan mata sebelah kananku. Setelah diperiksa, dokter mendapati kalau pupil dan bola mata kananku tidak bereaksi terhadap cahaya karena ada pembekuan darah di saraf mata sebelah kanan.

Untuk Indonesia, Aku Tetap Optimis!

Untuk Indonesia, Aku Tetap Optimis!

Oleh Sukma Sari Cornelius.

Tujuh puluh dua tahun bukanlah perjalanan yang singkat, apalagi bagi suatu bangsa. Jika kita menoleh sejenak ke belakang, ada begitu banyak peristiwa yang telah dialami oleh bangsa kita, Indonesia. Jauh sebelum mendeklarasikan kemerdekaannya, bangsa ini harus merasakan pedihnya masa-masa kolonialisme—dijajah oleh bangsa lain. Bahkan, setelah merdeka pun, bangsa ini tetap harus menghadapi banyak masalah.

Keluar dari Zona Nyaman

Keluar dari Zona Nyaman

Oleh: Sukma Sari Cornelius

“Tidak ada kenyamanan di zona pertumbuhan, tidak ada pertumbuhan di zona nyaman.” Kalimat ini mengingatkanku pada mutiara. Perhiasan yang indah itu tidaklah terbentuk dalam situasi yang nyaman.

Saat Aku Menyadari Tidak Semua Impian Dapat Menjadi Kenyataan

Saat Aku Menyadari Tidak Semua Impian Dapat Menjadi Kenyataan

Oleh: Sukma Sari Cornelius

Pernahkah kamu mendapati bahwa sebagian cita-cita atau impianmu tidak akan pernah menjadi kenyataan, dan sebagian harapanmu mustahil untuk diwujudkan?

Aku pernah.