Peregrinus Roland Effendi

Roland tinggal di desa Sidareja, Kabupaten Cilacap yang lokasinya di perbatasan antara provinsi Jawa Barat dengan Jawa Tengah. Sejak mengenal WarungSaTeKaMu di tahun 2016, Roland suka menuliskan hal-hal sederhana yang dia dapatkan dari perjalanan imannya bersama Tuhan Yesus.

Berikut adalah artikel yang ditulis oleh Peregrinus Roland Effendi

Mencari Pekerjaan Itu Sulit, tapi Aku Tidak Menyerah

Mencari Pekerjaan Itu Sulit, tapi Aku Tidak Menyerah

Oleh Peregrinus Roland, Cilacap.

Di awal tahun 2018 aku lulus sebagai seorang Sarjana Ilmu Komunikasi. Layaknya para fresh graduate lainnya yang ingin segera mendapat kerja, aku pun begitu. Aku ingin bekerja sebagai Public Relations atau Marketing Communications di perusahaan besar supaya aku bisa mengaplikasikan ilmu yang kudapat di kuliah ke dalam dunia kerja.

Saat Aku Menjadikan Pelayananku Sebagai Pelarian

Saat Aku Menjadikan Pelayananku Sebagai Pelarian

Oleh Peregrinus Roland, Cilacap.

Masa-masa kuliah adalah masa yang berharga sekaligus menyenangkan. Aku tahu kuliah itu hanya berlangsung sekitar delapan semester saja, jadi aku pun bertekad untuk menjadikan masa-masa kuliahku berkesan.

Pergumulanku untuk Memahami Jawaban “Tidak” dari Tuhan

Pergumulanku untuk Memahami Jawaban “Tidak” dari Tuhan

Oleh Peregrinus Roland, Cilacap.

Dalam hidupku, aku sering meminta hal-hal yang sederhana kepada Tuhan. Aku pernah meminta supaya Tuhan memberikan cuaca yang cerah, jalanan yang tidak macet, ataupun nilai yang baik saat aku mengikuti ujian sekolah dulu.

Pergumulanku Melawan Rasa Iri Hati

Pergumulanku Melawan Rasa Iri Hati

Oleh Peregrinus Roland, Cilacap.

Apa yang kamu pikirkan jika kamu melihat temanmu lebih berhasil daripada dirimu? Mungkin jawabannya ada dua; kamu mungkin ikut berbahagia bersama temanmu dan termotivasi untuk berusaha lebih atau kamu justru merasa iri hati dan curiga.

Di Balik Kepergian Papa yang Mendadak, Ada Pertolongan Tuhan yang Tak Terduga

Di Balik Kepergian Papa yang Mendadak, Ada Pertolongan Tuhan yang Tak Terduga

Oleh Peregrinus Roland Effendi, Cilacap.

Di Minggu pagi yang tenang, tiba-tiba duniaku seakan runtuh. Dari balik telepon, suara mamaku bergetar, “Papa sakit keras, kamu cepat pulang ke rumah!” Namun, belum sempat aku beranjak pulang, Mama kembali menelepon. Kali ini suaranya berubah lirih, “Papa sudah meninggal.”