Iman

Tuhan Yesus Menyelamatkanku dengan Cara-Nya yang Tak Terduga

Tuhan Yesus Menyelamatkanku dengan Cara-Nya yang Tak Terduga

Oleh Aisha*, Jakarta.

Aku bukanlah orang Kristen sejak lahir. Orang tua dan keluarga besarku pun tidak ada yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Keluargaku melarangku berteman dengan orang yang tidak seiman dengan kami. Sampai aku duduk di kelas 2 SMP, aku tidak pernah tahu Yesus itu siapa.

Ketika Seorang Teman Meninggalkan Imannya

Ketika Seorang Teman Meninggalkan Imannya

Oleh Constance Goh, Singapura.

Seorang teman dekatku mengirimiku pesan yang isinya berkata kalau dia tidak lagi menjadi orang Kristen. Aku segera menanggapinya dengan bertanya, “Kamu serius?”

Hati Sang Petugas Polisi

Hati Sang Petugas Polisi

SANTAPAN ROHANI.
Sabtu, 1 September 2018.

Baca: Matius 18:1-10

Saat petugas polisi Vic Miglio kembali ke kantornya, ia langsung duduk dan menyandarkan diri ke dinding karena keletihan. Sebuah kasus kekerasan dalam rumah tangga telah menghabiskan sebagian waktunya hari itu.

Aku Memberi Persepuluhan Karena Motivasi yang Salah

Aku Memberi Persepuluhan Karena Motivasi yang Salah

Oleh Agnes Lee, Singapura.

Empat tahun lalu, aku bersilang pendapat dengan keluargaku dan aku pun tidak lagi tinggal serumah dengan mereka. Di waktu yang hampir bersamaan, aku mulai menghadiri ibadah di sebuah gereja kecil.

3 Langkah yang Kulakukan untuk Lebih Efektif dalam Membaca Alkitab

3 Langkah yang Kulakukan untuk Lebih Efektif dalam Membaca Alkitab

Oleh Agnes Lee, Singapura.

Meskipun aku sudah menjadi orang Kristen selama bertahun-tahun, aku tidak selalu membaca Alkitabku. Selama beberapa waktu yang lama, aku mendengar firman Tuhan hanya di gereja saat hari Minggu. Bahkan, aku seperti orang yang disebutkan dalam Yakobus 1:24—hidupku tidak berubah.

Bukan Cuma Soal Nilai, Inilah yang Kupelajari dari Proses Skripsiku yang Panjang

Bukan Cuma Soal Nilai, Inilah yang Kupelajari dari Proses Skripsiku yang Panjang

Oleh Ellen Vanesa, Sukoharjo.

Sejak aku kecil, ibuku selalu mengajariku untuk menjadi yang “terbaik” di antara yang terbaik. Aku diminta untuk mendapat nilai ulangan minimal 90, tidak boleh kurang. Kalau nilaiku lebih rendah dari teman-teman yang lain, aku pasti akan dimarahi hingga terkadang aku pun takut untuk pulang ke rumah.

Aku Menemukan Kepuasan di Tengah Keterbatasan Keuangan

Aku Menemukan Kepuasan di Tengah Keterbatasan Keuangan

Oleh Agnes Lee, Singapura.

Di suatu hari Minggu di gereja, keponakanku yang berumur lima tahun dan keluarganya duduk di barisan kursi di depanku. Tiba-tiba, dia berbalik dan bertanya polos, “Tante Agnes, hari ini kamu ke gereja naik apa?”

Nenekku dan Seorang Perempuan Nepal

Nenekku dan Seorang Perempuan Nepal

Oleh Eugene Seah, Singapura.

Ketika kami duduk mengelilingi api unggun untuk menghangatkan diri dari dinginnya udara pagi di Nepal, temanku yang adalah seorang Nepal membagikan kabar Injil kepada seorang perempuan yang menyiapkan sarapan kami.

Perempuan itu menjawab, “Kalau dengan percaya kepada Tuhanmu aku bisa tidak bekerja, aku akan percaya!”

Aku Gagal Masuk SMA Favorit, Tapi Aku Belajar untuk Tidak Larut dalam Kekecewaan

Aku Gagal Masuk SMA Favorit, Tapi Aku Belajar untuk Tidak Larut dalam Kekecewaan

Oleh Anatasya Patricia, Bontang.

Saat aku naik ke kelas 9 SMP, aku mulai menyiapkan banyak hal yang bisa mendukung pembelajaranku supaya nanti aku mendapat nilai yang memuaskan di Ujian Nasional dan bisa diterima di SMA favorit yang kudambakan. Aku belajar mati-matian.

 Page 1 of 9  1  2  3  4  5 » ...  Last »