<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WarungSateKaMu.org</title>
	<atom:link href="http://www.warungsatekamu.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.warungsatekamu.org</link>
	<description>Warung Saat Teduh Kaum Muda — Wadah interaktif penuh inspirasi dari firman Tuhan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 17:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Makna Sejarah</title>
		<link>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/makna-sejarah/</link>
		<comments>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/makna-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SaTe Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Santapan Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.warungsatekamu.org/2012/05/makna-sejarah</guid>
		<description><![CDATA[SANTAPAN ROHANI
Sabtu, 19 Mei 2012

Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=1+Korintus+10%3A1-13&#38;s=on' target='_blank'>1 Korintus 10:1-13</a>

Ketika saya dan istri menelusuri The British Museum, kami terpaku pada kayanya sejarah dan warisan yang terkandung dalam gedung yang sangat besar di London itu. Kami melihat berbagai artefak yang berumur berabad-abad lebih tua dari apa pun yang ada di Amerika Serikat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sabtu, 19 Mei 2012</strong></p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.warungsatekamu.org/wp-content/uploads/2012/image-sr/ODB_190512.jpg" alt="Makna Sejarah" width="590" /></p>
<p>Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=1+Korintus+10%3A1-13&amp;s=on' target='_blank'>1 Korintus 10:1-13</a></p>
<p><strong><em>Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. —1 Korintus 10:11</em></strong></p>
<p> Ketika saya dan istri menelusuri The British Museum, kami terpaku pada kayanya sejarah dan warisan yang terkandung dalam gedung yang sangat besar di London itu. Kami melihat berbagai artefak yang berumur berabad-abad lebih tua dari apa pun yang ada di Amerika Serikat. Ini mengingat-kan saya tentang betapa pentingnya menghargai makna sejarah. Sejarah memberi kita catatan tentang sudut pandang, konteks, dan konsekuensi. Semua itu dapat menolong kita mengambil keputusan yang bijaksana ketika kita belajar baik dari kesuksesan dan kegagalan mereka yang telah mendahului kita.</p>
<p> Paulus juga melihat pentingnya menghargai pelajaran dari sejarah. Ia mengingatkan kita akan bagaimana pilihan-pilihan yang buruk dapat merusak hidup, dengan menceritakan kembali kisah tentang bangsa Israel dan pengembaraan mereka di padang gurun sebagai dampak dari penolakan mereka untuk percaya kepada Allah dan masuk ke Tanah Perjanjian (lih. Bil. 14). Lalu Paulus mengatakan kepada orang percaya di Korintus, “Semuanya ini telah menimpa mereka untuk menjadi contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba” (1 Kor. 10:11).</p>
<p> Allah telah memberi kita Alkitab, salah satunya adalah untuk menolong kita belajar dari sejarah umat-Nya. Pelajaran-pelajaran Alkitab memberikan baik teladan maupun peringatan untuk membuat kita waspada terhadap kecenderungan diri kita yang terburuk dan menuntun kita untuk hidup lebih bijaksana. Pertanyaannya adalah apakah kita mau belajar dari masa lalu atau mengulangi kesalahan-kesalahan mereka yang telah mendahului kita. —WEC</p>
<p align='center'><em>Tuhan, ajari kami dari kisah-kisah dalam firman-Mu.<br />
Kami tahu Engkau telah memberikannya untuk menuntun kami dan<br />
memberi kami hikmat. Tolonglah kami memiliki niat<br />
untuk taat karena kasih kami kepada-Mu. Amin.</em></p>
<p align='center'><strong>Pelajaran-pelajaran berharga dipelajari dengan jalan mencermati hidup umat Allah yang telah menjalaninya.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/makna-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebab Tuhan Baik</title>
		<link>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/sebab-tuhan-baik/</link>
		<comments>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/sebab-tuhan-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 08:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WarungSateKamu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pena Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.warungsatekamu.org/?p=8673</guid>
		<description><![CDATA[<em>Oleh <strong>Priscila Stevanni</strong></em>

Beberapa waktu lalu, saya dan teman saya mendapat tugas mencari dana untuk sebuah kegiatan kampus. Kami memutuskan untuk berjualan nasi uduk. Sehari sebelum berjualan, kami mendatangi sepasang suami istri penjual nasi uduk untuk memesan delapan puluh bungkus nasi uduk mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.warungsatekamu.org/wp-content/uploads/2012/05/Nasi-Uduk.jpg"><img src="http://www.warungsatekamu.org/wp-content/uploads/2012/05/Nasi-Uduk.jpg" alt="" title="" width="628" class="alignnone size-full wp-image-8674" /></a></p>
<p><em>Oleh <strong>Priscila Stevanni</strong></em></p>
<p>Beberapa waktu lalu, saya dan teman saya mendapat tugas mencari dana untuk sebuah kegiatan kampus. Kami memutuskan untuk berjualan nasi uduk. Sehari sebelum berjualan, kami mendatangi sepasang suami istri penjual nasi uduk untuk memesan delapan puluh bungkus nasi uduk mereka. Karena dimaksudkan untuk dijual kembali, maka saya dan teman saya menawar harga jauh di bawah harga normal. Awalnya, ibu penjual nasi uduk itu tidak setuju, namun setelah kami bujuk dan ia berbicara dengan suaminya, ia pun mengiyakan permintaan kami. Akhirnya, kami mendapat harga yang bagus dan mendapat keuntungan tiga ribu rupiah untuk satu bungkus nasi uduk. Tentu saja, saya dan teman saya sangat senang.</p>
<p>Namun, tanpa disangka-sangka, setelah menawar harga yang jauh lebih murah dibanding harga standar mereka, pasangan suami istri itu memberikan kami seporsi nasi uduk untuk dicicipi. “Ini gratis, Nak,” begitu kata mereka. Saya dan teman saya saling berpandangan, lalu terbersit rasa tidak enak dalam hati kami. Yang kami pikirkan hanya mencari keuntungan, tetapi justru kami mendapat kebaikan dari mereka. Dalam keadaan mereka yang sederhana, sepasang suami istri ini masih mau berbagi dengan orang yang jauh lebih mampu.</p>
<p>Melalui kejadian ini saya seakan diingatkan betapa seringnya manusia bersikap serakah dan tidak bersyukur. Terkadang kita meminta lebih kepada Tuhan tanpa menyadari bahwa Dia sudah terlebih dahulu menyediakan begitu banyak bagi kita. Kita sering menuntut tanpa mau memikirkan kepentingan orang lain. Tidak hanya itu, kebaikan sepasang suami istri tersebut juga mengingatkan saya pada kebaikan Tuhan yang tidak pernah putus di dalam hidup kita. Kita sering kali tidak taat dan mengeluh pada-Nya, namun Dia tetap memberikan yang terbaik bagi kita. Berkat-Nya selalu tersedia dan tidak pernah habis. Jadi, sudahkah kita bersyukur pada-Nya hari ini? “Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” (2 Kor. 9:15).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/sebab-tuhan-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Yang Saya Rencanakan</title>
		<link>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/bukan-yang-saya-rencanakan/</link>
		<comments>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/bukan-yang-saya-rencanakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SaTe Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Santapan Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaulatan Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Percaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.warungsatekamu.org/2012/05/bukan-yang-saya-rencanakan</guid>
		<description><![CDATA[SANTAPAN ROHANI
Jumat, 18 Mei 2012

Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Mazmur+37%3A1-8&#38;s=on' target='_blank'>Mazmur 37:1-8</a>

Apa yang saya harapkan dalam hidup saya tidak menjadi kenyataan. Saya ingin menikah pada usia 19 tahun, memiliki setengah lusin anak, dan hidup tenang sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga. Alih-alih, saya justru bekerja, menikah di usia 40-an, dan tidak memiliki anak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jumat, 18 Mei 2012</strong></p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.warungsatekamu.org/wp-content/uploads/2012/image-sr/ODB_180512.jpg" alt="Bukan Yang Saya Rencanakan" width="590" /></p>
<p>Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Mazmur+37%3A1-8&amp;s=on' target='_blank'>Mazmur 37:1-8</a></p>
<p><strong><em>Berdiam dirilah di hadapan Tuhan. —Mazmur 37:7a</em></strong></p>
<p> Apa yang saya harapkan dalam hidup saya tidak menjadi kenyataan. Saya ingin menikah pada usia 19 tahun, memiliki setengah lusin anak, dan hidup tenang sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga. Alih-alih, saya justru bekerja, menikah di usia 40-an, dan tidak memiliki anak. Selama bertahun-tahun saya terus berharap bahwa Mazmur 37:4 akan menjadi janji yang digenapi Allah: “Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”</p>
<p> Namun Allah tidak selalu “akan bertindak” (ay.5), dan keinginan yang tidak terpenuhi sesekali membangkitkan kesedihan. Seperti hidup saya, hidup Anda pun mungkin sama sekali berbeda dari apa yang telah Anda rencanakan. Beberapa pemikiran dari Mazmur 37 mungkin dapat membantu Anda (walaupun mazmur ini terutama berisi perbandingan antara diri kita sendiri dengan orang-orang fasik).</p>
<p> Kita belajar dari ayat 4 bahwa keinginan yang tidak terpenuhi seharusnya tidak merampas sukacita dari kehidupan ini. Ketika kita semakin mengenal isi hati Allah, Dialah yang menjadi sukacita kita.</p>
<p> “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan” (ay.5). Kata <em>serahkanlah</em> berarti “mengalihkan”. Herbert Lockyear, Sr., seorang pengajar Alkitab, berkata, “‘Alihkan jalanmu kepada TUHAN,’ seperti seseorang yang membawa beban yang tidak dapat dipikulnya sendiri dan meletakkannya pada bahu orang lain yang lebih kuat darinya.”</p>
<p> “Dan percayalah kepada-Nya” (ay.5). Ketika kita dengan yakin mempercayakan segala sesuatu kepada Allah, kita dapat “berdiam diri di hadapan TUHAN” (ay.7), karena Dia akan memberikan yang terbaik bagi hidup kita. —AMC</p>
<p align='center'><em>Ketika aku menyusuri jalan kehidupan,<br />
Walaupun jalannya tak bisa kulihat,<br />
Aku akan mengikuti jejak kaki-Nya,<br />
Karena Dia punya rencana bagiku. —Thiesen</em></p>
<p align='center'><strong>Hati manusia memikirkan jalan-jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya. —Amsal 16:9</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/bukan-yang-saya-rencanakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tempat Khusus Untuk Anda</title>
		<link>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/tempat-khusus-untuk-anda/</link>
		<comments>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/tempat-khusus-untuk-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SaTe Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Santapan Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.warungsatekamu.org/2012/05/tempat-khusus-untuk-anda</guid>
		<description><![CDATA[SANTAPAN ROHANI
Kamis, 17 Mei 2012

Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Yohanes+13%3A36–14%3A4&#38;s=on' target='_blank'>Yohanes 13:36–14:4</a>

Sepasang suami-istri mengajak bibi mereka yang sudah berusia lanjut untuk tinggal bersama. Namun mereka merasa khawatir jika sang bibi akan merasa tidak nyaman di rumah mereka. Jadi, mereka mengubah sebuah kamar di rumah mereka supaya persis sama seperti kamar tidur sang bibi di rumah yang ditinggalkannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kamis, 17 Mei 2012</strong></p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.warungsatekamu.org/wp-content/uploads/2012/image-sr/ODB_170512.jpg" alt="Tempat Khusus Untuk Anda" width="590" /></p>
<p>Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Yohanes+13%3A36–14%3A4&amp;s=on' target='_blank'>Yohanes 13:36–14:4</a></p>
<p><strong><em>Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. —Yohanes 14:3</em></strong></p>
<p> Sepasang suami-istri mengajak bibi mereka yang sudah berusia lanjut untuk tinggal bersama. Namun mereka merasa khawatir jika sang bibi akan merasa tidak nyaman di rumah mereka. Jadi, mereka mengubah sebuah kamar di rumah mereka supaya persis sama seperti kamar tidur sang bibi di rumah yang ditinggalkannya. Ketika bibi mereka tiba, seluruh perabotan, hiasan dinding, dan barang-barang favoritnya ada di sana. Ia pun merasa disambut dengan luar biasa.</p>
<p> Dalam Yohanes 13:36–14:4, kita membaca bahwa dalam Perjamuan Terakhir, Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya dan berusaha menyiapkan mereka menyambut kematian-Nya. Ketika Petrus bertanya, “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Yesus menjawab, “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku” (13:36). Yesus masih berbicara langsung kepada Petrus (juga ditujukan untuk semua pengikut-Nya) ketika Dia berkata, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya <em>kepadamu</em>. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat <em>bagimu</em>. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat <em>bagimu</em>, Aku akan datang kembali dan membawa <em>kamu</em> ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, <em>kamu</em> pun berada” (14:2-3).</p>
<p> Surga adalah suatu kumpulan keluarga orang-orang percaya dari setiap suku dan bangsa, dan juga merupakan rumah Bapa kita. Di dalam rumah-Nya itu, Dia menyediakan tempat khusus untuk Anda.</p>
<p> Ketika kelak Anda tiba di surga dan Yesus membukakan pintu, Anda akan tahu bahwa Anda telah pulang ke rumah Anda. —DCM</p>
<p align='center'><em>Aku punya rumah di surga sana<br />
Yang bebas dari dosa dan duka—<br />
Tempat tinggal dengan kasih yang kekal<br />
Dirancang dan dibuat untukku. —Bennett</em></p>
<p align='center'><strong>Bagi orang Kristen, surga adalah kediaman sejati.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/tempat-khusus-untuk-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percakapan Yang Berani</title>
		<link>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/percakapan-yang-berani/</link>
		<comments>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/percakapan-yang-berani/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SaTe Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Santapan Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Konfrontasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.warungsatekamu.org/2012/05/percakapan-yang-berani</guid>
		<description><![CDATA[SANTAPAN ROHANI
Rabu, 16 Mei 2012

Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Galatia+2%3A11-21&#38;s=on' target='_blank'>Galatia 2:11-21</a>

Mungkinkah kemajuan teknologi dalam komunikasi telah membuat kita tidak dapat menegur seseorang dengan benar? Lagipula, para atasan sekarang bisa mengirim pemberitahuan pemecatan melalui surat elektronik (<em>e-mail</em>). Seseorang dapat mengkritik orang lain melalui <em>Facebook</em> dan <em>Twitter</em> daripada berbicara langsung kepada orang itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rabu, 16 Mei 2012</strong></p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.warungsatekamu.org/wp-content/uploads/2012/image-sr/ODB_160512.jpg" alt="Percakapan Yang Berani" width="590" /></p>
<p>Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Galatia+2%3A11-21&amp;s=on' target='_blank'>Galatia 2:11-21</a></p>
<p><strong><em>Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. —Galatia 2:11</em></strong></p>
<p> Mungkinkah kemajuan teknologi dalam komunikasi telah membuat kita tidak dapat menegur seseorang dengan benar? Lagipula, para atasan sekarang bisa mengirim pemberitahuan pemecatan melalui surat elektronik (<em>e-mail</em>). Seseorang dapat mengkritik orang lain melalui <em>Facebook</em> dan <em>Twitter</em> daripada berbicara langsung kepada orang itu. Mungkin lebih baik kita mengesampingkan semua teknologi tersebut dan meniru bagaimana Paulus berkomunikasi dengan Petrus ketika mereka bertentangan.</p>
<p> Paulus harus menegur Petrus karena telah mengkompromikan kasih karunia (Gal. 2:11-16). Petrus sedang beribadah bersama saudara seiman yang non-Yahudi. Namun ketika beberapa orang dari kalangan Yakobus tiba (mereka percaya bahwa orang berdosa diselamatkan melalui Yesus ditambah menaati Hukum Taurat), Petrus memisahkan diri dari orang-orang non-Yahudi itu. Ia mengucilkan mereka padahal sebelumnya ia menyatakan diri sama dengan mereka. Melihat kemunafikan ini, Paulus dengan kasih dan keteguhan, menegur Petrus secara langsung karena Petrus menunjukkan ketakutannya terhadap suatu sistem legalistik yang tidak berkuasa mengubah hidup. Paulus dengan tegas mengingatkan Petrus bahwa kasih karunia membawa pada kemerdekaan dari perbudakan dosa dan ketaatan kepada Allah.</p>
<p> Melakukan percakapan yang berani dengan saudara seiman bisa jadi suatu hal yang sulit, tetapi hal ini akan menghasilkan kemurnian dan kesatuan. Kita dapat mengemban tanggung jawab kita untuk berpegang teguh kepada kebenaran di dalam kasih (Ef. 4:15) dengan cara berjalan dalam kuasa Roh Kudus. —MLW</p>
<p align='center'><em>Tuhan, beri kami keberanian untuk menegur<br />
Saudara seiman yang telah menyimpang;<br />
Dan kemudian secara lembut memulihkan<br />
Dengan menolong mereka kembali. —Sper</em></p>
<p align='center'><strong>Sebuah kata yang dipilih dengan saksama dapat berdampak besar.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/percakapan-yang-berani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puisi: Waktu Bersama-Mu</title>
		<link>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/puisi-waktu-bersama-mu/</link>
		<comments>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/puisi-waktu-bersama-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 08:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WarungSateKamu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pena Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.warungsatekamu.org/?p=8607</guid>
		<description><![CDATA[<em>Oleh <strong>Tri Nurdiyanso</strong></em>

Berjalan memang meletihkan kaki
Berpikir memang meletihkan otak
Begitu banyak perkara dan pekerjaan
yang membutuhkan pikiran dan tindakan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.warungsatekamu.org/wp-content/uploads/2012/05/Waktu-Bersama-Mu.jpg"><img src="http://www.warungsatekamu.org/wp-content/uploads/2012/05/Waktu-Bersama-Mu.jpg" alt="" title="Waktu Bersama-Mu" width="650" class="alignnone size-full wp-image-8608" /></a></p>
<p><em>Oleh <strong>Tri Nurdiyanso</strong></em></p>
<p>Berjalan memang meletihkan kaki<br />
Berpikir memang meletihkan otak<br />
Begitu banyak perkara dan pekerjaan<br />
yang membutuhkan pikiran dan tindakan.</p>
<p>Semuanya membentuk kubang dalam kehidupan<br />
Pikiran, perasaan, dan tindakan terhanyut di dalamnya<br />
Hanya keletihan dan kelesuan yang mewarnai setiap hari<br />
hingga tanpa sadar melupakan waktu teduh bersama-Mu.</p>
<p>Terkadang keadaan dan kesibukan menjadi alasan<br />
tuk tidak meluangkan waktu bersekutu dengan-Mu<br />
Padahal Engkau sendiri berkata kepadaku;<br />
&#8220;Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,<br />
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.&#8221;</p>
<p>Betapa bodoh diriku karena menuruti pengertianku sendiri!<br />
Sebab waktu bersama-Mu sesungguhnya,<br />
Adalah obat untuk mengatasi keletihan dan kelelahan,<br />
akan segala aktivitas kehidupan seharian<br />
Dan setiap tutur kata yang Engkau ucapkan<br />
bagai simponi indah yang mengalun di panggung kehidupan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/puisi-waktu-bersama-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melihat Dekat Dan Jauh</title>
		<link>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/melihat-dekat-dan-jauh/</link>
		<comments>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/melihat-dekat-dan-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SaTe Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Santapan Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.warungsatekamu.org/2012/05/melihat-dekat-dan-jauh</guid>
		<description><![CDATA[SANTAPAN ROHANI
Selasa, 15 Mei 2012

Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Mazmur+145&#38;s=on' target='_blank'>Mazmur 145</a>

Memiliki sepasang mata yang sehat tidaklah cukup untuk melihat dengan jelas. Saya belajar ini dari pengalaman. Setelah mengalami serangkaian operasi mata akibat retina mata yang robek, kedua mata saya dapat melihat dengan baik tetapi mereka menolak untuk saling bekerja sama.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Selasa, 15 Mei 2012</strong></p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.warungsatekamu.org/wp-content/uploads/2012/image-sr/ODB_150512.jpg" alt="Melihat Dekat Dan Jauh" width="590" /></p>
<p>Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Mazmur+145&amp;s=on' target='_blank'>Mazmur 145</a></p>
<p><strong><em>TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya. —Mazmur 145:18</em></strong></p>
<p> Memiliki sepasang mata yang sehat tidaklah cukup untuk melihat dengan jelas. Saya belajar ini dari pengalaman. Setelah mengalami serangkaian operasi mata akibat retina mata yang robek, kedua mata saya dapat melihat dengan baik tetapi mereka menolak untuk saling bekerja sama. Satu mata dapat melihat hal-hal yang jauh dan yang satu lagi melihat yang dekat. Namun bukannya bekerja sama, mereka malah bersaing untuk menjadi yang terunggul. Kedua mata saya tetap tidak fokus, sampai 3 bulan kemudian saya mendapatkan resep kacamata yang baru.</p>
<p> Hal serupa terjadi dengan cara pandang kita terhadap Allah. Beberapa orang memiliki fokus yang lebih baik kepada Allah ketika mereka melihat-Nya dalam “jarak dekat”—ketika mereka memikirkan Dia sebagai Pribadi yang akrab dan senantiasa hadir dalam kehidupan mereka sehari-hari. Orang Kristen lainnya melihat Allah dengan lebih jelas dari “jarak jauh”—Allah itu jauh melampaui apa pun yang dapat kita bayangkan; Dia mengatur alam semesta dengan kuasa dan kemuliaan.</p>
<p> Ketika orang-orang tidak sepakat tentang cara pandang mana yang lebih baik, Alkitab berfungsi seperti lensa yang diresepkan dokter untuk menolong kita melihat bahwa kedua cara pandang tersebut benar. Raja Daud menyatakan dua cara pandang itu dalam Mazmur 145: “Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya” (ay.18) dan “Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga” (ay.3).</p>
<p> Syukurlah, Bapa kita di surga teramat dekat untuk mendengar doa-doa kita, tetapi juga kuasa-Nya jauh melampaui kita sehingga Dia dapat memenuhi setiap kebutuhan kita. —JAL</p>
<p align='center'><em>Tuhan, Engkaulah yang tertinggi dan termulia,<br />
Namun begitu dekat untuk mendengar suara kami;<br />
Engkau begitu berkuasa, tetapi penuh kasih;<br />
Kasih-Mu untuk kami membuat kami bersukacita. —Sper</em></p>
<p align='center'><strong>Allah itu besar dan sanggup untuk memenuhi kebutuhan kita yang terkecil sekalipun.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/melihat-dekat-dan-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kincir Angin Tua</title>
		<link>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/kincir-angin-tua/</link>
		<comments>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/kincir-angin-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SaTe Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Santapan Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.warungsatekamu.org/2012/05/kincir-angin-tua</guid>
		<description><![CDATA[SANTAPAN ROHANI
Senin, 14 Mei 2012

Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Galatia+6%3A6-10&#38;s=on' target='_blank'>Galatia 6:6-10</a>

Seorang pria yang tumbuh di suatu peternakan di Texas Barat bercerita tentang sebuah kincir angin tua yang reyot. Kincir angin ini berdiri di sebelah lumbung keluarga-nya dan dipakai untuk memompakan air ke rumah mereka. Kincir angin ini adalah satu-satunya sumber air bagi lingkungan itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Senin, 14 Mei 2012</strong></p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.warungsatekamu.org/wp-content/uploads/2012/image-sr/ODB_140512.jpg" alt="Kincir Angin Tua" width="590" /></p>
<p>Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Galatia+6%3A6-10&amp;s=on' target='_blank'>Galatia 6:6-10</a></p>
<p><strong><em>Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. —Yohanes 7:38</em></strong></p>
<p> Seorang pria yang tumbuh di suatu peternakan di Texas Barat bercerita tentang sebuah kincir angin tua yang reyot. Kincir angin ini berdiri di sebelah lumbung keluarga-nya dan dipakai untuk memompakan air ke rumah mereka. Kincir angin ini adalah satu-satunya sumber air bagi lingkungan itu.</p>
<p> Ketika angin bertiup kecang, kincir ini bekerja dengan baik, tetapi ketika angin bertiup sepoi-sepoi, baling-baling kincir ini tidak mau berputar. Baling-baling tersebut harus diputar secara manual sampai menghadap langsung ke arah angin. Hanya ketika diletakkan pada posisi yang tepat, kincir ini dapat menyediakan air bagi peternakan itu.</p>
<p> Saya memikirkan kisah tersebut ketika bertemu para pendeta dari gereja-gereja kecil di daerah terpencil. Banyak yang merasa diasingkan dan tidak mendapat dukungan, bagaikan pemerhati yang tidak diperhatikan siapa pun. Sebagai akibatnya, mereka kelelahan dan bergumul untuk membawa air yang memberikan hidup bagi jemaatnya. Saya suka menceritakan kepada mereka tentang kincir angin tua itu dan perlunya kita setiap hari mengembalikan diri pada posisi yang tepat. Caranya yaitu datang kepada Tuhan dan firman-Nya dan minum sepuasnya dari Dia yang adalah sumber air hidup itu.</p>
<p> Hal yang sama juga berlaku bagi kita. Pelayanan kepada Allah itu mengalir dari dalam keluar. Yesus berkata, “Barangsiapa percaya kepada-Ku . . . dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Yoh. 7:38). Setelah Allah berbicara kepada hati kita yang terdalam, barulah kita dapat menjangkau kehidupan orang lain. Untuk menyegarkan orang lain, mari terus-menerus datang kepada Sumber hidup kita yang sejati. —DHR</p>
<p align='center'><em>Ketika hati kita semakin letih,<br />
Ketika semangat kita meredup,<br />
Dia akan melangkah di hadapan kita,<br />
Serahkanlah semuanya kepada Dia. —NN.</em></p>
<p align='center'><strong>Ketika Anda letih dalam menghadapi pergumulan hidup, temukanlah kekuatan dalam Tuhan.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/kincir-angin-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Yang Berpengaruh</title>
		<link>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/wanita-yang-berpengaruh/</link>
		<comments>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/wanita-yang-berpengaruh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SaTe Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Santapan Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaruh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.warungsatekamu.org/2012/05/wanita-yang-berpengaruh</guid>
		<description><![CDATA[SANTAPAN ROHANI
Minggu, 13 Mei 2012

Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Amsal+31%3A10-31&#38;s=on' target='_blank'>Amsal 31:10-31</a>

Selama masa awal Reformasi Protestan di Eropa, Katharina Von Bora, seorang mantan suster, menikah dengan Martin Luther (1525). Dalam banyak hal, keduanya mengalami kehidupan pernikahan yang penuh sukacita.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Minggu, 13 Mei 2012</strong></p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.warungsatekamu.org/wp-content/uploads/2012/image-sr/ODB_130512.jpg" alt="Wanita Yang Berpengaruh" width="590" /></p>
<p>Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Amsal+31%3A10-31&amp;s=on' target='_blank'>Amsal 31:10-31</a></p>
<p><strong><em>Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya. —Amsal 31:27</em></strong></p>
<p> Selama masa awal Reformasi Protestan di Eropa, Katharina Von Bora, seorang mantan suster, menikah dengan Martin Luther (1525). Dalam banyak hal, keduanya mengalami kehidupan pernikahan yang penuh sukacita. Luther berkata, “Tak ada ikatan di dunia ini yang begitu manis, ataupun perpisahan yang begitu pahit, seperti yang dialami dalam suatu pernikahan yang baik.”</p>
<p> Karena Katharina biasa bangun pukul 4 pagi untuk mengerjakan tanggung jawabnya, Luther menyebut istrinya itu sebagai “bintang pagi dari Wittenberg”. Katharina sangat rajin menyiangi kebun sayuran dan anggreknya. Ia juga mengelola bisnis keluarga dan mengatur rumah tangga dan properti lainnya milik Luther. Sepanjang pernikahan mereka, pasangan ini dianugerahi 6 orang anak. Katharina menjadikan rumah sebagai sekolah pembentukan karakter anak-anaknya. Ketekunan Katharina yang penuh semangat dan perhatiannya bagi keluarga menjadikannya sebagai seorang wanita yang berpengaruh.</p>
<p> Katharina tampaknya mirip seperti seorang wanita yang digambarkan dalam Amsal 31. Wanita ini jelas merupakan istri berkarakter mulia yang “bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya” (ay.15). Ia juga “mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya” (ay.27).</p>
<p> Dari tokoh panutan seperti Katharina, kita dapat belajar tentang kasih, ketekunan, dan takut akan Tuhan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang wanita yang berpengaruh. —HDF</p>
<p align='center'><em>Tuhan, terima kasih atas pengaruh yang diberikan ibu dan istri kami.<br />
Kami juga ingin menjangkau hidup orang lain, mengenalkan mereka<br />
kepada-Mu. Kami tahu bahwa kami perlu kuasa Roh Kudus untuk<br />
melakukannya. Penuhi kami dan pakailah kami, inilah doa kami.</em></p>
<p align='center'><strong>Ibu yang baik tidak hanya memberitahukan bagaimana menjalani hidup, mereka memberikan teladan bagi kita.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/wanita-yang-berpengaruh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Luar Perahu</title>
		<link>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/di-luar-perahu/</link>
		<comments>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/di-luar-perahu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SaTe Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Santapan Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.warungsatekamu.org/2012/05/di-luar-perahu</guid>
		<description><![CDATA[SANTAPAN ROHANI
Sabtu, 12 Mei 2012

Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Mazmur+107%3A23-32&#38;s=on' target='_blank'>Mazmur 107:23-32</a>

Katsushika Hokusai adalah salah seorang seniman yang paling produktif dan terkenal dalam sejarah Jepang. Antara tahun 1826 dan 1833, ketika berusia antara 60-an dan awal 70-an, ia menciptakan karya terbaiknya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sabtu, 12 Mei 2012</strong></p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.warungsatekamu.org/wp-content/uploads/2012/image-sr/ODB_120512.jpg" alt="Di Luar Perahu" width="590" /></p>
<p>Baca: <a href='http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Mazmur+107%3A23-32&amp;s=on' target='_blank'>Mazmur 107:23-32</a></p>
<p><strong><em>Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka. —Mazmur 107:26</em></strong></p>
<p> Katsushika Hokusai adalah salah seorang seniman yang paling produktif dan terkenal dalam sejarah Jepang. Antara tahun 1826 dan 1833, ketika berusia antara 60-an dan awal 70-an, ia menciptakan karya terbaiknya. Karya ini berupa serangkaian lukisan berwarna yang dicetak dari ukiran kayu berjudul <em>Thirty-Six Views of Mt. Fuji</em> (Tiga Puluh Enam Pemandangan Gunung Fuji). Di antara lukisan-lukisan itu, ada sebuah maha karyanya yaitu <em>The Great Wave Off Kanagawa</em> (Ombak Kanagawa yang Dahsyat). Lukisan yang diciptakan dalam masa krisis finansial dan emosional di Hokusai ini menggambarkan ombak laut yang menjulang tinggi dengan buih-buih air pada ujungnya berbentuk seperti cakar yang akan menelan tiga perahu kecil yang penuh pendayung.</p>
<p> Mazmur 107 juga menceritakan kisah tentang orang-orang yang mengalami masa sulit di tengah samudera. Terapung di atas ombak, “mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya.” Dan akibatnya, “jiwa mereka hancur karena celaka” (ay.26). Pada akhirnya, para pelaut ini mengirimkan sinyal minta tolong kepada Allah, dan Dia menanggapinya dengan menenangkan samudera dan membimbing mereka sampai ke tujuannya (ay.28-30).</p>
<p> Ketika menghadapi situasi yang membuat kita putus asa, kita cenderung datang kepada orang lain untuk meminta bimbingan dan penghiburan. Namun mereka juga berada di perahu yang sama— tersesat dalam pasang-surutnya samudera kehidupan. Hanya Allah yang berada di luar perahu dan Dia berkuasa, stabil, dan cukup kuat untuk menenangkan badai (ay.24-25,29). Apakah Anda sedang menghadapi masalah? Carilah Dia! —JBS</p>
<p align='center'><em>Akankah jangkarmu kuat menahan badai kehidupan,<br />
Ketika awan membentangkan sayap perlawanan?<br />
Ketika ombak menghempas dan rantai jangkar mengencang,<br />
Akankah jangkarmu terbawa arus atau kokoh bertahan? —Owens</em></p>
<p align='center'><strong>Kita menyembah Allah yang lebih besar daripada masalah terbesar kita.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.warungsatekamu.org/2012/05/di-luar-perahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

