12 – Desember 2017: Natal

Lempar Balik Menjelang Akhir Tahun

Oleh Tabita Davinia Utomo, Solo.

Setiap akhir tahun, kita pasti memiliki harapan atau sekadar keinginan yang ingin kita wujudkan di tahun depan. Kita juga mungkin merefleksikan kembali hal-hal apa saja yang belum tercapai di tahun ini dan bagaimana mewujudkannya di tahun dengan. Yap, inilah yang disebut sebagai resolusi. Sama seperti kebanyakan orang, aku pun memiliki resolusi dan daftar keinginan yang ingin kulakukan nanti.

Lanjut baca...

Apa yang Dapat Kita Pelajari dari Bayi Yesus?

Oleh Charmain S.

Di bulan ini, aku merayakan setahun perjalananku menjadi seorang ibu. Ya, itu artinya bayiku sekarang usianya sudah genap setahun, dan sungguh luar biasa perjalanan selama setahun belakangan ini. Mungkin ungkapan bahwa menjadi ibu itu begitu melelahkan terdengar klise, tapi di balik segala kelelahannya, setiap detik yang berlalu adalah kesempatan yang begitu berharga.

Lanjut baca...

Selamat Hari Ibu, Ayah!

Oleh Queenza Tivani, Jakarta.

Timeline media sosialku hari ini penuh dengan foto ibu dan anak yang disertai kalimat-kalimat nan indah dan romantis. Wajar saja, karena hari ini adalah tanggal 22 Desember, hari ibu nasional di Indonesia. Aku menatap sekilas wajah-wajah yang tampak bahagia di foto mereka. Perasaanku pun jadi campur aduk.

Lanjut baca...

Surat kepada Jonghyun SHINee: Bagaimana Jika Seandainya Ada Harapan?

Oleh Lee Soo Yi, Malaysia.

Aku tidak percaya ketika mendengar berita bahwa kamu memutuskan bunuh diri. Aku tidak percaya berita ini sungguh nyata. Kupikir ini pasti hanyalah berita palsu, atau sekadar lelucon sakit yang dimainkan seseorang. Aku tidak bisa percaya bahwa seorang yang riang dan bahagia sepertimu memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Lanjut baca...

Aku, Ambisiku, dan Rencana Tuhan

Oleh Nana Sagala, Kuala Lumpur.

Aku adalah seseorang dengan ambisi selangit. Sejak SMA, aku sudah menyusun timeline yang isinya rencana kehidupanku di masa depan. Aku ingin lulus kuliah tepat empat tahun, memulai karier sebagai konsultan humas selama setahun, setelah itu bekerja di lembaga pemerintahan, atau mengejar beasiswa kuliah di luar negeri. Semua rencana itu kususun dengan rapi berdasarkan urutan tahun.

Lanjut baca...

Natalku yang Berpohon

Oleh Frans Hot Dame Tua, Tangerang.

Si pohon cemara beserta ornamen bandul-bandulnya tegak berdiri. Kapas-kapas putih pun memberi kesan salju di sekujur tubuh pohon itu. Tunggu…kapas? Kesan? Ya, itu bukan pohon sungguhan. Itu hanyalah pohon buatan yang menyerupai aslinya. Hadirnya pohon itu menandakan dimulainya sebuah masa yang disebut Natal.

Lanjut baca...

Catatan Natal di Tanah Rantau

Oleh Aloysius Germia Dinora, Yogyakarta.

Tahun ini adalah kali ketiga aku tidak merayakan Natal bersama keluarga. Sebagai anak rantau yang tinggal dan bekerja jauh dari rumah, kadang ada rasa rindu dan sepi ketika harus merayakan Natal tanpa kehadiran orang-orang terkasih. Jika biasanya di rumah aku selalu menyambut Natal dengan melayani di gereja, mendekorasi rumah, dan bersilaturahmi dengan kerabat, di tanah rantau aktivitas ini menjadi sesuatu yang kurindukan.

Lanjut baca...

Natal Adalah Waktu untuk …

16 proyek seni ini adalah karya kontribusi dari WarungSaTeKaMu Creative Community yang sekiranya boleh menginspirasi kita untuk memaknai Natal sebagai hadiah terbesar dari Allah bagi dunia.

Lanjut baca...

Wallpaper: 2 Korintus 9:15

“Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” (2 Korintus 9:15)

Lanjut baca...
 Page 1 of 2  1  2 »