06 – Juni 2017: Tren

Bolehkah Orang Kristen Mendengar Musik Sekuler?

Oleh Ruth Lidya Panggabean, Depok

Kita hidup di tengah dunia yang telah jatuh ke dalam dosa. Oleh karenanya, kita tidak perlu heran ketika menemukan musik-musik, buku-buku, maupun tontonan yang tidak sesuai dengan standar Alkitab. Lalu, apakah itu berarti kita hanya boleh mendengarkan dan menyanyikan lagu-lagu rohani saja? Apakah semua musik yang kita labeli sebagai musik sekuler akan membawa kita ke dalam dosa?

Lanjut baca...

Di Balik Potret Bahagia di Media Sosial

Oleh M. Tiong, Malaysia

Tatkala jariku asyik menjelajah Facebook atau media sosial lainnya, terkadang aku merasa iri terhadap teman-temanku. Ada yang mengunggah foto-foto liburan, barang-barang yang baru dibeli, juga makanan-makanan enak yang mereka nikmati. Berdasarkan apa yang kulihat dari foto-foto itu, aku pikir hidup mereka tampak amat berbahagia. Kemudian, aku membandingkannya dengan diriku sendiri: Mengapa hidupku begitu membosankan?

Lanjut baca...

Jangan Cuma… Tapi Juga…

Terlalu sibuk untuk menjadi kekinian dan ngikutin tren dapat mengalihkan kita dari tujuan hidup kita yang sejati, yaitu memuliakan Tuhan melalui segala yang kita kerjakan. Apakah yang sekarang lebih banyak menyita waktumu?

Lanjut baca...

5 Alasan Kamu Perlu Bertobat Lagi dan Lagi

Oleh Raphael Z.

Apakah pertobatan itu? Apakah orang-orang Kristen perlu bertobat? Kapan terakhir kali kamu bertobat?

Sebagai orang percaya, kita tahu bahwa Yesus memanggil orang-orang yang belum percaya kepada-Nya dan orang-orang Kristen untuk bertobat ketika mereka jatuh ke dalam dosa (Matius 4:17; Wahyu 2:5,16,21; 3:3,19).

Lanjut baca...

Ketika Doaku Hanyalah Berisi Kata-Kata yang Indah

Oleh Wendy W.

Telapak tanganku berkeringat. Jantungku berdegup kencang. Pikiranku kacau.

Bukan, aku bukan sedang gugup karena akan menghadapi ujian atau menyampaikan presentasi. Aku gugup karena harus berdoa bersama.

Lanjut baca...

Apakah Kita Mencari Tuhan?

Oleh Abigail L.

Dalam beberapa hari terakhir, aku sedang mendalami kitab Yesaya dan berusaha sebaik mungkin untuk memahami apa yang Nabi Yesaya maksudkan. Tapi aku menjadi semakin galau, karena aku sepertinya tidak belajar banyak; tidak ada hal praktis yang dapat aku aplikasikan. Apa yang mudah melupakan apa yang telah aku baca.

Lanjut baca...

#Blessed, Berkat yang Lebih Dari Sekadar Hashtag

Oleh Eudora Chuah, Singapura

Belakangan ini, aku tertarik untuk menyelidiki salah satu hashtag yang populer di media sosial. Sebenarnya, hashtag ini bukanlah sesuatu yang baru, bukan juga sebuah istilah yang baru. Hashtag itu adalah #blessed atau dalam bahasa Indonesia adalah #diberkati.

Lanjut baca...

Apakah Orang Kristen Tidak Boleh Kaya?

Oleh Joanna Hor, Singapura

Komisi pemuda di gereja kami baru saja memulai pendalaman Alkitab tentang khotbah di bukit. Ketika kami sedang mencoba memahami maksud dari perkataan Yesus dalam Lukas 6:20, salah seorang pemuda bertanya, “Apakah ayat ini hendak mengatakan bahwa orang Kristen tidak boleh kaya?”

Lanjut baca...

3 Tanda Aku Menggunakan Ponsel dengan Berlebihan

Oleh Olivia Ow, Singapura

Nomophobia (no-mobile-phobia): Rasa takut akan kehilangan kontak dengan ponsel.

Mungkin inilah yang aku alami. Aku suka menonton video-video Youtube dan konten-konten media sosial di ponselku, dan aku bisa menghabiskan semalam penuh dan semua waktu luangku hanya bersama ponselku itu.

Lanjut baca...
 Page 1 of 2  1  2 »