04 – April 2017: Anugerah

Ketika Peristiwa Nyaris Celaka Mengubahkan Pandanganku Tentang Kehidupan

Oleh Lydia Tan, Singapura

Pernahkah terpikir olehmu kapan kamu akan menghembuskan nafasmu yang terakhir?

Beberapa minggu yang lalu, aku hampir saja harus menghembuskan nafas terakhirku. Waktu itu aku sedang berdiri di atas trotoar di pinggir jalan ketika seseorang mengemudikan mobilnya secara ugal-ugalan dan nyaris menabrakku. Mobil itu hampir menaiki pembatas jalan dan hanya berjarak beberapa inci dariku.

Lanjut baca...

Mengapa Aku Mengampuni Ayahku yang Adalah Seorang Penjudi

Oleh Aryanto Wijaya

Mengampuni itu mudah jika hanya dikatakan, tetapi sulit sekali ketika harus dipraktikkan. Benarkah begitu?
Di tahun 2012, rasa benciku kepada ayahku telah memuncak. Bagiku dulu, dia hanyalah seorang penjudi, munafik, dan sangat tidak layak disebut sebagai seorang ayah.

Lanjut baca...

Aku Tidak Lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri, Haruskah Aku Kecewa?

Oleh Louise Angelita Kemur, Jakarta

Jika aku mengingat kembali masa-masa ketika aku mulai kuliah, semua yang kudapatkan saat ini hanyalah anugerah. Aku pernah berharap bisa kuliah ke luar negeri untuk mendalami dunia seni dan desain, atau setidaknya masuk di perguruan tinggi negeri. Untuk mewujudkan impianku itu, sejak SMA aku berusaha keras untuk mendapatkan nilai yang bagus. Tapi, ternyata Tuhan berkata lain. Setelah lulus SMA, aku tidak berhasil mendapatkan beasiswa studi ke luar negeri ataupun masuk ke perguruan tinggi negeri yang aku inginkan.

Lanjut baca...

Surat Kepada Diriku yang Dulu adalah Seorang Gay

Oleh Raphael Zhang, Singapura

Teruntuk Raphael,
Aku adalah dirimu sendiri di 10 tahun yang akan datang. Sebelum aku mulai berbicara tentang banyak hal, aku ingin kamu tahu bahwa Tuhan begitu mengasihimu dan kamu sangat berharga bagi-Nya.
Aku tahu kalau saat ini kamu tidak merasa kalau Tuhan benar-benar mengasihimu karena Dia memintamu untuk berhenti menjalin hubungan sebagai seorang gay. Kamu merasa bahwa satu-satunya kebahagiaanmu telah dihancurkan.

Lanjut baca...

Ketika Aku Tidak Bisa Merasakan Hadirat Tuhan

Oleh Edna Ho, Malaysia

Dalam sebuah aula, ratusan orang dari berbagai daerah di Malaysia telah berkumpul untuk sebuah acara konvensi tahunan yang diselenggarakan oleh gerejaku. Aku begitu bersemangat untuk mengikuti acara ini. Dalam hati aku berkata, “Inilah waktunya. Ada begitu banyak orang yang haus dan lapar akan firman Tuhan di sini. Hadirat Tuhan pasti ada di tempat ini dan aku yakin bahwa ketika Tuhan berbicara kepada jemaat-Nya, maka Dia juga akan berbicara kepadaku.”

Lanjut baca...

Ketika Aku Menjawab Panggilan-Nya untuk Melayani di Gereja

Oleh Lovesa Oktaviana, Bandung

“Telah lama kucari-cari langkah hidup yang lebih pasti,” demikianlah penggalan lirik sebuah lagu yang sepertinya cocok dengan keadaanku. Aku lahir di keluarga Kristen yang menjadikanku otomatis Kristen juga. Namun, sejak kecil aku hanya menjadi simpatisan yang berpindah-pindah gereja mengikuti orangtuaku. Tak pernah terpikir olehku untuk menetap dan melayani di suatu gereja.

Lanjut baca...

Ketika Jumat Agung Menjadi Hari yang Menyedihkan Hatiku

Oleh Laura M., Amerika Serikat

Beberapa tahun yang lalu aku pernah mengalami sebuah peristiwa yang menyedihkan di hari Jumat Agung. Salah seorang teman terdekatku sejak di bangku sekolah dulu, Erica, meninggal dunia secara tiba-tiba karena kecelakaan mobil. Sejak duduk di bangku SD hingga SMA kami sering berada dalam satu grup.

Lanjut baca...

Mengenang Dia

Puji syukur karena penderitaan itu bukanlah akhir.
Karena kematian-Nya, kita beroleh harapan.
Karena kebangkitan-Nya, kita beroleh kehidupan.
Karena kedatangan-Nya kembali, kita beroleh masa depan.

Lanjut baca...

3 Alasan Mengapa Orang Kristen Harus Mendengar Injil Kembali

Oleh Joanna Hor, Singapura

“Selamat pagi! Silakan ambil traktat Injil ini cuma-cuma,” ucap seorang pria paruh baya sambil menyodorkan sebuah traktat yang berjudul “Seandainya” kepada seorang wanita yang berjalan di depanku. Wanita itu menolak dengan menggelengkan kepalanya. Kemudian, pria itu mendekatiku dan menawariku sebuah traktat yang sama.

Lanjut baca...
 Page 1 of 2  1  2 »