01 – Januari 2017: Disiplin Rohani

3 Hal yang Kudapatkan Ketika Aku Memutuskan untuk Bersaat Teduh Saat Aku Patah Hati

Oleh Ruth Theodora, Jakarta

“Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4). Sebagai seorang yang bertumbuh di keluarga Kristen, ayat di atas tidaklah asing bagiku. Aku mengerti bahwa kita tidak hanya membutuhkan makanan jasmani, tapi juga makanan rohani.

Lanjut baca...

Mengapa Aku Takut Membagikan Imanku?

Oleh Aryanto Wijaya

Pernahkah kamu merasa takut untuk membagikan imanmu dengan orang lain? Aku pernah. Ketika aku masih duduk di kelas IV sekolah dasar, keluargaku adalah satu-satunya orang Kristen di lingkungan tempat tinggal kami. Suatu hari, ketika aku sedang bersepeda melewati sebuah rumah ibadah, beberapa anak sepantaranku datang dan menutup jalanku serta memaksaku turun dari sepeda.

Lanjut baca...

3 Manfaat Melakukan Disiplin Rohani

Oleh Ivonne Nataly Pola, Boyolali

Apa yang terbayang dalam pikiranmu ketika mendengar kata “disiplin”? Bagiku, kata “disiplin” membuatku membayangkan sesuatu yang menyeramkan, bisa jadi itu suatu hukuman, sesuatu yang membatasi, dan tidak keren. Padahal, sadar ataupun tidak, setiap hari kita selalu diperhadapkan dengan latihan kedisiplinan. Sejak kecil dulu orangtua kita mengatur kapan kita harus tidur dan apa yang harus kita makan.

Lanjut baca...

Dipulihkan Karena Doa

Oleh Katarina Tathya Ratri, Jakarta

Hari itu adalah hari terakhir di tahun 2011 ketika aku berjalan menyusuri jalanan di kota kecil tempat kelahiranku. Berbeda dari malam tahun baru sebelumnya yang aku lewati dengan berhura-hura, hari itu aku berjalan sendirian tanpa tujuan yang jelas. Aku tak peduli dengan orang-orang yang memadati jalanan untuk melihat kembang api, aku hanya ingin sesuatu yang berbeda untuk melewatkan tahun baru.

Lanjut baca...

Ketika Membaca Alkitab Terasa Membosankan

Oleh Christine E., Singapura

Bulan November 2015 lalu, aku memutuskan untuk membaca seluruh Alkitab sekali lagi. Beberapa tahun telah berlalu sejak terakhir kali aku melakukannya, dan sejak saat itu, biasanya yang kubaca hanyalah kitab-kitab Injil atau kitab surat-surat Paulus, dan sesekali kitab Kejadian dan Amsal.

Lanjut baca...

Mengapa Aku Memutuskan Berpuasa untuk Pertama Kalinya

Oleh Wendy W., Singapura

“Apakah kamu mencintai Tuhan lebih daripada kamu mencintai gula?” Suara lirih itu berbisik di kepalaku. Aku gemetar, tertampar oleh fakta yang aku enggan akui. Setiap kita memiliki cara masing-masing untuk mengatasi stres dan tekanan hidup. Untuk beberapa orang, cara itu mungkin berupa minum sekaleng bir atau berolahraga yang memeras keringat setelah menjalani sebuah hari yang panjang.

Lanjut baca...

Aku Tidak Puas dengan Gerejaku, Haruskah Aku Bertahan?

Oleh Dorothy Norberg, Amerika Serikat

Aku berjemaat di sebuah gereja kecil yang dulu begitu aku sukai. Tapi sekarang, setelah 5 tahun dan begitu banyak perubahan yang tak diduga sebelumnya, jumlah jemaat kami semakin berkurang. Tak ada lagi jemaat lain yang seusiaku saat ini, dan aku tidak lagi merasa nyaman berjemaat di gereja itu.

Lanjut baca...

Aku Gak Pintar Berdoa

Oleh Aryanto Wijaya

Sewaktu aku tergabung dalam sebuah persekutuan remaja di gereja, seringkali MC menunjuk salah seorang peserta untuk memimpin doa. Tak semua orang yang ditunjuk mau menerima tawaran itu. Kadang, aku juga menolak ketika ditunjuk. “Jangan aku, aku gak pintar berdoa,” ucapku. Tak hanya aku yang menolak, teman-temanku pun ikut menolak dengan alasan serupa.

Lanjut baca...

4 Tips untuk Bersaat Teduh dengan Konsisten

Oleh Noni Elina Kristiani, Surabaya

Ketika aku masih seorang gadis berumur 15 tahun, aku belum mengenal tentang saat teduh. Pada saat itu, datang ke gereja saja sudah merupakan sebuah prestasi yang besar bagiku. Berdoa hanya kulakukan ketika aku ingat saja, bahkan aku tidak berdoa sebelum makan di tempat umum karena takut disangka aneh oleh orang-orang.

Lanjut baca...
 Page 1 of 2  1  2 »