Kesaksian

Ketika Aku Menjawab Panggilan-Nya untuk Melayani di Gereja

Oleh Lovesa Oktaviana, Bandung

“Telah lama kucari-cari langkah hidup yang lebih pasti,” demikianlah penggalan lirik sebuah lagu yang sepertinya cocok dengan keadaanku. Aku lahir di keluarga Kristen yang menjadikanku otomatis Kristen juga. Namun, sejak kecil aku hanya menjadi simpatisan yang berpindah-pindah gereja mengikuti orangtuaku. Tak pernah terpikir olehku untuk menetap dan melayani di suatu gereja.

Lanjut baca...

Ketika Tuhan Menolak Proposal Hidupku

Oleh Listiyani Chita Ellary, Jember

Semua orang tentu bercita-cita untuk memiliki hidup yang damai, aman, semua impian tercapai, dan tentunya tidak ada orang yang ingin hidupnya dipenuhi kerikil-kerikil tajam. Aku pun bercita-cita demikian. Sudah sejak lama aku membuat daftar rencana hidupku ke depan, mulai dari tempat kuliah, target kelulusan, nanti akan bekerja di mana, bahkan menikah di umur berapa. Semua itu telah kurencanakan dengan rapi bahkan sejak aku masih duduk di bangku sekolah.

Lanjut baca...

Menikmati Anugerah Tuhan dalam Cacat Fisik yang Kualami

Oleh Novianne Vebriani, Bandung

Terdiam sejenak aku menikmati dinginnya malam, ditemani oleh bunyi detik jam di kamarku. Aku sedang mempersiapkan tugas akhirku untuk mendapatkan gelar Sarjana Psikologi. Jika aku mengingat kembali bagaimana akhirnya aku bisa kuliah Psikologi, aku menyadari bahwa itu semua hanya karena anugerah Tuhan. Perjalananku untuk menggapai cita-cita ini tidaklah mudah, terlebih karena sebuah cacat fisik yang kupunya sejak lahir.

Lanjut baca...

Kisahku sebagai Putri Seorang Penarik Becak yang Belajar Mengampuni

Oleh Yezia Sutrisni, Tangerang

Aku adalah anak bungsu dari enam bersaudara. Ibuku menderita penyakit kanker payudara dan akhirnya meninggal saat aku duduk di kelas 2 SD. Selama hampir satu tahun ibuku terbaring lemah di tempat tidur melawan sakit kankernya.

Lanjut baca...

Ketika Aku Berjuang untuk Jujur, Meski Harus Kehilangan Impianku

Oleh Christina Kurniawan, Bandung

Ketika memasuki dunia perkuliahan dulu, aku bersyukur karena bisa melaluinya dengan baik. Di semester pertama aku mendapat nilai A untuk semua mata kuliah sehingga aku meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 4.00. Di semester-semester selanjutnya aku sempat mengalami penurunan IPK, tetapi puji Tuhan karena aku masih boleh mendapatkan IPK di atas 3.50.

Lanjut baca...

Tuhan Yesus, Terima Kasih untuk Tragedi Ini

Oleh Novi, Surabaya

Mungkin kisah hidupku tidak seindah cerita tentang Cinderella yang menemukan pangeran tampannya, atau tidak juga seromantis kisah Romeo dan Juliet yang rela berkorban demi pasangannya. Namun, ketika aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan Tuhan, Dia membuat perjalanan hidupku indah pada waktunya. Inilah sepenggal kisah perjalanan hidupku yang ingin kubagikan kepadamu.

Lanjut baca...

Ketika Tuhan Menjawab Doaku dengan 2 Buah Kentang

Oleh Diana Yemima

Aku dan keluargaku bergumul dengan permasalahan ekonomi yang terjadi belakangan ini. Gaji ayahku yang diterima setiap bulan tidak mampu mencukupi semua kebutuhan keluarga. Melihat kondisi keluarga yang kekurangan, ibu berjualan kue di sekitar kompleks perumahan.

Lanjut baca...

Tuhan, Mengapa Aku Harus Masuk Sekolah Farmasi?

Oleh Lovesa Oktaviana, Bandung

Ketika anak-anak seusiaku dulu begitu antusias bercita-cita ingin menjadi dokter, aku malah sama sekali tidak tertarik untuk bekerja di dunia kesehatan. Sewaktu kecil dulu aku pernah melakukan tes kesehatan, tapi dokter yang memeriksaku itu galak dan kasar sehingga aku takut untuk menjadi dokter.

Lanjut baca...

Sungguhkah Menikah Seindah di Film? Inilah Pengalamanku Setelah 5 Bulan Menikah

Oleh Juli Vesiania, Denpasar

“And they live happily ever after.” Begitulah gambaran yang aku dapat dari film-film ketika dua insan bersatu dan memasuki kehidupan bersama dalam pernikahan. Di negeri dongeng, pernikahan seringkali digambarkan sebagai sebuah hal yang indah, memukau, dan menawan hati.

Lanjut baca...
 Page 1 of 6  1  2  3  4  5 » ...  Last »