ArtikelArtikel atau tulisan dari pembaca.

Tuhan Yesus Menyelamatkanku dengan Cara-Nya yang Tak Terduga

Oleh Aisha*, Jakarta.

Aku bukanlah orang Kristen sejak lahir. Orang tua dan keluarga besarku pun tidak ada yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Keluargaku melarangku berteman dengan orang yang tidak seiman dengan kami. Sampai aku duduk di kelas 2 SMP, aku tidak pernah tahu Yesus itu siapa.

Lanjut baca...

Belajar dari Kisah Aldi, Yang Kita Butuhkan Bukan Hanya Makanan Jasmani Saja

Oleh Sukma Sari, Jakarta.

Baru-baru ini, ada kisah penyelamatan dramatis terhadap remaja Indonesia bernama Aldi Novel Adilang. Aldi adalah seorang nelayan dari suku Wori yang berusia 19 tahun. Sehari-harinya Aldi bekerja sebagai penjaga rompong (sebuah rakit untuk menangkap ikan) yang letaknya sejauh 125 kilometer dari daratan.

Lanjut baca...

Melalui Pelayanan di Gereja, Tuhan Mengubahkanku

Oleh Mary, Surabaya.

Sudah cukup lama aku berdoa pada Tuhan mengenai kerinduanku untuk melayani di gerejaku. Sebelumnya aku hanyalah jemaat biasa yang mengikuti ibadah umum setiap hari Minggu. Meski aku rindu untuk melayani, tapi aku adalah orang yang cenderung pemalu dan introver, jadi aku bingung kepada siapa aku harus bicara soal kerinduanku melayani ini.

Lanjut baca...

2 Kontribusi Sederhana untuk Menolong Korban Bencana

Oleh Aryanto Wijaya, Jakarta.

Di tahun 2015, aku mendapat kesempatan berkunjung ke beberapa kota di Aceh selama dua minggu. Sebelas tahun sebelumnya, kota Banda Aceh luluh lantak akibat dihantam gempa bumi dan gelombang tsunami.

Lanjut baca...

Ketika Seorang Teman Meninggalkan Imannya

Oleh Constance Goh, Singapura.

Seorang teman dekatku mengirimiku pesan yang isinya berkata kalau dia tidak lagi menjadi orang Kristen. Aku segera menanggapinya dengan bertanya, “Kamu serius?”

Lanjut baca...

Anthonius Gunawan Agung: Teladan Hidup dari Sang Pahlawan di Tengah Bencana

Oleh Aryanto Wijaya, Jakarta

Bencana alam menyisakan tangis dan pilu. Namun, kadang di balik kisah pilunya bencana, lahir pula kisah-kisah teladan yang mengetuk pintu hati kita.

Lanjut baca...

3 Alasan Mengapa Aku Menunggu

Oleh Amy Ji, Singapura.

Kita hidup di dalam masyarakat yang serba cepat: informasi yang instan, makanan cepat saji, dan hal-hal yang serba otomatis. Sulit untuk menghindari segala kemajuan zaman tersebut selain belajar untuk menjadi lebih peka terhadap teknologi.

Lanjut baca...

Kupikir Menjadi Cantik dan Menarik Adalah Segalanya

Oleh Agnes Lee, Singapura.

Aku dan rekan kerjaku sedang makan siang di dapur ketika kami melihat seorang rekan lainnya berjalan ke arah pintu sambil membawa tasnya.

“Mau pergi ke mana dia?” salah seorang rekanku bertanya.

Lanjut baca...

Di Tengah Patah Hati Hebat yang Kualami, Tuhan Memulihkanku

Oleh Lidia, Jakarta.

Di bulan Maret 2010, aku pertama kali berpacaran dengan seorang pria. Dia adalah teman sekelasku di bangku kuliah. Dia tumbuh baik di keluarga Kristen dan kupikir karena kami adalah pasangan yang seiman, maka kami pasti mampu menghadapi badai apapun di depan kami.

Lanjut baca...
 Page 1 of 66  1  2  3  4  5 » ...  Last »