Pena KamuHasil goresan pena atau ketikan komputer yang ingin kamu bagikan.

Saat Kehilangan Menjadi Momen yang Membawaku Kembali pada Tuhan

Oleh Vina Agustina Gultom, Taiwan

Aku adalah mahasiswi program pascasarjana di salah satu perguruan tinggi di Taiwan. Tahun ini adalah semester terakhirku sebelum nantinya aku meraih gelar master. Setelah berjibaku dengan proses penelitianku, sekarang aku telah menyelesaikan analisis dan sedikit lagi tesisku dapat selesai.

Lanjut baca...

Momen Natal yang Membuatku Mengenang Perjumpaan Pertamaku dengan Kristus

Oleh Putra, Jakarta

Memasuki bulan Desember, memoriku mengingat kembali kenangan yang terjadi bertahun-tahun lalu. Waktu itu aku masih duduk di bangku SD dan salah satu hal yang paling kusukai tentang Natal adalah hari liburnya.

Lanjut baca...

Natal Bukanlah Sekadar Perayaan

Oleh Queenza Tivani, Jakarta.

Beberapa hari yang lalu, grup WhatsAppku ramai. Dua grup yang beranggotakan rekan-rekan gereja dan satu grup yang beranggotakan rekan sekolah mulai membahas rencana mengenai Christmas Dinner. Mereka ingin mengadakan acara makan bersama dan tiap peserta diharap hadir sambil mengenakan outfit bertema Natal.

Lanjut baca...

Saat Aku Tidak Punya Kesaksian Hidup yang Mengesankan

Oleh Jean, Malaysia.

Aku lahir di keluarga Kristen. Sejak kecil aku sudah mengikuti sekolah Minggu, kebaktian, bahkan kelompok sel dalam keluarga.

Lanjut baca...

Pergumulanku untuk Beradaptasi di Gereja yang Baru

Oleh Chanel Geogopoulos, Afrika Selatan.

Aku melihat ke sekelilingku, ke wajah-wajah jemaat yang asing bagiku, lalu aku kembali menatap ke depan, kepada pendeta yang sudah berkhotbah selama 25 menit. Aku tumbuh besar di gereja yang sesi khotbahnya biasanya berlangsung paling lama hanya 15 menit.

Lanjut baca...

Yang Aku Lakukan dan Doakan di Hari Ulang Tahunku yang Ke-22

Oleh Jefferson, Singapura.

Aku biasanya mengikuti kebaktian pagi karena pada sore harinya aku melayani sebagai guru di sekolah Minggu gerejaku. Namun, menjelang hari ulang tahunku yang ke-22 baru-baru ini, yang kebetulan jatuh pada hari Minggu, aku memutuskan untuk mengambil rehat dari kebiasaanku itu.

Lanjut baca...

4 Pergumulan yang Mungkin Dihadapi oleh Pendeta Gerejamu Lebih Daripada yang Kamu Pikirkan

Oleh Jacob Ng*, Singapura.

Ketika berita mengenai bunuh diri pendeta Andrew Stoecklein dari Gereja Inland Hills di Amerika merebak, seorang temanku mengirimiku pesan. Dia merasa khawatir akan keadaanku. Dalam pesan itu, dia mengapresiasi kerjaku dan bertanya bagaimana kabarku.

Lanjut baca...

Bagaimana Aku Bisa Melayani dengan Sikap Hati yang Benar?

Oleh Constance Goh, Singapura.

Pada suatu waktu, aku pernah melayani di tujuh pelayanan dan menghadiri lima rapat gereja dalam satu akhir pekan. Aku tidak sedang berusaha menunjukkanmu betapa sucinya aku. Justru, aku sedang memberitahumu betapa konyolnya aku.

Lanjut baca...

Ketika Konflik Terjadi di Gerejaku

Oleh Yunus Kurniawan, Jakarta.

“Aku sih sudah tidak respek lagi dengan dia,” sahut seorang rekanku di gereja. Saat itu aku menyebut nama seorang rekan pelayanan lainnya. Namun, rupanya hubungan mereka sedang tidak baik. Rekanku menganggap bahwa orang yang namanya kusebut itu adalah seorang yang egois.

Lanjut baca...
 Page 1 of 81  1  2  3  4  5 » ...  Last »