Pena KamuHasil goresan pena atau ketikan komputer yang ingin kamu bagikan.

Ketika Tuhan Memulihkan Keluargaku yang Hancur

Oleh Vilcon Tauning, Malaysia

Aku dibesarkan di keluarga broken-home. Sejak aku masih kecil, aku sudah sering menyaksikan kebencian, kecemburuan, amarah, dan emosi-emosi negatif yang memperburuk keadaan keluargaku. Ayahku sering mengancam ibuku untuk bercerai, tapi karena usiaku dan saudara-saudaraku yang masih kecil, ibuku tidak setuju.

Lanjut baca...

Kematian Chester Bennington: Mengabaikan Rasa Sakit Bukanlah Cara untuk Pulih

Oleh Priscilla G., Singapura

Kasus ini hanyalah salah satu dari sekian banyak kasus bunuh diri yang menimpa kalangan selebriti. Tapi, kematian Chester Bennington, seorang vokalis grup band Linkin Park tentunya amat mengejutkan bagi banyak penggemarnya.

Lanjut baca...

Ketika Aku Memahami Arti dari Didikan Orangtuaku

Oleh Yesi Tamara Sitohang, Semarang

Dulu, aku berpikir masa-masa remajaku adalah fase yang paling buruk dalam hidupku. Aku tinggal dengan orangtua kandungku, tapi hidupku tidak bahagia. Aku menolak ungkapan yang mengatakan “Rumahku, Istanaku”. Bagiku, rumahku adalah tempat yang buruk karena orangtuaku tidak menganggapku sebagai seorang anak, melainkan seorang pekerja yang bisa diperas tenaganya setiap waktu.

Lanjut baca...

Haruskah Aku Keluar dari Pekerjaan Ini, Tuhan?

Oleh Elleta Terti Gianina, Yogyakarta

Tekanan ekonomi memaksaku untuk bekerja sembari berkuliah. Aku mengambil kuliah Jurusan Periklanan, dan waktu itu sedang dalam proses menyelesaikan skripsi yang sempat tertunda beberapa semester. Namun, aku juga perlu mencari uang sendiri untuk membayar kuliahku. Jadilah aku bekerja menjadi seorang copywriter di sebuah agensi iklan di Yogyakarta.

Lanjut baca...

Ketika Hal-hal Kecil Menjerat Kita dalam Dosa

Oleh Fuye Ongko, Jakarta

Beberapa tahun yang lalu, aku pernah mengikuti pelatihan di mana salah satu kegiatannya adalah memanjat tebing di daerah gunung Bromo. Saat itu, tiap peserta diharuskan mendaki tebing curam tanpa menggunakan peralatan apapun. Panitia hanya menyediakan beberapa penunjuk arah pada bagian-bagian tertentu dari rute yang harus kami lalui.

Lanjut baca...

Janelle: Menghadapi Penyakit dengan Goresan Pena

Oleh Jasmine Koh, Singapura

Mungkin itu karena senyum hangat yang selalu terhias di wajah Janelle*. Atau, mungkin juga, karena kepribadiannya yang ramah sehingga orang-orang menyukai dia. Sulit rasanya membayangkan bahwa di balik senyum dan sikapnya yang lemah lembut, terdapat penyakit yang sedang menggerogoti tubuhnya.

Lanjut baca...

Berkali-kali Gagal Mencari Pekerjaan, Tuhan Membawaku pada Rencana-Nya yang Tak Terduga

Oleh Aryanto Wijaya

Satu hari setelah dinyatakan lulus sebagai Sarjana, aku pikir kehidupan akan menjadi lebih mudah. Aku tidak perlu lagi berpikir keras untuk merangkai kata-kata dalam skripsi, ataupun memikirkan tugas-tugas kuliah lainnya. Tapi, semua itu hanya sementara hingga sebuah pertanyaan menyergapku, “Habis lulus mau ngapain dan kerja di mana?”

Lanjut baca...

Gagal Bukan Berarti Masa Depanku Suram, Inilah Kisahku Ketika Dinyatakan Tidak Lulus SMA

Oleh Abyasat Tandirura, Toraja

Delapan tahun lalu, tepatnya di tanggal 16 Juni 2009 adalah hari yang tidak pernah bisa kulupakan. Siang itu, aku dan teman-teman seangkatanku sedang was-was menantikan pengumuman kelulusan kami. Seperti peribahasa untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, hari itu aku menerima sebuah amplop pengumuman yang menyatakan bahwa aku tidak lulus SMA.

Lanjut baca...

Sekalipun Aku Tuli, Tetapi Tuhan Tidaklah Tuli

Oleh Evant Christina, Jakarta

Pernahkah kalian bergumul karena kekurangan fisik yang kalian alami? Aku pernah mendapatkan perlakuan tidak baik, merasa dikucilkan, bahkan juga mengalami diskriminasi karena sebuah cacat fisik yang kualami sejak lahir. Hidup dengan keadaan disabilitas sejatinya tidaklah mudah buatku, namun karena penyertaan Tuhan sajalah aku bisa melewati hari-hariku.

Lanjut baca...
 Page 1 of 61  1  2  3  4  5 » ...  Last »