Tanggal 17 Agustus 2011 ini kita merayakan kemerdekaan negeri kita tercinta, Indonesia, yang ke-66. Mari saat ini kita luangkan waktu kita sejenak untuk berdoa bagi bangsa kita dan bersyukur kepada Tuhan untuk pemeliharaan-Nya atas Indonesia. Mari kita sharingkan apa yang menjadi harapan dan doa kita untuk Indonesia kita tercinta, melalui comment box yang ada di [...]
Lanjut baca...
Kita melihat kebebasan sebagai keleluasaan untuk memilih apa yang kita mau dan melakukan apa saja yang kita mau lakukan. Tidak ada yang bisa membatasi, tidak ada yang bisa melarang. Benarkah arti kebebasan seperti ini?
Lanjut baca...
Apakah kita benar-benar mengucap syukur kepada Yesus atas semua yang telah dikorbankan-Nya untuk menyelamatkan jiwa kita? Jika demikian, kita harus “berdiri teguh . . . karena Kristus telah memerdekakan kita” (Gal. 5:1).
Lanjut baca...
Keselamatan sesungguhnya adalah pergantian tuan. Dahulu kita melayani dosa, tetapi sekarang kita berjanji untuk hidup dalam kebenaran karena kemerdekaan yang telah tersedia berkat karya Yesus.
Lanjut baca...
Sungguh sebuah teladan bagi kita semua yang mengaku sebagai murid Yesus! Ia berkata,“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Apakah kita rela melakukan pengorbanan—besar dan kecil —bagi Tuhan kita?
Lanjut baca...
Selain mampu melihat kondisi dan pergumulan bangsa kita, kita juga harus mampu melihat apakah orang-orang yang mengurusi bangsa ini sudah merdeka secara rohani. Sudahkah orang-orang yang mengurusi bangsa ini mengenal Sang Kebenaran yang sejati itu.
Lanjut baca...
Dengan kuasa Roh Kudus, kita harus menyatakan bahwa para tahanan dapat dilepaskan,dan mereka yang tertindas dapat dibebaskan dari para penindas, dan waktu untuk anugerah Tuhan telah tiba bagi semua orang.
Lanjut baca...
Sangat sulit membayangkan Yesus membutuhkan sebuah gudang untuk menyimpan harta benda-Nya. Jika apa yang saya miliki menghalangi saya untuk mematuhi-Nya sepenuh hati, apakah saya siap untuk membuka tangan saya, melepas harta milik saya, dan dengan bebas bersedia mengikuti Dia?
Lanjut baca...
Kita tidak boleh berpikir bahwa dosa-dosa kita dianggap enteng oleh Allah. Namun ketika kita mengaku kesalahan kita dan bertobat dengan sungguh-sungguh, Allah siap untuk mengampuni berdasarkan apa yang telah Yesus lakukan di kayu salib.
Lanjut baca...