Putaran Final Piala Dunia seringkali menghadirkan banyak kejutan. Pada tahun 1966 dunia menonton dengan penuh ketidakpercayaan ketika Korea Utara, negara yang tidak terkenal sepakbolanya, mengalahkan Italia untuk masuk ke perempat final melawan Portugal.
Lanjut baca...
Jose Batista dari Uruguay memegang rekor yang tidak menyenangkan. Baru 56 detik pertandingan dimulai, Batista telah menerima kartu merah saat berhadapan dengan Skotlandia pada Piala Dunia 1986.
Lanjut baca...
Tidak ada wasit lain yang seperti Pierluigi Collina. Kehadiran wasit dengan wibawa yang dipunyai oleh Collina-lah yang diinginkan oleh kebanyakan pesepakbola di lapangan. Selama 6 tahun berturut-turut dia memenangi penghargaan sebagai Wasit Terbaik di Dunia.
Lanjut baca...
Pada awal 1994, ketika keluarga kami mengetahui bahwa tim nasional Amerika Serikat akan bermain di Michigan, negara bagian tempat kelahiran saya, untuk suatu pertandingan Piala Dunia, kami langsung memutuskan untuk berangkat menyaksikannya.
Lanjut baca...
Ada orang-orang yang memiliki pengaruh teramat besar dalam hal-hal tertentu. Salah satu orang tersebut adalah Jules Rimet. Ia adalah pria Perancis yang menjadi pencetus Piala Dunia pertama yang diselenggarakan di Uruguay pada tahun 1930.
Lanjut baca...
Apa kesamaan dari Paris tahun 1998, Rio de Janeiro tahun 2002, dan Roma tahun 2006? Tentu saja, semua kota itu menjadi tempat dari perayaan luar biasa yang diadakan ketika tim nasional negaranya berhasil menjuarai Piala Dunia.
Lanjut baca...
Bencana melanda tim Italia di pertandingan ketiga mereka pada Piala Dunia 1998. Pada menit ke-4, Alessandro Nesta, salah seorang pemain bertahan terbaik mereka, mengalami cedera dan harus ditarik keluar.
Lanjut baca...
Sayang sekali, pertandingan final Piala Dunia 2006 tidak dikenang orang untuk gol yang hebat, kerja sama yang apik atau talenta yang luar biasa. Yang dikenang dari pertandingan puncak itu adalah sodokan kepala Zinedine Zidane terhadap dada Marco Materazzi.
Lanjut baca...
Salah satu statistik Piala Dunia yang paling mengecewakan menjadi milik pemain Polandia, Ernst Willimowski. Ia berhasil mencetak empat gol ke gawang Brasil pada kejuaraan tahun 1938, tetapi timnya tetap kalah 5-6!
Lanjut baca...