Ini juga pengalaman dari banyak orang di seluruh dunia yang telah “mati” terhadap cara hidup mereka yang lama sehingga Kristus dapat hidup melalui mereka. Kuasa rohani ini tidak tampak pada diri orang yang sekadar menambahkan iman kepada Kristus ke dalam kehidupan lama mereka.
Lanjut baca...
Saat Yesus tergantung di kayu salib Romawi, orang banyak mencemooh-Nya. Dia menolong orang lain, tetapi dapatkah Dia menolong diri-Nya sendiri? Apakah mukjizat tiba-tiba berakhir? Ini kelihatan seperti suatu akhir yang tak terduga dari seseorang yang memulai kehidupan publik-Nya dengan mengubah air menjadi anggur.
Lanjut baca...
Para murid begitu terkejut. Mereka mengharapkan Mesias mereka akan memulihkan kerajaan Israel. Pikiran mereka begitu tertuju pada kedatangan kerajaan mesianik yang politis sehingga mereka tidak menduga peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan keselamatan jiwa mereka itu.
Lanjut baca...
Orang Yahudi yang menjadi pengikut Kristus mulai beribadah bersama orang percaya dari bangsa-bangsa lain pada hari yang baru. Hari pertama dari suatu minggu, yaitu hari dimana mereka percaya Kristus telah bangkit dari kematian, telah menggantikan hari Sabat.
Lanjut baca...
Mereka mati demi pengakuan mereka bahwa mereka telah melihat Yesus sungguh hidup setelah kebangkitan-Nya. Mereka mati demi pengakuan mereka bahwa Yesus Kristus tidak hanya mati bagi dosa mereka, tetapi bahwa Dia telah bangkit secara fisik dari kematian untuk memperlihatkan bahwa Dia tidaklah seperti para pemimpin agama lain yang pernah hidup.
Lanjut baca...
Ketika salah satu murid Yesus meninggalkan dan mengkhianati Dia, para rasul yang lain lari untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Bahkan Petrus, yang sebelumnya telah bersikeras bahwa ia siap mati bagi gurunya, menjadi takut dan menyangkal bahwa ia pernah mengenal Yesus. Namun, para rasul itu kemudian mengalami perubahan yang dramatis.
Lanjut baca...
Sekitar tahun 55 Masehi, Rasul Paulus menulis bahwa Kristus yang telah bangkit dilihat oleh Petrus, keduabelas rasul, lebih dari 500 orang (banyak dari mereka yang masih hidup ketika Paulus menulis hal ini), Yakobus, dan dirinya sendiri.
Lanjut baca...
Batu yang sangat besar yang digunakan untuk menutup pintu masuk kubur telah digulingkan dan mayat Yesus telah lenyap. Ketika berita itu tersiar, dua orang murid Yesus berlari tergesa-gesa ke pekuburan itu. Kubur itu telah kosong, hanya ada kain kafan Yesus yang terlipat rapi di sana.
Lanjut baca...
Untuk memastikan bahwa murid-murid Yesus tidak dapat berkomplot dengan menyusun kabar burung tentang adanya kebangkitan, Pilatus memerintahkan agar meterai resmi pemerintah Romawi dibubuhkan pada kubur Yesus untuk memperingatkan para perampok kuburan. Untuk mempertegas perintah itu, para serdadu berjaga-jaga di sana.
Lanjut baca...