Kisah tentang Yesus

Info

Kamis, 11 Oktober 2018

Kisah tentang Yesus

Baca: 1 Yohanes 1:1-4; Yohanes 21:24-25

1:1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup—itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

1:2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.

1:3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.

1:4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

21:24 Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.

21:25 Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus. —Yohanes 21:25a

Kisah tentang Yesus

Saat masih kecil, saya senang mengunjungi perpustakaan kecil di wilayah saya. Suatu hari, sambil melihat-lihat rak-rak yang memuat buku-buku untuk dewasa-muda, saya sempat berpikir bahwa saya pasti bisa membaca setiap buku di sana. Antusiasme itu membuat saya lupa tentang satu fakta penting—buku-buku baru akan selalu rutin ditambahkan ke rak-rak itu. Sekuat apa pun usaha saya, tetap saja saya tidak akan dapat membaca buku-buku yang terlalu banyak itu.

Buku-buku baru akan terus terbit dan bertambah. Bisa jadi Rasul Yohanes akan dibuat takjub oleh tersedianya begitu banyak buku di masa kini karena lima kitab yang ditulisnya dalam Perjanjian Baru—Injil Yohanes; Kitab 1, 2, dan 3 Yohanes; dan Wahyu—ditulis tangan di atas gulungan-gulungan perkamen.

Yohanes menulis kitab-kitab itu karena didorong oleh Roh Kudus untuk memberikan catatan kepada umat Kristen sebagai saksi mata dari kehidupan dan pelayanan Yesus (1Yoh. 1:1-4). Namun, tulisan Yohanes itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang Yesus lakukan dan ajarkan dalam pelayanan-Nya. Yohanes bahkan berkata bahwa apabila semua hal yang Yesus lakukan itu ditulis “maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu” (Yoh. 21:25).

Pernyataan Yohanes terbukti benar sampai hari ini. Terlepas dari semua buku tentang Yesus yang pernah ditulis manusia, perpustakaan-perpustakaan di dunia ini tidak akan cukup besar untuk dapat menyimpan setiap kisah tentang kasih dan anugerah-Nya. Kita juga dapat bersyukur karena setiap dari kita mempunyai kisah kita sendiri tentang kasih Tuhan yang dapat kita bagikan dengan penuh sukacita untuk selama-lamanya (Mzm. 89:2)! —Lisa Samra

Dengan langit s’bagai kertas, batang pohon s’bagai pena, air laut s’bagai dawat, tiap orang penulisnya. Tak mungkin akan menuliskan kasih Allah yang besar, langit dari timur ke barat, tak akan memuatnya. —F. M. Lehman (kidung puji-pujian kristen, No. 27)

Kiranya hidupmu menceritakan tentang kasih dan anugerah Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 37-38; Kolose 3

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

53 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!