Wajah

Info

Jumat, 8 Juni 2018

Wajah

Baca: Galatia 5:22-26

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. . . . kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. —2 Korintus 3:18

Wajah

Ketika cucu kami, Sarah, masih kecil, ia berusaha menjelaskan kepada saya apa yang terjadi ketika seseorang meninggal: “Yang masuk surga itu cuma wajah kita, bukan tubuh kita. Di surga nanti kita punya tubuh baru, tetapi wajah kita tidak berubah.”

Tentu saja, konsep Sarah tentang keberadaan manusia dalam kekekalan itu masih pemikiran kanak-kanak. Namun sebenarnya, ia telah menangkap satu kebenaran yang penting, yaitu bahwa wajah kita, bisa dikatakan, merupakan cerminan kasatmata dari jiwa kita yang tak terlihat.

Ibu pernah mengatakan bahwa jika saya sering memasang raut wajah yang galak maka itu bisa menjadi tampang saya seumur hidup. Ibu memang bijak. Alis yang berkerut, mulut yang menyeringai, dan tatapan culas dari mata kita mungkin menunjukkan bahwa jiwa kita sedang merana. Sementara itu, meski keriput, kerut, dan perubahan fisik lainnya mulai menghiasi wajah kita, tetapi sorot mata yang teduh, raut wajah yang tenang, senyum yang hangat dan ramah bisa menandakan adanya hati yang telah diubahkan.

Tidak banyak yang bisa kita lakukan terhadap wajah yang kita miliki sejak lahir. Namun, kita bisa melakukan sesuatu untuk bertumbuh menjadi pribadi yang kita inginkan. Kita dapat berdoa agar kita makin memiliki kerendahan hati, kesabaran, kebaikan, toleransi, rasa syukur, kerelaan mengampuni, damai sejahtera, dan kasih (Gal. 5:22-26).

Oleh anugerah Allah, dan pada waktu-Nya, kiranya hatimu dan saya bertumbuh semakin menyerupai Tuhan kita, dan keserupaan itu tecermin pada wajah kita seiring dengan bertambahnya usia. Dengan demikian, seperti diungkapkan penyair Inggris, John Donne (1572-1631), kita bertambah tua “semakin indah hingga akhir hayat”. —David H. Roper

Tuhan Yesus, aku ingin semakin menyerupai-Mu dari hari ke hari. Tolonglah aku untuk rela dibentuk saat Engkau berkarya di dalam hatiku.

Tiada yang dapat menandingi keindahan hati yang penuh kasih.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 30-31; Yohanes 18:1-18

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

43 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!