Membungkam Kritik

Info

Kamis, 14 Juni 2018

Membungkam Kritik

Baca: Nehemia 4:1-6

4:1 Ketika Sanbalat mendengar, bahwa kami sedang membangun kembali tembok, bangkitlah amarahnya dan ia sangat sakit hati. Ia mengolok-olokkan orang Yahudi

4:2 dan berkata di hadapan saudara-saudaranya dan tentara Samaria: “Apa gerangan yang dilakukan orang-orang Yahudi yang lemah ini? Apakah mereka memperkokoh sesuatu? Apakah mereka hendak membawa persembahan? Apakah mereka akan selesai dalam sehari? Apakah mereka akan menghidupkan kembali batu-batu dari timbunan puing yang sudah terbakar habis seperti ini?”

4:3 Lalu berkatalah Tobia, orang Amon itu, yang ada di dekatnya: “Sekalipun mereka membangun kembali, kalau seekor anjing hutan meloncat dan menyentuhnya, robohlah tembok batu mereka.”

4:4 Ya, Allah kami, dengarlah bagaimana kami dihina. Balikkanlah cercaan mereka menimpa kepala mereka sendiri dan serahkanlah mereka menjadi jarahan di tanah tempat tawanan.

4:5 Jangan Kaututupi kesalahan mereka, dan dosa mereka jangan Kauhapus dari hadapan-Mu, karena mereka menyakiti hati-Mu dengan sikap mereka terhadap orang-orang yang sedang membangun.

4:6 Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati.

Ya, Allah kami, dengarlah bagaimana kami dihina. Balikkanlah cercaan mereka menimpa kepala mereka sendiri. —Nehemia 4:4

Membungkam Kritik

Saya bekerja dalam sebuah tim untuk menyelenggarakan acara tahunan bagi komunitas kami. Sebelas bulan kami habiskan untuk merencanakan setiap detail agar acara tersebut berhasil. Kami memilih tanggal dan tempat, menetapkan harga tiket masuk, dan memilih segala sesuatu dari penjual makanan hingga teknisi suara. Menjelang pelaksanaannya, kami menjawab pertanyaan publik dan menyediakan petunjuk. Setelah acara, kami mengumpulkan masukan. Ada masukan yang memuji, tetapi ada juga yang tidak mengenakkan. Tim kami mendengar antusiasme dan juga keluhan-keluhan dari hadirin. Masukan yang negatif terkadang membuat kami kecewa dan ingin menyerah.

Nehemia juga dikritik ketika memimpin sebuah tim untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Orang mengejek Nehemia dan mereka yang bekerja bersamanya dengan berkata, “Lihat tembok yang mereka bangun! Anjing hutan pun bisa merobohkannya!” (Neh. 4:3 bis). Tanggapan Nehemia telah menolong saya dalam menghadapi kritik: Alih-alih gundah atau berusaha menimpali, ia memohon pertolongan Tuhan. Alih-alih langsung membalas, Nehemia meminta Allah untuk mendengar bagaimana umat-Nya telah dihina dan meminta-Nya untuk membela mereka (ay.4). Setelah menyerahkan pergumulan tersebut kepada Allah, Nehemia dan rekan-rekannya melanjutkan pekerjaan pembangunan tembok itu “dengan segenap hati” (ay.6).

Kita dapat belajar dari Nehemia dengan tidak terusik oleh kritik yang ditujukan terhadap pekerjaan kita. Ketika dikritik atau diejek, daripada membalas karena marah atau sakit hati, kita dapat berdoa dan meminta Allah untuk menjaga hati kita dari kekecewaan sehingga kita dapat terus bekerja dengan segenap hati. —Kirsten Holmberg

Tuhan, tolong aku untuk menilai kebaikan dan keburukan dari kritik-kritik yang kuterima, selalu mempercayai-Mu, dan terus bekerja dengan segenap hati.

Allah adalah Pembela kita yang terbaik dalam menghadapi kritik.

Bacaan Alkitab Setahun: Ezra 9-10; Kisah Para Rasul 1

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

32 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!