Kasih yang Rendah Hati

Info

Rabu, 13 Juni 2018

Kasih yang Rendah Hati

Baca: Filipi 2:1-11

2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. —Matius 23:11

Kasih yang Rendah Hati

Ketika Benjamin Franklin masih muda, ia pernah membuat daftar berisi dua belas kebajikan yang ingin dicapainya sepanjang perjalanan hidupnya. Ia menunjukkan daftar itu kepada seorang teman yang kemudian menyarankan kepadanya untuk menambahkan “kerendahan hati” dalam daftarnya. Franklin senang dengan saran itu. Ia lalu menambahkan sejumlah panduan untuk membantunya dalam mencapai setiap kebajikan yang diharapkannya itu. Dalam tulisan Franklin, Yesus disebutnya sebagai salah satu pribadi rendah hati yang ingin diteladaninya.

Yesus menunjukkan kepada kita teladan yang terbesar tentang kerendahan hati. Kita membaca dalam firman Tuhan, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia” (Flp. 2:5-7).

Yesus menunjukkan kerendahan hati yang teragung. Meski hidup kekal bersama Bapa, Dia memilih untuk menanggung hukuman salib karena kasih agar melalui kematian-Nya, Dia dapat membawa setiap orang yang menerima-Nya masuk dalam hadirat-Nya yang penuh sukacita.

Kita meneladan kerendahan hati Yesus ketika kita melayani Bapa Surgawi dengan cara melayani sesama. Kebaikan hati Yesus memampukan kita melihat sekilas keindahan yang menakjubkan dari suatu sikap yang bersedia mengesampingkan kepentingan diri demi memenuhi kebutuhan orang lain. Memang tidak mudah untuk bersikap rendah hati di tengah dunia kita yang serba egois. Namun, ketika kita bersandar sepenuhnya pada kasih Yesus, Juruselamat kita, Dia akan memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk mengikuti-Nya. —James Banks

Juruselamat yang Agung, aku adalah hamba-Mu. Tolonglah aku untuk hidup dalam kasih-Mu dan menjadi berkat bagi orang lain hari ini.

Kita dapat melayani karena kita terlebih dahulu dikasihi.

Bacaan Alkitab Setahun: Ezra 6-8; Yohanes 21

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

45 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!