Bapa yang Sempurna

Info

Sabtu, 9 Juni 2018

Bapa yang Sempurna

Baca: Mazmur 27

27:1 Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

27:2 Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.

27:3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.

27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

27:5 Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.

27:6 Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.

27:7 Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!

27:8 Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.

27:9 Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!

27:10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

27:11 Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.

27:12 Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.

27:13 Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!

27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku. —Mazmur 27:10

Bapa yang Sempurna

Hari itu, di lorong pertokoan yang padat, saya sedang bergumul mencari kartu ucapan yang tepat untuk Hari Ayah. Meskipun saya dan ayah sudah berdamai setelah mengalami ketegangan bertahun-tahun, saya tak pernah merasa dekat dengan ayah.

Wanita di sebelah saya mengeluh dan mengembalikan selembar kartu yang sempat dibacanya ke rak. “Mengapa sih tidak ada kartu untuk orang-orang yang sudah berusaha sebisa mungkin mempunyai hubungan baik dengan ayahnya?”

Ia pergi dengan frustrasi sebelum saya bisa menanggapi. Yang bisa saya lakukan hanyalah mendoakannya. Sambil bersyukur kepada Allah yang telah menunjukkan bahwa hanya Dialah Bapa yang sempurna, saya memohon agar Dia menguatkan hubungan saya dengan ayah saya.

Saya juga rindu menjalin hubungan yang makin akrab dengan Bapa saya di surga. Saya ingin seperti Daud yang meyakini penyertaan, kuasa, dan perlindungan Allah (Mzm. 27:1-6).

Ketika Daud berseru minta tolong, ia tahu Allah akan menjawabnya (ay.7-9). Daud menyatakan bahwa meskipun orangtua duniawi bisa menolak, meninggalkan, atau mengabaikan anak-anaknya, Allah menyambut dan menerima kita tanpa syarat (ay.10). Daud menjalani hidup dengan kepastian akan kebaikan Allah (ay.11-13). Seperti kebanyakan dari kita, adakalanya Daud bergumul, tetapi Roh Kudus menolongnya tetap bertahan dalam kepercayaan dan ketergantungan kepada Allah (ay.14).

Kita pasti akan menghadapi masalah-masalah dalam hubungan kita dengan sesama di sepanjang perjalanan hidup ini. Namun, meskipun orang lain mengecewakan, menjatuhkan, atau menyakiti kita, kita tetap dikasihi dan dilindungi sepenuhnya oleh Allah, satu-satunya Bapa yang Sempurna. —Xochitl Dixon

Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Bapa yang selalu bisa kami andalkan.

Sebagai Bapa yang Sempurna, Allah takkan pernah mengecewakan, meninggalkan, atau berhenti mengasihi kita.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 32-33; Yohanes 18:19-40

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

32 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!