Mengikuti Pimpinan Allah

Info

Selasa, 8 Mei 2018

Mengikuti Pimpinan Allah

Baca: Keluaran 3:7-14

3:7 Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.

3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.

3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”

3:11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”

3:12 Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”

3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? —apakah yang harus kujawab kepada mereka?”

3:14 Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. —Matius 4:20

Mengikuti Pimpinan Allah

Pada bulan Agustus 2015, ketika sedang menyiapkan diri untuk berkuliah di universitas yang kampusnya berjarak lumayan jauh dari rumah, saya menyadari bahwa mungkin saya tidak akan kembali tinggal di rumah setelah lulus. Pikiran saya pun menjadi kalut. Bagaimana mungkin aku meninggalkan rumah? Keluargaku? Gerejaku? Bagaimana jika nanti Allah memanggilku pergi ke daerah atau negara lain?

Seperti Musa, ketika Allah memerintahkan dirinya menghadap “Firaun untuk membawa umat-[Nya], orang Israel, keluar dari Mesir” (Kel. 3:10), saya juga merasa takut. Saya tidak ingin meninggalkan zona nyaman saya. Musa memang menaati dan mengikuti perintah Allah, tetapi ia baru melakukannya setelah mempertanyakan Allah dan meminta agar orang lain saja yang pergi menggantikannya (ay.11-13; 4:13).

Lewat contoh Musa, kita bisa melihat apa yang tidak seharusnya dilakukan ketika kita merasa mendapatkan panggilan yang jelas. Sebaliknya, kita dapat berusaha untuk bersikap seperti murid-murid Yesus. Ketika Yesus memanggil mereka, mereka segera meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Dia (Mat. 4:20-22; Luk. 5:28). Merasa takut memang wajar, tetapi kita dapat mempercayai rencana Allah.

Tinggal jauh dari rumah masih terasa berat. Namun, saat saya terus mencari Allah, Dia membukakan pintu demi pintu kesempatan bagi saya, sehingga saya diyakinkan bahwa memang di sinilah seharusnya saya berada.

Ketika dibawa keluar dari zona nyaman kita, kita bisa memilih untuk melangkah pergi dengan enggan, seperti Musa, atau dengan sukarela seperti para murid—mengikuti Yesus ke mana pun Dia memimpin. Terkadang itu berarti meninggalkan hidup kita yang nyaman dan pergi hingga ratusan atau ribuan mil jauhnya. Namun, sesulit apa pun pilihan kita, mengikut Yesus itu sungguh sepadan. —Julie Schwab

Tuhan, mampukan aku untuk mengikut-Mu ke mana pun Engkau memimpinku.

Kita tidak dipanggil untuk menikmati zona nyaman kita.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 4-6; Lukas 24:36-53

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

34 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!