Sharing: Bagaimana Pengalamanmu Mengenal Tuhan Yesus Pertama Kali?

Info

Bagaimana pengalamanmu mengenal Tuhan Yesus pertama kali? Bagikan cerita kamu di dalam kolom komentar. Kiranya sharingmu dapat memberkati sobat muda lainnya.

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Aku & Allah: Perjalanan untuk Bertumbuh Semakin Mengenal-Nya, Sharing Kamu

28 Komentar Kamu

  • Pada saat saya mendengarkan Firman Tuhan, saya memang blm terlalu paham dengan Firman yg disampaikan itu, ketika saya ingin mempunyai diri sebagai orang benar dan percaya kepada Tuhan Yesus, saya berusa walah ada sedikit dosa yg saya tirui saat itu, tetapi saya juga mendengar bahwa Doa adalah permohonan kita kepada Tuhan, dan dapat dikabulkannya bagi orang yg percaya, mulai saat inilah saya rajin ke gereja dan selalu ingin menjadi orang benar dengan berdoa walau saya pernah melakukan dosa terhadap-Nya. semoga dengan ini saudara2 semakin dekat dan percata kepada Tuhan sampai selama-lamanya. Aminnnnn

  • Saya lahir di keluarga Kristen shingga sejak kecil saya sudah tau Tuhan Yesus & berbagai cerita tokoh2 di Alkitab. Tapi pngenalan saya akan Tuhan dimulai ketika keluarga saya mengalami msalah terlilit hutang.
    Saya yg masih SD memang tdk diberitahu oleh orgtua, tapi saya bsa merasakan bagaimana besarnya beban yg mreka hadapi. Sbgai anak pertama, orgtua sy slalu membawa saya ktika mnghadap Tuhan. Menaikkan pujian & berdoa memohon pertolongan Tuhan.

    Puji Tuhan, tangan Tuhan menuntun kami skluarga melalui smuanya itu. Hingga kini, Ia selalu menyertai kami sekeluarga dan proses tsb melahirkan pengalaman yg sangat berharga utk saya.

    Saya telah mlihat besarnya kasih setia & kuasa Tuhan. Sekarang saya hidup dengan keyakinan bahwa tangan Tuhan tdk pernah melepaskan kita anak2 Nya. Apapun badai hidup yg akan datang, saya tidak sendiri, namun ada Tuhan yg selalu jalan bersama saya. ❤

  • Saya bukan terlahir dikeluarga Kristen, bahkan sy dididik sangat taat untuk beribadah sesuai kepercayaan keluarga.
    Tidak ada satupun keluarga sy yg beragama Kristen sebelumnya.
    Saya adalah orang yang sangat keras kepala. Karena sy cenderung lebih mengikuti kemauan sendiri.
    Sama halny ketika dr sejak sekolah SD dan SMP sy adalah sekolah Kristen tetapi saya tidak pernah merespon dgn baik hanya semata sebagai mata pelajaran saja.
    Pada waktu tahun 2016 dimana sy sudah SMA saat malam entah mengapa saya tertarik untuk membuka alkitab, pdhal biasa sy hanya menyentuh alkitab untuk mengerjakan tugas sekolah.
    Ketika saya buka secara acak saya hanya agak kaget dengan kata2 yg tertulis pada alkitab tsb. Yaitu kitab Roma :
    “Roma 1:6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus”.
    Biasanya kata2 alkitab pada saat sy buka untuk mengerjakan tugas terasa biasa saja, tetapi kali ini berbeda.
    Seperti saya terpanggil dan saya terpilih oleh Tuhan yg saya tau tetapi tidak pernah saya kenali.. tidak pernah saya mau mencari tau.
    Dari situlah dimulai masa2 pengenalan saya lebih dalam dgn Tuhan Yesus dimana karna saya begitu keras kepala menolak tetapi selama seminggu lebih apa yg saya tanyakan ketika saya membuka alkitab sy mendapat jawaban, bahkan pada saat sy tidur sy selalu bermimpi tentang orang yang datang menjawab pertanyaan dan keraguan hati saya.
    Begitu banyak cerita, tetapi sy gambarkan sedikit mimpi saya yg sampai sekarang tidak bs sy lupakan.
    Sy bermimpi didepan sy ada sebuah kapal besar dan berwarna putih.. Dari kapal itu turun seseorang berpakaian jubah putih panjang yang tidak bisa saya gambar kan seperti saya melihat orang pada umumnya. Seperti Laki2 tetapi dy juga perempuan.. Kalau sy blg perempuan tetapi dy jg laki2, tinggi tetapi jg pendek.. Sangat susah mengambarkan tetapi sy tidak bisa melihat mukanya.
    Seperti ada sebuah matahari yg sangat terang sehingga saya tidak mampu menatapnya. Dia mengulurkan tangan kepada saya dan saya mulai berjalan menghampiri Dia namun begitu banyak beling2 dibawah kaki saya, dan saya terbangun.
    Begitulah mimpi saya.
    Setahun kemudian saya menerima Yesus sebagai juru slamat saya.. Tetapi sy baru dibaptis pada tahun 2015 seijin orang tua saya.
    Dan sekarang orang tua saya mulai bs menerima apa itu hidup ke Kristenan.
    Luar biasa penyertaan Tuhan dalam hidup saya, Tuhan itu baik dan rencanaNya selalu indah bagi saya.
    Dan saya berharap kedepanny keluarga saya bs menjadi keluarga Kristen seutuhnya.

  • Saya lahir di keluarga Kristen, tentunya saya dibawa ke sekolah minggu selalu dan sangat menyukai cerita2 alkitab. karena cerita2 itu, saat saya main atau sedih atau habis dimarahin ortu, saya akan cerita ke Tuhan Yesus seolah2 ia peri baik hati, peter pan, robin hood, seperti di cerita dongeng hehehee….Tapi cerita2 itu tinggal cuman cerita2 dongeng saja buat saya hingga saya mulai bekerja dan mulai menghadapi masalah2 yang berhubungan dengan hukum dalam pekerjaan sebagai seorang yang dewasa. Dicurangi & difitnah rekan kerja. kena PHK. pindah kerja. lalu sekolah lagi ke Australia untuk kesarjanaan. kerja lagi. traveling menjelajah banyak Negara, dsb. Dan semua itu membuat saya mengandalkan pertolongan Tuhan dan belajar hikmat Tuhan. Dan bila saya menoleh ke belakang, ternyata sejak saya balita hingga saya mulai bekerja, Tuhan benar2 memelihara dan melindungi saya dari bahaya secara tidak saya sadari. Kalau saya tidak dilindungi Tuhan, entah saya sudah mati berkali2 mungkin dalam berbagai peristiwa. sudah diperkosa atau kena perdagangan anak, dsb.. bahaya bukan dating cuman dari luar, tapi dari dalam rumah sendiri ( pembantu, supir, tukang, temen2 kakak lelaki, sepupu, paman & bibi ). Tapi itu semua waktunya Tuhan dan cara Tuhan yang unik untuk membuat kita memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus. dan bila hubungan itu dipupuk dengan baik, maka kita akan tumbuh menjadi pribadi yang berani, vocal, percaya diri penuh, nyali besar, tegas dan tahu persis apa yang dikehendaki dan bagaimana meraihnya 🙂 itu semua disebut : PRIBADI SUKSES. hehehee…. Kalo orang gajian aja mau bekerja dan mati bagi raja atau presiden yang jadi majikannya, Tuhan Yesus aja yang kita sembah sebagai Allah, sudah mati buat kita supaya kita bisa hidup merdeka penuh, meraih sukses dan selalu jadi pemenang dalam segala perkara. hohohooo…. Tuhan Yesus itu emang keren abis dah ! 😀 Hidup Tuhan Yesus ! Haleluya.

  • Saya terlahir dari keluarga Kristen, dari kecil saya diajarkan orang tua saya untuk berdoa dan mendengar Firman Tuhan, saya mengerti bahwa semua hal yang diberikan Tuhan itu sangat indah dan baik,
    tetapi ada masa-masa sulit yang membuat saya benar-benar down, dari saya kecil Sudah banyak masalah yang saya dan keluarga rasakan, dari mulai saya tidak mengerti dan sampai saya mengerti, tetapi walaupun begitu banyak masalah itu, Tuhan selalu campur tangan menolong keluarga saya, saya benar-benar merasakan tangan Tuhan bekerja untuk keluarga saya, mungkin prosesnya sangat lama, saya dan keluarga harus benar-benar merasakan sakit, menangis dan sampai benar-benar down, tapi saat itu juga saya dan keluarga merasakan Tuhan itu benar-benar ada. Saya percaya muzizat Tuhan itu selalu nyata bagi keluarga saya dan bagi semua orang yang percaya, dan kekuatan doa itu sungguh luar biasa, seperi firman Tuhan mengatakan doa orang benar bila dengan yakin di doakan sangat besar kuasa nya dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
    Tuhan Yesus Memberkati

  • Saya lahir dalam keluarga Kristen yang dari sejak kecilnya saya sudah ditanamkan ajaran Alkitab dalam hidup saya. Terlebih lagi saya bersekolah di sekolah Kristen yang sangat luar biasa. Saya mengenal secara pribadi bahwa Tuhan adalah juruselamat saya saat ketika saya merasa sendiri, merasa tidak berguna, disitu saya mengalami pencobaan yang saya rasa tidak sanggup untuk menghadapinya. Tetapi saat itu saya yang sejak kecil sudah mengetahui dan memahami Tuhan Yesus, percaya bahwa segala sesuatu nya adalah milik Tuhan. Dan saya pun belajar untuk berserah pada-Nya bagaimanapun keadaan saya. 🙂

  • Saya terlahir dari keluarga orgtua saya berbeda agama. Waktu kecil saya mempelajari kedua agama orgtua saya. Ayah saya kristen dan ibu saya muslim. Masa kecil saya dilewati dgn kebahagian tetapi hati saya terombang ambing sampai2 diraport sekolah saya untuk identitas agama selalu di tip-x krna agama berganti2. Karna saat itu saya masih kecil saya masih ikut saja apa kata keluarga. Saya tinggal dekat dengan keluarga ibu saya . Jadi saya sering mendapatkan didikan dan pengajaran agama muslim.hari terus berlanjut saya semakin dewasa dan tetap di hati dan fikiran saya terombang ambing.hingga saya sma Tuhan Yesus datang menyapa saya.Dhasyatnya Tuhan Yesus bisa menarik hati saya untuk mendekatiNya . Saya merasa nyaman saat saya berkumpul dengan teman2 pemuda gereja. Semakin hari semakin sering ke gereja. Hingga tamat sma saya pindah ke kota kakek saya saya kuliah disana di perguruan tinggi khatolik semaki hari semakin sering berdoa. Saat kuliah saya mengakui iman percaya saya. Dikota ini saya mengenal teman laki2 kristen dan dia sering membawa saya ke kegiatan pemuda gereja mereka. Dia mengajari saya semakin mengenal Tuhan Yesus. Luar biasa penyertaan Tuhan dalam hidup saya mengatur jalan kehidupan saya yg awalnya tidak mau mengenal Yesus hingga saya menjadi semakin dekat dengan Yesus. Kehidupan saya semakin diberkati Tuhan mengirimkan laki2 yg tepat untuk menjaga mengajarkan saya dalam kehidupan hingga kami dipersatukan Tuhan dalam ikatan pernikahan. Sungguh baik Tuhan Yesus kepada saya tidak ada yang mustahin bagi Tuhan. Didalam nama Yesus doa kita terwujud. Amin

  • Puji Tuhan.
    Saya berasal dari keluarga Kristen. Walaupun hubungan kedua orang tua saya kurang harmonis tetapi mereka menetapkan waktu Saat Teduh Keluarga setiap pagi dinihari sebelum saya dan saudara dan saudari saya mandi dan berangkat ke sekolah. Saya percaya bahwa hal ini adalah berkat kasih karunia dari Tuhan Yesus sebagai persiapan hidup saat teduh pribadi dan rumah tangga saya kelak di perantauan.
    Setelah mengalami pergumulan gambaran figur seorang bapak yang sudah hancur sejak saya kecil yang menyebabkan saya sulit menyapa Allah di surga dengan panggilan Bapa dan kekecewaan karena hubungan orang tua yang kurang harmonis, tepat pada usia 22 tahun di Kota Yogyakarta saya mengalami kelahiran baru setelah mendengarkan kebenaran firman Tuhan dari seorang hamba Tuhan yang khusus melayani kaum remaja dan pemuda. Rasanya seperti rantai kepahitan hidup yang selama bertahun-tahun membelenggu saya dihancurkan dengan kuasa darah dan iman kebangkitan Tuhan Yesus. Sejak itu, saya dipimpin untuk mengampuni dan menerima keberadaan kedua orang tua saya dan bahkan bersama istri saya sekarang dipimpin untuk terus mendoakan pemulihan dan bersatunya hati mereka semua pada masa tuanya tepat pada waktu-Nya yang indah.
    Sekarang saya dengan istri bersama beberapa orang rekan sekerja misi Kristus menerima kasih karunia dengan ikut ambil bagian dalam pelayanan misi pemberitaan Injil Kerajaan Allah dan pengajaran tentang Tuhan Yesus Kristus di Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
    Percayalah, Tuhan Yesus adalah Allah yang setia dengan janji-Nya yang memulihkan hidup pribadi dan keluarga anak-anak yang dikasihi-Nya.
    Amin

  • Sy memang terlahir dari keluarga yang beragam kristen protestan mulai dari tete nene moyang kami semuanya memang awalnya beragama kristen protestan.. jadi sejak kecil pun sy sudah d ajarkan tentang Alkirab dan semua ttg Firman Tuhan dan kebenarannya..
    seiring berjalannya waktu, hingga dewasa pun sy tetap beriman hanya kepada 1 Tuhan yaitu Tuhan Yesus.. dan ada banyak sekali kejadian atau bisa di katakan Mujizat hidup yg sy alami yg sangat memperkuat iman sy kepada Tuhan Yesus. salah satunya ketika ayah sy di fonis meninggal 3 hari stlah masuk RS, karena tidak ada penyakit pd ayah sy yg bisa d prediksi dokter, tapi istilahnya di santet oleh teman kerja nya sendiri yang masih meeupakan keluarga juga bagi kami, karena iri hati kepada ayah saya. Dan hari d mana ayah sy meninggal kami sangat terpukul kami menangis kami meratapi kami tdk bisa berbuat apapa lagi kami pikir kami tdk bisa hidup tanta sosok ayah dlm keluarga kami, tapi entah kenapa kami tersadar untuk ttp memuji Tuhan, yg sangat kami ketakutan dan kami menghilangkan rasa takut kami dengan bernyanyi dan berdoa di depan mayat ayah kami saat itu.. dan seketika sj hampir 10menit ayah kami telah meninggal di bangkitkan lagi oleh Tuhan Yesus, sungguh sangat luar biasa pada saat itu. Dan kami sangat bersyukur ternyata Tuhan Yesus masih mempercayakan Ayah kami bersama-sama dengan kami. sungguh sangat luar biasa.. sejak saat itu ayah sy benar-benar pulih dr santet oleh teman kerja nya itu. dan ketika kami berpapasan d jalan dengan orang yg membuat ayah sy menderita itu, kami tersenyum kepada nya dan menyapa nya, tidak ada sekalipun keinginan dlm hati kami sekeluarga untuk membalas dendam kepada orang tersebut, karena Kami sudah sangat bersyukur ayah kami masih hidup dan kembali bersama kami. kalau bukan karena Pertolongan dan Penyertaan Tuhan kami pasti sudah ilang akal dan membalas perbuatan kejinya orang itu. tetapi Mujizat Tuhan terjadi pada kami yg membuat kami mampu Mengampuni orang tersebut. Dan banyak mujizat yg sy alami yg membuat sy percaya bahwa Tuhan yesus yg kami imani sungguh nyata dan luar biasa, dan sampai mati pun sy tetap mengimani 1 Tuhan yaitu Tuhan Yesus. Halleluyah. Amin.

  • saya lahir dari keluarga kristen, datang ke gereja, memuji Tuhan. dulu yang saya tau dtng ke grja itu cuma sekedar rutinitas sampai saya mulai ikut oganisasi di gereja, Tuhan buka hati saya sungguh lawatan Tuhan itu benar² terjadi di kehidupan saya, roh kudus dengan lembut masuk kedalam hati saya. saat penyembahan itulah saya mulai mengenal Tuhan. memang saat ini saya masih belajar tapi saya merasakan Tuhan itu ada disaat apaun kehidupan saya dan saudara yang percaya kepadaNya. Dia ga bakal ninggalin kita, Dia itu ada, Tuhan ga tidur, maka dari itu mintalah maka akan diberikanNya. itulah menjadi pegangan saya. dan sekarang saya tau memuji dan menyembah Tuhan itu bukan sekedar datang ke gereja, nyanyi, dengar firman Tuhan aja tapi kita bisa memuji dan menyembah Tuhan dimanapun dengan segenap hati kita jangan pernah tanggung² memuji Tuhan sampai kita merasakan kalau Dia ada dan rohNya bekerja. teman² ayo kita bangun hubungan dengan Tuhan, Tuhan mau dengar suara kamu Tuhan rindu kamu menyembah dia. urapan Tuhan menyertai kamu seumur hidupmu. segitu aja mungkin yang birsa di share, Tuhan Yesus memberkati.

  • Bicara tentang pengalaman dalam mengenal Tuhan, mungkin bisa dikatakan pernah, mungkin juga tidak. Mengenal Tuhan secara pribadi dimulai dari keluarga yang juga sudah kenal Tuhan (tentu beragama kristen). Sejak kecil sudah diajarkan ttg siapa itu pencipta dan siapakah Tuhan yg harus kita sembah. Meskipun dengan pemahaman yg terbatas, tapi paling tidak sedikit tahu gambaran besar siapa itu Tuhan. Hingga beranjak dewasa, mulai ambil keputusan terima Tuhan, dibaptis, dan masuk sekolah Teologi, bukan menjadi patokan pertama buat saya bahwa saya sudah kenal Tuhan. Lah kok bisa? Jawaban saya bisa. pertama kali ambil keputusan terima Tuhan karena pada saat itu momentnya hanya dorongan emosi sesaat. Bukan karena berdasarkan pemahaman yang benar ttg pribadi Tuhan. Lantas saya mulai berpikir, kalau begitu manakah yg lebih dulu harus dilakukan. Kenal Tuhan dlu baru terima Tuhan?. Atau terima Tuhan dulu baru perlahan perlahan belajar kenal Tuhan?.
    Kalau saudara pernah melakukan yang mana dari antara dua pilihan tersebut? 🙂
    Kalau saya waktu itu pilih option “terima dulu, baru belajar perlahan mengenal Tuhan”. Mungkin istilah ini lebih tepatnya seperti “beli kucing dalam karung”. Menerima sesuatu yg belum kita kenal betul secara mendalam. Hingga saat itu pikiran saya terdoktrinisasi (sediki menggunakan istilah teologi, biar terlihat ilmiah :)), saya ambil keputusan utk sekolah teologi dengan tujuan saya bisa tahun secara mendalam

  • Merry Irene Afriyanti Nainggolan

    Saya pertama kali percaya bahwa Tuhan itu ada, saat keluargaku mengalami keterpurukan yang luar biasa. Usaha bengkel motor papaku yang sudah lumayan besar di waktu itu tiba2 jatuh disusul dengan papaku yang mengalami kecelakaan dan lukanya sangat parah, sampai kami tidak menyangka bahwa papaku masih bisa di selamatkan. Sejak kecil aku memang sudah di kenalkan dengan Tuhan Yesus terlepas dari mamaku yang notabanenya ada pelayan Tuhan. Aku sudah terbiasa dengan Ibadah2 di gereja, ibadah pemuda, ibadah rumah tangga, ibadah doa syafaat bahkan saat teduh dirumah dengan mamaku. Tapi aku melakukannya hanya sebagai rutinitas. Hingga aku sampai ke titik dimana usaha keluarga ku benar2 hancur, sampai kami tidak tau harus makan dan cari duit dari mana. Disitulah saya menjerit kepada Tuhan, saya menangis kepada Tuhan, saya minta ampun kalo selama ini aku belum sungguh2 sama Tuhan, kalo selama ini aku hanya ikut2 karna mama saya seorang pelayan. Disitu saya memohon ampun sama Tuhan. Saya mau Tuhan bantu keluarga saya. Waktu berlalu keadaan keluarga ku mulai membaik. Papaku sudah sembuh dan mendapat pekerjaan. Tapi keadaan keluarga kami tidak selamanya baik, Tuhan selalu uji kami. Papaku yang menjadi karyawan disebuah perusahaan yang gajinya lumayan membuat dia lupa diri. Papa ku melenceng dari jalan Tuhan, dia suka mabuk dan suka kasar terhadap mamaku. Hampir setiap malam mereka bertengkar. Aku kasihan terhadap mamaku. Saat itu aku sebagai anak pertama dan duduk di bangku SMA merasa Tuhan sudah jauh dan tidak memperhatikan kami. Aku benci papa ku saat itu. Aku ingin papa ku mati saja agar dia tidak menyakiti mamaku lagi. Tapi, mamaku mengajarkan ku untuk tidak dendam melainkan menaruh kasih sama seperti Tuhan yang selalu mengasihi. Mamaku mengajarkan ku untuk tetap mendoakan papaku, mengasihi papaku. Hingga saat ini, papaku keadaannya sudah membaik. Banyak pengalaman hidup ku yang membuat aku percaya bahwa Tuhan Yesus itu bener2 ada. Tuhan itu hidup. Tuhan itu baik dan teramat baik. Sekian cerita saya, maaf kalo berantakan:). Semoga terberkati. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

  • saya awalnya bukan berasal dari keluarga kristen, saya mengenal Tuhan saat awal masuk SMK. saya sebelumnya adalah orang yang nakal, tidak tau aturan, emosional, dan segala hal yg saya kejar adalah hal dunia. saya tidak takut akan tuhan ataupun dosa. tapi hanya ada satu hal yg saya tanyakan dlm diri saya “mau sampai kapan seperti ini?”, saya tidak menemukan cara untuk berubah, sekalipun tekad kuat. saya hanya punya rasa ingin tau, siapa itu Tuhan? dan mengapa Tuhan itu ada dan menciptakan manusia?. saya blm menemukan jawabannya, hingga saya bertemu tman yg mengajak saya ke greja. saya merasa damai dan merasakan hadirat Tuhan, saya bertobat dan pada minggu ibadah ke 3 kalinya saya datang, di adakan KKR kitab kehidupan. di saat itu saya memutuskan untuk di baptis dan mengikut Tuhan. walaupun baru sebebtar saya ke greja, saya ingin terus bersama-Nya dan tidak lepas dari-Nya. Dan saya akhirnya perlahan dari karakter lama saya berubah menjadi fokus hanya ke Tuhan. saya bersyukur dan sangat berterima kasih dengan Tuhan karena kasih-Nya yg begitu besar mengubah kan saya ke Jalan-Nya yang penuh kebenaran. Thankyou Jesus for all

  • Aku lahir di keluarga Kristen dan besar sebagai seorang anak yang penuh dengan rasa ingin tahu. Sampai suatu hari, aku sudah berumur 14 tahun, dan orang tuaku memintaku untuk dibaptis. Aku memikirkannya — dan menolak permintaan tersebut. ‘Aku belum siap’, kataku. Memang, aku belum pernah menjadi orang Kristen saat itu.

    Sampai suatu kali, aku masuk SMA — sebuah SMA Kristen. Berkenalan dengan teman-teman baru karena aku pindah sekolah. Ternyata aku bersahabat dengan seseorang (sebuah saja namanya René) yang juga memiliki rasa ingin tahu dan logika yang baik. Lantas, kami berteman dan dia membuat aku memikirkan ulang segala sesuatu yang aku selama ini diajar untuk percaya. Aku menjadi seorang agnostic; jika orang tanya tentang keberadaan Tuhan padaku saat itu, aku akan menjawab ‘tidak tahu’. Namun, kekristenan menarik sekali — dapat difalsifikasi dengan membuktikan bahwa Kristus tidak bangkit (cek 1 Korintus 15).

    Sampai suatu hari, ketika aku ke gereja (ya, aku masih ke gereja hanya untuk mempertahankan kemampuan Bahasa Inggris saja — aku datang ke ibadah Bahasa Inggris) aku berdiskusi dengan seorang penginjil, dan ia memberi beberapa rekomendasi buku yang baik. Salah satunya berjudul The Case for Christ (ditulis Lee Strobel). Melalui buku inilah (sekarang sudah ada filmnya, aku tidak ingin spoiler dengan menceritakan isinya disini) Tuhan memanggil aku: ‘Jess, mau berapa lama lagi hidup secara inkonsisten?’

    Aku tertegun. Berbagai argumen kalah. Bahkan konsistensi logis yang selama ini aku berusaha pegang, kini aku menggagalkannya. Aku tidak punya pilihan lain — selain mengakui bahwa Kristus bangkit, dan orang-orang Kristen bukan orang paling malang sedunia (Aku lah yang paling malang sedunia jika aku tidak menjadi Kristen).

    Perlahan namun pasti, aku belajar sedikit demi sedikit mengenai teologi Kristen, salah satunya mengenai sifat Allah yang konsisten — jauh lebih konsisten secara logis daripadaku. Sekarang, aku sudah tiga tahun menjadi orang Kristen, dan setiap perayaan paskah aku tidak pernah berhenti berkata, ‘Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka kami, para Kristen, adalah orang-orang paling bodoh dan malang dalam sejarah umat manusia. Selidikilah bagi dirimu sendiri, apa benar demikian!’

  • Sejak lahir saya sudah menjadi Kristen. Saya tau Tuhan saya Tuhan Yesus, tetapi saya mulai mengenal Yesus dan benar benar percaya bahwa Yesus itu adalah Tuhan saat saya mendapat ayat alkitab ‘Matius 21:22’ . Awalnya saya rasa itu hanyalah sebuah ayat biasa, namun lama kelamaan saya merasa bahwa itu adalah anugerah Tuhan. Tuhan benar benar memberi APAPUN yang saya minta dalam doa. Tuhan menunjukkan kuasaNya ketika kita benar benar percaya padaNya.

  • Saya dilahirkan dan dibesarkan di keluarga non-Kristen (saksi Yehuwa/saksi Jehovah). Banyak orang yang menganggap bahwa saksi Yehuwa itu hanyalah salah satu aliran Kristen, padahal sama sekali bukan. Jadi sejak kecil saya diajar untuk mengenal Yesus, dan diajar kalau Yesus itu bukanlah Tuhan. Saya ingat sekali, sewaktu berumur 8 tahun, saya pernah memimpin doa dalam acara keluarga, dan di dalam doa saya, saya sebut nama Tuhan Yesus. Setelah saya berdoa, saya ditegur keras oleh Papa Mama saya bahwa saya tidak boleh berdoa kepada Tuhan Yesus, hanya boleh berdoa kepada Tuhan Allah (Yahweh). Dan ada banyak hal yang berbeda dari Saksi Yehuwa. Mulai dari dilarang merayakan Natal, Paskah, dilarang hormat bendera, dilarang ikut pemilu, dilarang merayakan hari raya (seperti Tahun Baru, HUT RI dll). Alkitab Saksi Yehuwa kata-katanya sangat berbeda dengan yang dimiliki orang Kristen pada umumnya. Dan, ini artinya bahwa saksi Yehuwa adalah suatu agama, bukan aliran Kristen.

    Sejak saya masih kecil, saya diajar untuk “memberitakan injil” kepada semua orang, terutama orang Kristen. Tapi, sebenarnya, saya “menginjil” agar orang lain bisa menjadi saksi Yehuwa juga. Ya, masih banyak hal lagi yang membuktikan bahwa saksi Yehuwa bukanlah orang Kristen.

    Saya “berjumpa” dengan Tuhan Yesus dengan cara yang sangat sederhana. Yaitu, saya sering berdebat dengan orang Kristen mengenai berbagai doktrin, dan ternyata, saya sering kalah debat, karena apa yang dikatakan orang Kristen itu sepenuhnya benar. Dan, setelah saya merenung selama berhari-hari, akhirnya saya menyadari bahwa selama ini saya berada dijalan yang “salah”. Saya selalu membaca dan membaca apa yang Saksi Yehuwa dan orang Kristen ajarkan. Dan, hal itu malah membuat saya memiliki alasan yang sangat kuat untuk meninggalkan jalan yang pernah saya tempuh.

    Pada tanggal 26 Desember 2013, untuk pertama kalinya saya mengakui Yesus sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT saya. Sejak saat itu, hidup saya tidak pernah sama lagi seperti dulu. Dan, sewaktu orang tua saya mengetahui kalau saya telah dibaptis menjadi orang Kristen, orang tua saya marah besar. Dan saya hampir saja tidak diakui sebagai anak oleh orang tua saya. Lambat laun, orang tua saya akhirnya menerima saya sebagai orang Kristen yang berbeda dengan saksi Yehuwa. Dan, kehidupan saya sekarang lebih berwarna, sejak Tuhan Yesus masuk dalam hati saya. GBU…

  • Dulu semasa saya kecil, saya sering diejekin teman dengan kata “boneng” dan nama jelek lainnya. Saudara perempuan saya juga sering becanda bilang kalau saya anak pungut dan bodoh. Seiring berjalannya waktu sampai saya dewasa kata itu tertanam di bawah alam sadar saya dan dampak negatifnya saya tumbuh menjadi gadis yang tidak percaya diri dan merasa tidak dikasihi siapapun.

    Saya selalu merasa tertolak di dalam segala kondisi. Saya tumbuh menjadi gadis yang pendiam dan gampang marah. Kata-kata yang kedengarannya sepele itu ternyata mampu mempengaruhi kehidupan bahkan pola pikir saya hingga dalam satu momen yang terjadi di malam itu, semuanya membuat hidup bahkan pola pikir saya berubah 180 derajat.

    Waktu itu ada acara di sebuah gereja tetangga. Saya mendapat undangan. Sebenarnya saya malas datang karena saya merasa asing sendiri disana namun demi bisa bertemu dengan seseorang yang sudah hampir 5 tahun lebih saya sukai, saya datang bersama teman saya. Namun itu ternyata momen dimana saya tidak cuma bertemu dengan orang yang pertama x saya sukai namun lebih dari itu saya bertemu dengan kekasih jiwa saya yaitu Yesus Kristus. Disitu pertama kali saya terima Dia sebagai Tuhan dan Juru Slamat Pribadi saya. Sejak saat itu, hari demi hari hidup saya diubahkan. Dia membuat saya merasa berharga dan penting. Dia membuat saya mengerti arti kasih yang sesungguhnya. Dia menerima saya apa adanya. Oleh karena Dia, saya memiliki alasan kenapa saya harus hidup dan memberikan saya pengharapan yang membuat saya memandang hari esok.

    Dia satu-satunya Pribadi yang membuat saya tidak pernah ragu dan tidak takut merasa kepedean untuk bilang kepada dunia bahwa saya dicintai oleh-Nya. Mungkin dunia menolak saya dan menganggap saya tidak penting, tetapi Dia membuat saya berharga walau apapun yang telah saya perbuat. Dia bilang sama saya : “I love you just the way you are”

    Kasih-Nya mengajarkan saya untuk mengasihi sesama saya, sekalipun saya ditolak atau disakiti. Kasih-Nya membuat saya ingin melayani orang-orang terluka, karena Dia ingin saya mengatakan kepada mereka bahwa Dia juga sangat mengasihi mereka. Kasih-Nya mengajari saya bagaimana cara berbicara yang penuh kasih seperti Dia. Dia mengajarkan saya bahwa ucapan yang positif mampu mengubahkan hati dan hidup seseorang.

  • Yessi Oktari Munthe

    saya sejak kecil sudah terlahir dari keluarga kristen.Orang tua saya sudah menyuruh kmi anak2nya untuk pergi ke gereja sejak kecil.
    saya rajin pergi ke skola minggu dan mengikuti semua kegiatan yang diadakan kakak pengajar sekolah minggu yang saya berpikir bahwa itu hanya prioritas umat kristen untuk pergi ke greja.
    saat saya SMP saya malas sekali pergi ke gereja karena saya merasa percuma pergi kesana toh saya tetap cenggeng,pemarah,egois dan berpikir negatif masa SMP saya tidak terlalu penuh sukacita dan setiap ada masalah saya tidak berdoa melainkan mengeluh karena saya belum mengerti arti berdoa itu apa.
    saat saya SMA saya masuk asrama berpendidikan militer yang merubah gaya hidup saya 180 derajat dan saya sudah jauh dari orangtua saya,saat itu saya bingung mengadu kepada siapa alat komunikasi saya tidak punya.
    saya pun berdoa dengan sungguh2 kepada Tuhan agar diberi pengharapan dan kekuatan saya senang melakukan hal tersebut setiap ada masalah saja.
    pada saat saya kelas 3 SMA saya dibaptis dan setelah dibaptis saya saya semakin penasaran siapakah itu Yesus dan sekarang saya mengerti bahwa Yesus itu ingin kita berkomunikasi kepada kita itu setiap hal apapun yng terjadi pada kita dan tidak hnya saat kita sedih untuk mengingatnya tapi saat senang dengan doa ucapan syukur.
    saya percaya Tuhan Yesus dalam hidup saya.saya mau berserah kepada Tuhan dan pasti kehidupan saya aman dan jauh dari hal negatif dalam hidup saya.
    ILove Jessus

  • Saya Kristen KTP. Mengenal kekristenan sebagai budaya. Saya selalu merasa berdosa dan hidup sekuler.
    Singkat cerita saya mengejar seorang wanita yg sy sukai sekali. Selalu ditolak. Saya berdoa khusyuk sekali. Rajin berdoa gara2 ngejar cewe.
    Sampai suatu saat, sy membaca Wahyu 3:20
    “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”
    Entah kenapa,saya tiba2 merasa bahwa Tuhan Yesus sebetulnya yg melakukan hal yg sm ke hati saya. Namun sy nya yg tidak pernah buka pintu. Lalu saya berdoa, “Tuhan Yesus,sekarang pintu hati saya. Saya buka,masuklah,saya pengen makan bersama denganMu. Tinggalah di hati saya. Ruang hati sy yang saya simpan hanya untuk perempuan pun sy serahkan kepadaMu. Milikilah hati saya sepenuhnya.”
    Semnjak itu saya merasakan dengan jelas bahwa Yesus Kristus itu Allah yg hidup! Allah yg perkasa, raja kebenaran. Saya merasa sangat dikasihi.
    Lewat kisah hidup saya,akhirnya saya menemukan kekasih,kekasih abadi saya. Yesus Kristus 🙂

  • Saya seorang Kristen sejak lahir. Sejak kecil saya rajin ke gereja, mengikuti sekolah minggu dan banyak kegiatan rohani lainnya.
    Namun, seiring berjalannya waktu, saya merasa hampa dan merasa bahwa semua itu hanyalah rutinitas saja.
    Meninggalnya mama saya juga menambah sederetan kekecewaan saya pada Tuhan.

    Singkat cerita, saat saya berkuliah di sebuah kampus Kristen di Surabaya, saya mengikuti Retret mahasiswa. Retret tersebut dilaksanakan di awal semester ke-2 saya.

    Dalam sebuah KKR, saya menangis dan merasakan Tuhan hadir dan memeluk saya. Pengkhotbah KKR itu berkata “Tuhan telah menjadi mama terbaik untukmu. Tuhan telah menjadi papa terbaik untukmu. Tuhan menjaga dan memelukmu”. Saya tahu kalimat itu ditunjukan kepada semua orang yang mengikuti KKR. Tapi mengapa saya merasa kalimat itu langsung ditunjukan kepada saya? Saat itu, saya menangis dan memohon ampun kepada Tuhan. Di doa malam itu, saya sudah berkata untuk menyerahkan diri saya percaya kepada Tuhan Yesus walau saya masih belum tahu akar permasalahan kekecewaan saya yang paling utama.

    Selesai KKR, kami ada sesi api unggun. Saat itu, ada seorang lelaki 1 angkatan di atas saya, mencari nama saya “Agnes”. Dan dia berkata, “aku butuh ngobrol dengan kamu setelah ini”. Tentu, saat itu saya agak takut, karena saya gak kenal dia sebelumnya. Ditemani seorang panitia bagian Doa Pemerhati, kami ber3 ngobrol.

    Dia berkata “saat KKR tadi, Tuhan terus berkata namamu ditelingaku. Aku berbahasa roh dan mendengar Tuhan bilang “Aku harus bertemu dengan kamu dan mengatakan ini”.
    Mengapa aku? Bisa saja ada Agnes-Agnes yang lain di tempat ini. Toh, nama Agnes di sini sanngat banyak. Pikirku dalam hati.
    Saya masih gak percaya dengan kalimat-kalimat awal pembicaraannya. KArena berasa dari gereja yang tidak terlalu familiar dengan “Bahasa Roh”. Saya tetap mendengarkan ceritanya. Dan dia pun mulai bercerita tentang SEMUA Masa laluku. Dia mengatakan penyebab kepahitanku kepada Tuhan. Dia mengatakan alasan dibalik semua kekecewaanku. Orang ini tidak kenal saya sebelumnya. Tidak juga tahu tentang kehidupan saya. Tapi mengapa malam itu, seolah-olah dia sudah mengenal saya sejak lahir??? Bahkan dia seolah-olah bisa membaca isi hati saya yang terdalam, yang bahkan saya pun tidak menyadarinya.

    Hal yang menurutku “Supranatural” itu membuat saya menangis. Dan menyadari bahwa dibalik ini semua, saya menyimpan kekecewaan mendalam pada Tuhan karena kepergiaan mama saya saat saya berumur 5 tahun. Pembicaraan kami malam itu ditutup dengan doa.
    Dan besok paginya saya mulai konseling dengan hamba Tuhan di kamp tersebut.

    Singkat cerita, sejak saat itu, kekecewaan saya perlahan mulai hilang. Hal-hal rohani yang saya lakukan tidak lagi seperti sebuah rutinitas.
    Kamp berakhir, dan saya hanya bertemu beberapa kali dengan cowok tersebut. Itu pun hanya sebatas “papasan” di gedung kampus.
    Walau sejak kecil saya kurang familiar dengan hal-hal berhubungan dengan “bahasa Roh”. tapi sejak malam itu, saya percaya bahwa Tuhan menjamah dan menangkap kita lewat berbagai cara yang sangat unik dan kreatif. Bahkan hal-hal yang diluar batas berpikir kita manusia.

  • Saya lahir dari keluarga kristen dan puji Tuhan saya dibesarkan dengan pengajaran kristiani. Seperti kebanyakan org, semasa kecil saya hanya mengikuti kebiasaan org tua untuk membaca frman Tuhan, memuji Tuhan dalam hal ini menyanyikan lagu rohani dan berdoa. Namun hal itu saya lakukakn tanpa mengetahui maksd dn tujuannya. Seiring berjalnnya waktu, memasuki masa smp dimana saya berada dalam posisi mulai mengerti apa gunanya membaca firman Tuhan. Namun karena masih berpikiran dalam masa remaja, hal-hal tersebut saya lakukan namun sebatas dilakukan krna yang saya pikirkan hnyalh kehudpan duniawi. Dan ktika branjak mnju siswi sma akhirnya saya btul2 mengerti apa tujuan org tua saya mengajrkan saya dari kecil untuk berdoa, memji Tuhan dan membaca firmn.. Bukan tentang kata2 yang indah yg saya naikkan kepada Tuhan namun bagaimna saya dapat membngun relasi saya dengan Tuhan dlm masa muda ini. Dn sya sadar bahwa banyak hal luar biasa yg Tuhan brikan bagi saya, dn sejak saat itu saya mengambil pilihan utk terus memprkuat hubungan saya dengan Tuhan karena dr Tuhan sya dikuatkan.

  • pada saat saya benar’ merenungkan tentang pengorbanan Tuhan yang begitu luar biasa yaitu mati di kayu salib dgn segala hinaan, siksaan krn dosa ku.
    terimakasih banyak Bapa utk kasih Mu yg sangat luar biasa. I LOVE U

  • Saya pertama kali mengenal Yesus Kristus ketika saya menerima sebuah buku renungan yang dibelikan oleh Mama saya. Nama buku renungan tersebut adalah Spirit Junior. Ketika itu usia saya sekitar 9 tahun. Saya dan adik saya setiap hari membaca renungan itu, dan ayat hapalan setiap hari saya hapal, karena malam hari Mama saya selalu berkata ayat itu setiap hari harus kalian hapal. Sebelum tidur kami akan mengucapkan ayat hapalan itu tanpa melihat Alkitab. Ketika itu saya sangat senang karena mengenal Yesus melalui renungan tersebut sangat memberkati saya hingga saat ini. Tuhan Yesus memberkati kalian dengan kesaksian saya.

  • Shalom. Saya terlahir dan dibesarkan dengan agama Kristen. Sejak kecil sudah dibekali dgn Firman Tuhan yang didapatkan dari sekolah minggu ataupun yang diajarkan oleh mama. Walaupun sudah mengenal siapa itu Allah namun secara khusus waktu itu belum menerima keselamatan yg dianugerahi oleh Yesus. Waktu itu msh banyak keraguan akan keselamatan. Padahal saat itu, waktu SMA kelas 1 saya sudah dipercayakan untuk mengajar sekolah minggu, tapi saat itu saya msh ragu dgn iman saya. Barulaah saat saya kuliah, kebetulan jurusan yg aku ambil memiliki PMK dimana setiap kali ada mahasiswa baru, akan diadakan camp pekabaran injil yang dilangsungkan selama kurang lebih 3 hari. Disitulah saya bertumbuh. Tak cukup sampai disitu, kami juga diminta untuk berKTB. Namun saat itu, saya hanya ingin berfokus untuk menyelesaikan kuliah farmasi saya sehingga sy tidak memilih untuk berktb. Lambat laun, banyak teman2 kuliah saya yg berktb dan mereka menceritakan bahwa ktb itu sangat menarik, akhirnya saya pun penasaran dan meminta pada BP untuk memasukkan saya dlm sebuah KTB. Dari ktb lah sy bertumbuh. Kami belajar akan Firman Tuhan melalui bahan yg ada, dan disaat itu lah saya mulai mengenal Yesus secara pribadi yg lebih dalam lagi dan saya sudah yakin dengan keselamatan saya. Setelah itu saya pun juga dipercayakan sebagai BP dari PMK khususnya di bagian KTB dan juga melayani di PMK sebagai gitaris. Selain itu saya juga melayani sebagai ketua HMJ (seperti ketua osis) di jurusan tempat saya berkuliah. Saya percaya itu semua hanya krn kasih dan anugerah Allah. Hanya krn kasihNya saya ditebus dan diselamatkan dan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. I love You, Jesus

  • Saya lahir dari keluarga yg tdk kristen ,pada aaat saya pertma kli mengenal Tuhan Yesus, pertama kali saya diajak untuk ke gereja oleh guru lea saya saya ikut saja, pas smpe gereja rasanya tidak biasa rasanya seperti nyaman seperti yg tidak pernah saya rasakan sebelumnya, 4 tahun/waktu ini saya dipertemukan lagi oleh seseorang yg beragama kristen juga org yg sy sayangi kemudian aku bertanya pd sendiri, mengapa aku dipertemukan kembali pd seseorang yg beragama kristen apakah ini panggilan dari Tuhan Yesus, akhirnya saya sering” membaca bxa di alkitab dan menambah pngetahuan kembali,akhirnya saya percaya bahwa Tuhan Yesus benar” Tuhan yang patut disembah,dan aku menanntikan penyelamatan saya, Terimakasih Tuhan Yesus!

  • Karthy Priyathy M Laowo

    saya berasal dari keluarga kristen, jdi dri kecil saya sudah didik untuk rajin ke gereja mengikuti ibadah dll. Namun saya belum mengenal Kristus dengan baik, saya hanya tahu bahwa saya masuk surga jika saya berbuat baik dan ibadah. saat kuliah dikota lain saya ibadah di sebuah gereja dan saya memutuskan untuk tetap bergereja di tempat itu, lalu di gereja itu saya di perkenalkan lebih dalam lagi siapa Kristus itu dan saya bisa memperoleh hidup kekal bkn krn perbuatan baik melainkan karena anugerah hidup kekal dari Tuhan

  • standar sih, saya lahir dari keluarga Kristen, puji Tuhan udah dikenalin dengan cerita2 alkitab, jadi sudah kenal dengan nabi-nabi, Tuhan Yesus, dll. saya gak tau maksud dari mengenal Yesus yang benar seperti apa. namun waktu SMP puji Tuhan saya menjalin hubungan baik dengan Tuhan lewat doa. tetapi saya benar-benar mengenal siapa Tuhan Yesus ketika saya masuk ke Rohkris (perkumpulan siswa kristen di sekolah) waktu SMA. mungkin menurut orang cerita ku tidak spesial tapi menurutku ini adalah hal yg spesial. dituntun pelan-pelan untuk mengenal Dia, lewat teman-teman sekitar dan pengalaman pribadi. saya bersyukur bisa menjadi bagian dari sebuah perkumpulan siswa kristen, yang bukan cuman embel2 proker tapi bisa menumbuhkan iman saya. mungkin menurut orang, cerita saya tidak spesial, tapi bagi saya, ini sangat spesial, karena diberi kesempatan untuk mengenal Dia dengan baik. sehingga sampai sekarang, walaupun saya tidak luput dari dosa tapi saya selalu mengingat Dia ketika saya melakukan sesuatu, apapun itu. saya bersyukur bisa mengenal dan mengasihi Dia.

  • ketika saya kelas 3 SD saya baru pindah dari kampung ke medan, Ketika saya mulai bernyanyi memuji menyembah Tuhan, Tubuh saya seperti dialiri api dan jiwa saya menjadi lega. Setelah hari itu saya tidak lagi melihat hantu berjubah hitam, tidak takut pada kegelapan,dan menjadi orang yang jujur

Bagikan Komentar Kamu!