Hikmat Usia Lanjut

Info

Kamis, 8 Maret 2018

Hikmat Usia Lanjut

Baca: 1 Raja-Raja 12:1-7, 12-17

12:1 Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi raja.

12:2 Segera sesudah hal itu kedengaran kepada Yerobeam bin Nebat—pada waktu itu dia masih ada di Mesir, sebab ia melarikan diri ke sana dari hadapan raja Salomo—maka kembalilah ia dari Mesir.

12:3 Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel dan berkata kepada Rehabeam:

12:4 “Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu.”

12:5 Tetapi ia menjawab mereka: “Pergilah sampai lusa, kemudian kembalilah kepadaku.” Lalu pergilah rakyat itu.

12:6 Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: “Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?”

12:7 Mereka berkata: “Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu.”

12:12 Pada hari lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang dikatakan raja: “Kembalilah kepadaku pada hari lusa.”

12:13 Raja menjawab rakyat itu dengan keras; ia telah mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua kepadanya;

12:14 ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: “Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu itu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.”

12:15 Jadi raja tidak mendengarkan permintaan rakyat, sebab hal itu merupakan perubahan yang disebabkan TUHAN, supaya TUHAN menepati firman yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Ahia, orang Silo, kepada Yerobeam bin Nebat.

12:16 Setelah seluruh Israel melihat, bahwa raja tidak mendengarkan permintaan mereka, maka rakyat menjawab raja: “Bagian apakah kita dapat dari pada Daud? Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu! Ke kemahmu, hai orang Israel! Uruslah sekarang rumahmu sendiri, hai Daud!” Maka pergilah orang Israel ke kemahnya,

12:17 sehingga Rehabeam menjadi raja hanya atas orang Israel yang diam di kota-kota Yehuda.

Konon hikmat ada pada orang yang tua, dan pengertian pada orang yang lanjut umurnya. —Ayub 12:12

Hikmat Usia Lanjut

Pada tahun 2010, surat kabar di Singapura menerbitkan laporan khusus tentang pelajaran hidup yang diterima oleh delapan warga lanjut usia. Laporan itu dibuka dengan kata-kata: “Meski memunculkan tantangan bagi pikiran dan tubuh, penuaan juga memperluas aspek-aspek lain dalam hidup, seperti berlimpahnya kecerdasan emosional dan pemahaman sosial; kualitas-kualitas yang didefinisikan oleh para ilmuwan sebagai hikmat . . . hikmat usia lanjut.”

Orang tua yang berhikmat memang mempunyai banyak pelajaran hidup yang dapat diajarkannya kepada kita. Namun di Alkitab, kita mendapati seorang raja yang baru saja dinobatkan dan tidak menyadari hal tersebut.

Raja Salomo baru saja mangkat, dan dalam 1 Raja-Raja 12:3, kita membaca, “datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel . . . kepada Rehabeam” dengan membawa sebuah petisi. Mereka meminta agar raja yang baru, Rehabeam, meringankan beban pekerjaan mereka dan menurunkan besarnya pajak yang diwajibkan oleh ayahnya, Salomo, atas mereka. Sebagai gantinya, mereka akan melayani Rehabeam dengan setia.

Awalnya raja muda itu meminta nasihat dari para tua-tua (ay.6). Namun kemudian ia menolak nasihat mereka dan menerima nasihat bodoh dari para pemuda yang sebaya dengannya (ay.8). Rehabeam malah menambah beban pekerjaan bangsa Israel! Keputusan Rehabeam yang gegabah membuatnya kehilangan sebagian besar kerajaannya.

Kita semua membutuhkan nasihat dari orang-orang yang mempunyai pengalaman bertahun-tahun, terutama dari mereka yang telah berjalan bersama Tuhan dan menaati perintah serta nasihat-Nya. Bayangkan betapa berlimpahnya hikmat yang telah Tuhan anugerahkan kepada mereka! Alangkah banyaknya pengalaman bersama Tuhan yang dapat mereka bagikan kepada kita. Datangilah mereka dan dengarkan baik-baik segala hikmat yang mereka bagikan. —Poh Fang Chia

Untuk menghindari kesalahan di masa muda, reguklah hikmat dari orang-orang yang lebih tua.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 5-7; Markus 11:1-18

Desain gambar oleh WarungSaTeKaMu & Oei Kristina

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

35 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!