Ayat Alkitab Favoritku

Info

Proyek ini dibuat oleh WarungSaTeKaMu Creative Community pada saat acara Artists Gathering tanggal 11 Juni 2017.

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. (Amsal 17:17)
Kontribusi oleh Claudia Rachel

Bagiku, lingkaran pertemanan yang baik sangat dibutuhkan oleh anak Tuhan. Lingkaran pertemanan ini kubutuhkan untuk memberiku dukungan dan masukan-masukan yang sesuai dengan firman Tuhan. Aku menyadari bahwa kita harus mempunyai sekaligus menjadi seorang sahabat. Aku melihat bahwa ada orang-orang yang merasa terintimidasi oleh orang-orang percaya. Mereka malah pergi meninggalkan Tuhan agar bisa bergaul dengan orang-orang yang dilabeli “keren”. Mereka melihat anak Tuhan tidaklah keren karena aktivitasnya hanya berdoa dan memuji Tuhan. Ini mengingatkanku pada bagian Alkitab yang mengatakan bahwa pergaulan yang buruk bisa merusak kebiasaan yang baik. Padahal anak Tuhan itu keren karena tetap mengikuti firman-Nya di tengah segala tantangan.

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:14)
Kontribusi oleh Novia Jonatan

Ada yang pernah mengatakan bahwa ketika kita melakukan sesuatu yang kita nikmati, kita akan merasakan sesuatu mengalir dari dalam diri kita, yaitu sukacita. Aku percaya bahwa Tuhan adalah kasih, maka segala sesuatu yang kulakukan harus kulakukan dengan kasih. Dan apa yang kuperbuat itu menjadi salah satu bentuk syukur atas semua anugerah dan berkat yang diberikan-Nya.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9)
Kontribusi oleh Julio Mesak

Ayat ini sangat berarti buatku karena aku menyadari bahwa diriku mempunyai banyak kekurangan. Hal ini mengingatkanku bahwa aku membutuhkan Tuhan, karena di dalam Tuhanlah aku dapat disempurnakan.

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Filipi 4:13)
Kontribusi oleh Robby Kurniawan

Hidup ini penuh dengan suka duka yang tidak disangka-sangka. Ketika sedang senang, aku diingatkan untuk tidak melupakan Tuhan, tetapi justru ingat dan bersyukur pada Tuhan. Ketika sedang susah, ayat ini selalu mengingatkanku untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupku. No matter what kind of situation, pray and ask Him, He will give us strength.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)
Kontribusi oleh Priska Sitepu

Pertama kali aku menemukan ayat ini di sekolah minggu dan kemudian langsung kuhafal untuk menjadi ayat favorit. Sejak itu, ayat ini telah menjadi pegangan hidupku hingga saat ini. Ayat inilah yang selalu menguatkanku dalam melewati masa-masa yang berat.

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? (Mazmur 27:1)
Kontribusi oleh Tora Tobing

Ini adalah ayat yang mengingatkanku bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkanku. Dalam perjalanan hidupku sebagai orang percaya, aku telah merasakan bahwa Tuhan selalu ada menyertaiku baik saat aku berada di atas maupun di bawah. Kepastian bahwa Tuhan akan menepati janji-janji-Nya di dalam Mazmur 27 ini menenangkanku.

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mazmur 42:12)
Kontribusi oleh Oei Kristina

Ayat ini muncul di bahan renungan per-hari yang kubaca tepat satu hari sebelum pemilihan tempat internship. Saat itu aku harus “bertanding” dengan dokter-dokter muda se-Indonesia agar dapat login di sebuah server pemerintah untuk melakukan pemilihan tersebut. Teman-temanku banyak yang menyewa warnet terbaik dan lain sebagainya. Sedangkan aku hanya mengandalkan wifi di rumah saudara. Pada hari H, eng ing eng… Aku tidak bisa login ke website pemilihan internship. Di tengah-tengah kepanikan, salah satu teman menelepon dan mengatakan bahwa ia sudah berhasil memilih! Akhirnya ia membantuku untuk memilih tempat internship dan kami menjadi partner di tempat internship yang sama. Di tengah-tengah kepanikan, di situ ada ketenangan, karena ada janji yang sudah diberikan Allah padaku melalui ayat yang kubaca tepat satu hari sebelum pemilihan internship.

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! (Yesaya 55:6)
Kontribusi oleh Septianto Nugroho

Pernah ada masa di mana aku menjadi malas sekali pergi ke gereja. Setelah sekian lama tidak pergi, akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Pada hari itu, ayat Yesaya 55:6 inilah yang menjadi nats khotbahnya. Ayat ini langsung menegur dan mengingatkanku untuk selalu mencari Tuhan di dalam hidupku.

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 11 - November 2017: Hikmat, Media Kamu, Ruang Seni Kamu, Tema 2017

11 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!