Panggilan Rohani untuk Bangun

Info

Selasa, 10 Oktober 2017

Panggilan Rohani untuk Bangun

Baca: Wahyu 3:1-6

3:1 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!

3:2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.

3:3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

3:4 Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.

3:5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

3:6 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. —Wahyu 3:2

Panggilan Rohani untuk Bangun

Dahulu ada masanya saya sering melakukan perjalanan dan menginap di kota yang berbeda-beda setiap malam. Setiap kali tiba di penginapan, saya selalu meminta petugas hotel untuk membangunkan saya di pagi hari dengan menelepon pada waktu yang saya jadwalkan. Meski sudah memasang alarm saya sendiri, saya tetap memerlukan panggilan telepon untuk membangunkan saya agar siap memulai aktivitas di pagi hari.

Panggilan rohani yang membangunkan juga terdapat dalam kitab Wahyu, yakni di dalam surat-surat Rasul Yohanes kepada tujuh jemaat di provinsi Asia. Kepada jemaat di Sardis, ia menuliskan pesan yang datang dari Yesus sendiri: “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku” (Why. 3:1-2).

Di tengah keletihan rohani, mungkin saja kita tidak menyadari kejenuhan yang menggerogoti hubungan kita dengan Allah. Namun, Tuhan mengatakan kepada kita, “Ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah!” (ay.3)

Banyak orang mendapati bahwa menjadwalkan waktu khusus setiap pagi untuk membaca Alkitab dan berbicara kepada Tuhan di dalam doa telah menolong mereka tetap terjaga secara rohani. Meluangkan waktu bersama Tuhan Yesus tidak dirasakan sebagai beban melainkan sebagai sumber sukacita. Kita juga bersukacita saat menyadari bahwa melalui waktu khusus tersebut, Dia sedang menyiapkan kita untuk segala sesuatu yang akan kita hadapi sepanjang hari itu. —David C. McCasland

Tuhan, mampukan kami untuk mendengar dan menjawab panggilan-Mu untuk bangun dan bekerja hari ini.

Alangkah senangnya meluangkan waktu bersama Tuhan Yesus!

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 34-36; Kolose 2

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

44 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!