Gembala yang Baik

Info

Kamis, 12 Oktober 2017

Gembala yang Baik

Baca: Yesaya 40:6-11

40:6 Ada suara yang berkata: “Berserulah!” Jawabku: “Apakah yang harus kuserukan?” “Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang.

40:7 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.

40:8 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”

40:9 Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: “Lihat, itu Allahmu!”

40:10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.

40:11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati. —Yesaya 40:11

Gembala yang Baik

Saya menunggu dengan cemas di kamar rumah sakit bersama suami. Putra kami yang masih kecil sedang menjalani operasi mata dan saya merasakan kegelisahan yang luar biasa. Saya mencoba berdoa dan meminta Allah untuk memberi saya kedamaian dalam hati. Saat membuka-buka Alkitab, saya berpikir tentang Yesaya 40. Saya pun membuka pasal yang sangat saya kenal itu, sambil bertanya dalam hati adakah hal baru yang bisa saya pelajari dari bagian itu.

Saat membacanya, saya terpana, karena kata-kata dari masa silam itu mengingatkan saya bahwa “seperti seorang gembala [Tuhan] menggembalakan kawanan ternak-Nya.” Dia “menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya” (ay.11). Seketika itu juga kecemasan saya lenyap karena saya menyadari bahwa Tuhan menopang kami, menuntun kami, dan memelihara kami. Itulah yang kubutuhkan, Tuhan, bisik saya dalam hati. Saya merasa dilingkupi damai sejahtera dari Allah selama dan setelah operasi berlangsung. Bersyukur operasi berjalan dengan baik.

Melalui Nabi Yesaya, Tuhan berjanji kepada umat-Nya bahwa Dia akan menjadi gembala mereka, menuntun mereka dalam kehidupan sehari-hari, dan memberi mereka penghiburan. Kita pun dapat mengalami tuntunan-Nya yang lembut ketika kita menyerahkan kekhawatiran kita kepada-Nya dan memohon limpahan kasih dan damai sejahtera dari-Nya. Kita tahu bahwa Dialah Gembala kita yang Baik, yang memangku kita dan menghimpun kita dengan tangan-Nya yang kekal. —Amy Boucher Pye

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Gembala yang Baik, yang menyerahkan nyawa-Mu untuk domba-domba-Mu. Terima kasih untuk kasih pengorbanan-Mu dan untuk damai sejahtera-Mu yang melampaui segala akal.

Sebagai Gembala yang Baik, Tuhan setia memelihara domba-domba-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 39-40; Kolose 4

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

31 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!