Apakah Kita Mencari Tuhan?

Info

apakah-kita-mencari-tuhan

Oleh Abigail L.
Artikel asli dalam bahasa Inggris: Do We Enjoy God?

Dalam beberapa hari terakhir, aku sedang mendalami kitab Yesaya dan berusaha sebaik mungkin untuk memahami apa yang Nabi Yesaya maksudkan. Tapi aku menjadi semakin galau, karena aku sepertinya tidak belajar banyak; tidak ada hal praktis yang dapat aku aplikasikan. Aku dengan mudah melupakan apa yang telah aku baca.

Jadi, hari ini aku tidak membuka Alkitabku, tapi hanya duduk dan menatap langit-langit kamarku dan tulisan di sisi tempat tidurku yang berbunyi, “Yesus mengasihi”.

Aku tidak dapat menyembunyikan perasaan frustrasiku akan sedikitnya hasil dari pembacaan Alkitab yang kulakukan. Aku juga tidak dapat menyembunyikan kekhawatiranku bahwa Tuhan mungkin tidak memberitahuku apa-apa karena ada beberapa dosa yang belum kuakui, atau karena aku tidak membaca Alkitab dengan benar.

Aku dulu berpikir jika aku menyisihkan waktu dengan konsisten untuk membaca Alkitab dan berdoa, aku akan memiliki kehidupan Kristen yang sehat. Tapi kini aku menjadi ragu: apakah aku melewatkan suatu hal yang penting?

“Kita tidak dapat memuliakan Tuhan, bahkan jika kita berdoa, jika kita tidak menikmati Dia.” (John Piper)

Aku berusaha untuk memiliki kehidupan Kristen yang disiplin, yang aku pikir berupa menghabiskan satu jam di pagi dan malam hari untuk membaca firman Tuhan, bertanggung jawab akan komitmen pelayananku, dan memiliki sebuah kehidupan doa yang dinamis yang memungkinkan Tuhan berkarya di dalam dan melalui diriku. Aku percaya itulah yang menjadikan sebuah kehidupan Kristen “berhasil”.

Semua itu adalah hal-hal yang baik, dan adalah hal yang baik untuk berusaha menjalankan dan menumbuhkan segala kedisiplinan itu. Tapi ketika aku bergumul ketika aku menjalankan segala disiplin itu, aku mulai bertanya apakah yang sebenarnya aku cari.

Apakah aku menganggap waktu bersama Tuhan sebagai sebuah rutinitas yang harus aku lakukan? Apakah aku menganggap ketika aku sudah “bersaat teduh” hari ini menandakan bahwa aku memiliki hubungan yang “baik” dengan Tuhan hari ini? Aku mencari damai sejahtera dan kepuasan yang dari Tuhan, tapi apakah aku mencari Tuhan?

Dalam Yeremia 2:13, Tuhan membukakan dua dosa yang diperbuat bangsa Israel: meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala. Dia berkata: “Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.”

Apakah hal-hal rohani telah menjadi berhalaku? Apakah aku telah melupakan bahwa Tuhan adalah sumber air yang hidup, dan berusaha membangun sumber kekuatan rohaniku sendiri? Apakah aku telah terlalu berfokus untuk menjaga disiplin rohaniku, sampai-sampai aku lupa untuk bersukacita di dalam Tuhan?

Menikmati waktuku bersama dengan Tuhan adalah sebuah hak istimewa, dan hanya dimungkinkan karena anugerah-Nya. Dia akan menegur, mengoreksi, dan melatih kita, sehingga hati kita dapat semakin menyadari betapa menyenangkannya bersama Tuhan itu.

Selama beberapa hari ini, Tuhan telah menegurku akan sikapku terhadap disiplin rohani yang kulakukan. Aku bersyukur kepada-Nya karena telah menunjukkan kesalahanku dalam perjalanan imanku. Betapa setia Tuhan yang kita miliki, sehingga Dia menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk dapat bertumbuh, dari awal hingga akhirnya! Sembari kita mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar, ingatlah agar kita terlebih dahulu melakukan hal yang terutama ini: carilah Tuhan.

Baca Juga:

#Blessed, Berkat yang Lebih dari Sekadar Hashtag

Jika kamu mencari hashtag #blessed di Instagram, ada sekitar 72 juta konten yang diberi hashtag ini. Masing-masing orang mengungkapkan beragam hal yang menurut mereka itu berkat. Tapi, tanpa kita sadari, seringkali kita lupa apa makna sesungguhnya dari kata “diberkati”.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 06 - Juni 2017: Tren, Artikel, Pena Kamu, Tema, Tema 2017

6 Komentar Kamu

  • Carilah Tuhan, hidup bersukacita di dalam-Nya, dan menikmati hidup di dalam-Nya.. Amin

  • Friska Magdalena Hutasoit

    Saya masih bingung, kenapa melakukan disiplin rohani menjadi sebuah berhala??. Ketika kita melakukan disiplin rohani, bukankah tujuan kita untuk, semakin mengenal firman Tuhan, mengenal kebesaran Nya, dan cara buat kita untuk semakin percaya dan berserah kepada Nya??. Ada yg bisa bantu jelaskan? Terima kasih, GBU.

  • setuju dgn author. kegiatan disiplin Rohani dijadikan fokus hingga menjadi sebuah rutinitas, bisa bikin kita lupa pada interaksi antara kita dengan Tuhan itu sendiri (yg sebenernya lebih penting).
    kehendak Tuhan adalah mengenal pribadiNya, bukan sekedar mengenal ajarannya/perintahNya/ firmanNya. PribadiNya berarti: sifatNya, karakterNya, cara Tuhan melakukan sesuatu dlm hidup kita, cara Tuhan mengasihi kita, cara Tuhan bekerja secara spesifik dalam setiap persoalan hidup kita, apa yang Tuhan suka dan benci, apa yg Tuhan inginkan dr hidup kita, dll..

  • @friskamagdalenahutasoit Pengertian kamu kan sudah benar apa yg perlu dibingungkan. Tidak ada firman Tuhan yg bisa dijadikan berhala, kecuali kamu tuliskan di kertas menyerupai patung baru disembah 3x sehari baru bisa jadi berhala. Mungkin maksud Artikel diatas disiplin rohani pasif yg tujuannya hanya untuk diri sendiri, memang sebaiknya disiplin rohani juga diikuti dengan tindakan dan perilaku yg mencerminkan firman, seperti tertulis dalam Lukas 11:33 pelita tidak akan diletakkan di kolong, tapi pelita diletakkan diatas supaya semua orang bisa melihat cahayanya. Seperti itu jugalah firman Tuhan, ketika kita menjalankan disiplin rohani alangkah baiknya kita seperti Pelita yg memancarkan cahaya kasih Tuhan buat sekitar kita. Dalam Yakobus 2:26 tertulis Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. Jadi kita sebagai orang yg mengenal Tuhan harus menjadikan tubuh kita sebagai persembahan yg hidup, ujilah iman yg kamu miliki sekarang dengan bertahan dalam cobaan. Cobaan ini contohnya ketika musuhmu mengatain kamu, kamu harus datang kepadanya mengulurkan tanganmu dan berkata aku mengasihimu teman. cobaan lainnya seperti di saat kamu diantara masalah yg berat kamu lebih memilih firman Tuhan sebagai arah hidupmu. ada banyak cobaan, mulai dari iman yg diuji ketika berurusan dengan cinta, iman diuji ketika berurusan dengan karir pangkat, iman juga diuji ketika kesempatan korupsi di depan mata. Inilah firman yg hidup itu, kuasa dosa telah mati. coba baca Yakobus 1 Pasal 1 ayat 12 : Berbahagialah orang yang bertahan dalam percobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Cara mengasihi Tuhan Yesus, turuti firmanNya, jauhi dosa laranganNya.

  • Ferdinand Thernando

    Sungguh memberkati.. Gbu

  • Virdiani Pongtuluran

    Berusaha menikmati waktu bersama Tuhan Yesus butuh latihan. Ketika hal ini sungguh-sungguh filakukan, tidak terasa waktu ini terasa singkat. Jesus loves us.

Bagikan Komentar Kamu!