Ketika Tuhan Menolak Proposal Hidupku

Ketika-Tuhan-Menolak-Proposal-Hidupku

Oleh Listiyani Chita Ellary, Jember

Semua orang tentu bercita-cita untuk memiliki hidup yang damai, aman, semua impian tercapai, dan tentunya tidak ada orang yang ingin hidupnya dipenuhi kerikil-kerikil tajam. Aku pun bercita-cita demikian. Sudah sejak lama aku membuat daftar rencana hidupku ke depan, mulai dari tempat kuliah, target kelulusan, nanti akan bekerja di mana, bahkan menikah di umur berapa. Semua itu telah kurencanakan dengan rapi bahkan sejak aku masih duduk di bangku sekolah.

Selama bertahun-tahun aku memohon supaya Tuhan mengabulkan semua impianku itu, seolah-olah aku sedang mengajukan sebuah proposal kepada Tuhan. Namun, setelah tahun-tahun berlalu, aku terus menerus mengajukan proposal itu tanpa memohon persetujuan-Nya. Akhirnya tidak satupun proposal hidupku itu yang berjalan sesuai dengan rencanaku. Aku pun menjadi kecewa ketika ternyata Tuhan tidak mengabulkan apa yang selama ini aku impikan.

Ketika Tuhan menjawab proposal itu dengan jawaban lain

Jurusan kuliah yang kutekuni ternyata melenceng jauh dari yang aku rencanakan. Sejak sekolah dulu aku selalu membayangkan diriku menjadi seorang interior designer ternama. Namun, impianku buyar ketika orangtuaku ternyata tidak setuju dengan keinganku berkuliah di jurusan itu. Kami pun berselisih paham dan akhirnya aku memilih untuk kuliah di fakultas teknik.

Selama kuliah pun indeks prestasi yang kuraih hanya pas-pasan, bahkan di beberapa semester aku sempat mendapatkan nilai yang sangat rendah. Aku sempat menyalahkan Tuhan dan mengeluh kepada-Nya. “Tuhan, aku sudah berusaha sebisa mungkin tapi kenapa hanya hasil seperti ini yang kudapatkan?” Aku juga menyalahkan kedua orangtuaku karena mereka menuntutku untuk kuliah di jurusan yang bukan keinginanku. Jadi, kupikir wajar saja jika nilai-nilai yang kuperoleh itu pas-pasan.

Setelah melewati pergumulan sepanjang kuliah, aku pun lulus dan menyandang gelar sarjana Teknik. Tapi, permasalahan tidak berhenti di situ. Pekerjaan yang kudapatkan ternyata jauh berbeda dengan bidang yang aku pelajari selama kuliah. Kok sarjana Teknik kerjanya di bidang marketing? Pertanyaan itu sering kudengar dari orang-orang sekitarku yang akhirnya membuatku gerah dan menggerutu.

Rasa kecewaku itu masih harus ditambah ketika aku dan kekasihku harus putus setelah menjalin hubungan selama 4 tahun. Aku merasa hatiku saat itu telah hancur dan aku kembali mengeluh kepada Tuhan. “Tuhan, aku sudah merencanakan pernikahanku dengannya, tapi kenapa kami harus berpisah?” Aku sudah mengenal kekasihku dengan baik, sikap buruk maupun baiknya aku sudah tahu, bahkan aku juga sudah sangat dekat dengan keluarganya. Dan sekali lagi, Tuhan menolak kembali proposal terakhirku. Sirna sudah rencana pernikahan yang sudah aku susun dengan rapi.

Di mana Tuhan ketika aku kecewa?

Aku bertanya, “Di mana Tuhan ketika aku mengajukan banyak proposal hidupku? Tuhan diam saja kah? Atau Tuhan sudah tidak mau ambil bagian di hidupku? Kenapa semua proposal hidupku tidak satupun yang Tuhan kehendaki?”

Pertanyaan-pertanyaan itu menggantung di benakku hingga suatu ketika aku hadir di sebuah ibadah hari Minggu. Khotbah hari itu diambil dari Yeremia 29:11 yang berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Sejenak aku merenung dan melontarkan pertanyaan kepada diriku sendiri. “Apakah selama ini semua rencanaku adalah rencana damai sejahtera? Ataukah semua rencanaku itu merupakan buah ambisiku semata?” Tentu aku hanya mengajukan permohonan, bukan lagi memohon revisi Tuhan atas semua proposal hidupku.

Aku mulai menyadari bahwa aku terpaku pada rencanaku tanpa mempedulikan rencana Tuhan yang sudah Dia rancangkan untukku. Aku telah melupakan Allah pencipta hidupku yang sudah tentu jauh lebih mengenalku bahkan sejak aku masih dalam kandungan.

Dari setiap kejadian “kegagalan proposal” ini aku menyadari banyak kesalahan yang terjadi pada diriku sendiri. Aku salah karena aku mengabaikan kehendak Tuhan tanpa bertanya terlebih dulu apakah Dia menyetujui proposalku. Aku malah bersikeras menganggap kalau proposal versiku sendiri adalah yang terbaik buatku.

Aku menyadari bahwa setiap proposal yang aku ajukan kepada Tuhan itu hanyalah ambisiku pribadi dan aku mengabaikan apakah proposal itu menyenangkan hati Tuhan? Apakah proposal hidupku itu memberi dampak baik bagi banyak orang, membuat makin mengasihi Tuhan, atau justru malah membuatku membanggakan diri dan menjauh dari Tuhan?

Kalau saja Tuhan menyetujui semua proposal hidupku, mungkin sekarang aku sudah semakin tinggi hati dan berbangga diri atas kemampuanku sendiri. Tapi, aku bersyukur karena Tuhan sudah menolak bukan hanya sebagian, tapi seluruh proposal hidupku. Penolakan itu membuat aku bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Sekarang aku tidak lagi mengajukan proposal hidupku, melainkan aku menikmati Tuhan menyatakan semua rencana dan proses-Nya di dalam hidupku. Aku percaya bahwa aku sedang dibentuk-Nya untuk semakin baik dalam karakter, iman, dan cara pandangku terhadap hidup.

Kita dapat memandang kehidupan dengan cara yang berbeda ketika kita bergantung sepenuhnya pada Tuhan. Kita percaya bahwa tangan Tuhan senantiasa tersedia bagi masa depan kita. Tidak ada yang patut ditakutkan dan dikhawatirkan lagi ketika kita memiliki penjamin hidup yang kekal. Sebuah kesia-siaan ketika kita hanya sibuk pada fokus pribadi tanpa mengerti tujuan kita. Apakah kita mau memuaskan keinginan diri sendiri atau menyenangkan hati Tuhan?

Aku pun mulai menyadari dan terus menghidupi firman-Nya di dalam hatiku. Bahwa bukan saja aku yang memiliki rencana melainkan Tuhan sudah berencana dan berkuasa penuh atas hidupku. Masa-masa mendatang tak perlu kucemaskan lagi, karena Sang Empunya hidup sudah memegang kendali penuh atas hidupku.

Lalu apakah aku hanya diam saja menanti kehendak Tuhan? Tentu tidak. Aku menjalani hidup dengan “proposal baru” dengan membiarkan Tuhan mengoreksi proposal-proposal baruku. Sehingga hidupku bukan hanya saja tentang aku melainkan tentang kehendak Tuhan atas hidupku.

Pekerjaanku sebagai seorang marketing bukan hal yang harus kututup-tutupi lagi. Aku bersyukur dan bangga bahwa melalui pekerjaan ini aku banyak bertemu orang dengan berbagai karakter, malah menjadi sarana untuk boleh mewartakan kasih Tuhan melalui perjumpaanku dengan mereka. Aku percaya melalui sikap yang baik, pikiran yang baik, dan tutur kata yang baik akan membawa orang-orang mencari sumber dari kebaikan tersebut dan dari situlah aku tahu bahwa Tuhan mengutusku bukan hanya mengerjakan bagianku ala kadarnya melainkan aku diutus untuk menjadi garam dan terang bagi sekelilingku.

Baca Juga:

Menikmati Anugerah Tuhan dalam Cacat Fisik yang Kualami

Perjalananku untuk menggapai cita-cita sebagai Sarjana Psikologi tidaklah mudah, terlebih karena sebuah cacat fisik yang kupunya sejak lahir. Tapi, ketika aku mengingat kembali bagaimana akhirnya aku bisa kuliah Psikologi, aku menyadari bahwa semuanya itu hanya karena anugerah Tuhan.

Bagikan Konten Ini
28 replies
  1. Priskila
    Priskila says:

    Aku percaya melalui sikap yang baik, pikiran yang baik, dan tutur kata yang baik akan membawa orang-orang mencari sumber dari kebaikan tersebut dan dari situlah aku tahu bahwa Tuhan mengutusku bukan hanya mengerjakan bagianku ala kadarnya melainkan aku diutus untuk menjadi garam dan terang bagi sekelilingku.

    Benar,tapi tidak sepenuhnya. Karena pemberitaan Injil itu bukan hanya melalui perilaku tapi harus dilakukan secara verbal dgn kata2. Berperilaku dgn baik banyak digunakan org utk menghindari penginjilan verbal krn takut ditolak. Ini yg salah, dunia butuh injil Yesus yg secara nyata melalui kata2 kita ttg siapa itu Yesus.. krn kalau melalui perbuatan baik, atheis pun bisa.

  2. Ira Terahadi
    Ira Terahadi says:

    terimakasih untuk sharingnya.. sangat memberkati dan mengingatkan sy pribadi untuk lebih bergantung dan mengandalkan Tuhan..

  3. Rinienta
    Rinienta says:

    aku mau belajar juga menikmati proses dari Tuhan dlm kehidupanku, kiranya Tuhan memampukan kita semua.

  4. Andre Santosa
    Andre Santosa says:

    terkadang segala sesuatu tidak terjadi sesuai keinginan kita, tapi semua yg terjadi dlm hidup kita adalah yg terbaik yg dirancang Tuhan untuk kita

  5. ruth
    ruth says:

    Saya juga percaya pikiran yang baik, sikap yang baik dan tutur kata yang baik tidak hanya memberi kebaikan pada kita tapi jg membuat orang lain mencari tahu sumber kebaikan kita 🙂
    Karna pada dasarnya semua kebaikan itu berasal dari Bapa dan meski orang lain menerka nerka tentang tujuan perbuatan baik kita namun kita tidak perlu khawatir, bukan penilaian manusia atas kita yang kita butuhkan. Kita punya Bapa yang jauh lebih tau diri, hati dan pikiran kita ketimbang oranglain. Tuhan memberkati

  6. Andy Leonardo
    Andy Leonardo says:

    Setelah mendengar kisahmu, saya melihat karya Tuhan didalam hal pembentukan dirimu, banyak cara yang dapat kau lakukan selain disaat posisimu sebagai marketing, karena Firman Tuhan berkata “1 Korintus 10:31 (TB) Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”Tetap semangat, tidak usah khawatir terhadap masa depan sebab “Matius 6:33 (TB) Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Tuhan pasti akan jawab doamu diwaktu yang terbaik, Gbu

  7. Lisbeth
    Lisbeth says:

    aq jadi tersadar bahwa yg kualami adalah untuk pembentukan karakter. mulai sekarang aq harus banyak bersyukur dan selalu mengimani bahwa rencana Tuhan akan indah. thanks

  8. Elystra Situmorang
    Elystra Situmorang says:

    luarbiasa,kejadian nya hampir sama dengan ku,tapi aku tau Tuhan ingin menegur dan mengajari ku,untuk sepenuh nya berserah pada Nya. semangat dalam Tuhan,Tuhan Yesus Memberkati

  9. jessicaarianto
    jessicaarianto says:

    amin, terimakasih artikel nya sgt memberkati, saya lagi keadaan sama seperti ini, semua tdk berjalan dgn kehendak dan rencanaku,sempat merasa kecewa, down, jatuh. Tapi artikel ini sangat menguatkan, aku percaya rencanaku dan rancanganku belum tentu yg terbaik, tapi Rancangan Tuhan pst yg terbaik dan bkn rancangan kecelakaan tp penuh harapan, God Bless

  10. Ira Hutahean
    Ira Hutahean says:

    Terimakasih untuk kesaksian yang luar biasa. kesaksian ini hampir mirip dengan hidupku. terimakasih karena mengingattkan bahwa segala sesuatu tidak akan terjadi jika bukan karena kehendakNya. Percaya dan yakinlah semua yg direncanakanNya adalah yg terbaik untuk kita. amin.

  11. darmatius gea
    darmatius gea says:

    ya bapa meski semua keinginanku tidak sesuai dengan rencanamu bahkan itu merupakan penderitaan yang terus berlanjut jadikanlah itu menjadi motivasi hidupku untuk lebih menyerahkan diri padamu,tolonglah aku bapa untuk bisa mengerti dari kekecewaanku.amin ya bapa.

  12. Rida Aritonang
    Rida Aritonang says:

    Terimakasih buat
    Saran dan artikel nya ka
    Hati ini jadi tenang ga emosi lagi
    Aku harus patut bersyukur
    Atas Kuasa Tuhan Yesus dia masih lebih mencintai aku ,Tuhan Yesus Memberkati

    Terima kasih atas kesaksian nya

  13. Ira Iraratu
    Ira Iraratu says:

    Luar biasa sekali sharingnya.
    Aku terharu mendengarnya, memang penyesalan itu selalu datang terlamabat,.Tapi bagi Tuhan tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai proposal-proposal yg baru yang direncanakan Tuhan untuk kita

  14. arie
    arie says:

    trima ksih atas sharingnya. sangat menginspirasi. smga kasih dan damai sejahtera Tuhan sllu beserta kita.

  15. Dewi
    Dewi says:

    Amin,artikelnya sangat memberkatiku dan puji Tuhan melalui artikel ini aku semakin bersyukur dan berserah kepada Tuhan atas apa yg sedang aku alami saat ini,begitu banyak ujian kehidupan yg aku alami sampai aku harus resign dri tempat kerja dan mengalami sakit penyakit.tapi melalui artikel ini aku semakin dikuatkan bahwa ternyata Tuhan sedang memproses karakter diriku dalam setiap kejadian didalam hidupku saat ini.

  16. ENERSON ANDRE APRIYANTO PANJAITAN
    ENERSON ANDRE APRIYANTO PANJAITAN says:

    Sangat menginspirasi untuk tetap berjalan sesuai kehendak Tuhan . Terimankasih banyak atas sharingnya😊

  17. Alekt Meklok
    Alekt Meklok says:

    Semua nya kita seorang hamba Tuhan atu Jemaat,pasrer kepada Allah mahakuasa,mahatinggi,maha penyayang, penghasil,
    Maka itu berkataan ku Kehendakmu yang jadi bukan Kehendakku.

    Aku senang, semangat sebuah artikel ini buat saya.

    (Matius 5: 28) Tetapi aku berkata kepadamu:$etiap orang yang memandang perempuan serta menginginkan -Nya, sudah berzinah dengan dia di dalam hati nya.

    Aku pernah kecewa karena orang yang kita harapkan tidak mengutamakan.

  18. Ginaria beru
    Ginaria beru says:

    inspirasi sekali kesaksiannyaaa, terimakasih setelah bertahun tahun saya bertanya tanya mengapa semua tidak sesuai rencana saya ternayata itu pula campur tangan tuhan . jodoh karir ekonomiiii .

  19. engelina ezra
    engelina ezra says:

    awalnya nyari ayat Alkitab yg berhubungan dgn sakit hati, taunya nemu ini & iseng² baca, eh malah baper 🙂
    btw mau cerita sedikit, krn cerita ku agak mirip sama kisah kk di atas, jadi pas smp aku suka bgt masuk smk pariwisata, tapi pas smk malah dimasukin di jurusan farmasi, dan jujur aku ga suka sama jurusan itu, tapi setelah 3 thn sklh.
    Aku berusaha mencintai jurusan farmasi, dan pas kuliah aku ga lolos masuk jurusan farmasi 🙁 tapi malah lolos di pendidikan biologi 🙁 jujur sempat kecewa sama Tuhan 🙁 dan mikir kok Tuhan gini sih, pdhl aku kan udh rajin melayani Tuhan, tapi kenapa ga bisa masuk jurusan favorit aku? 🙁 tapii makin kesini, aku coba buat positif thinking, “KALO TUHAN ITU PUNYA RENCANA UNIK UNTUK TIAP ORANG” semoga kita bisa jadi anak Tuhan yg sukses yahh!!! God Bless u semuanya🙏

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *