Belajar Bahasa

Info

Kamis, 27 April 2017

Belajar Bahasa

Baca: Kisah Para Rasul 17:22-32

17:22 Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: “Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.

17:23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.

17:24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,

17:25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.

17:26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,

17:27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.

17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.

17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.

17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.

17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.”

17:32 Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.”

Ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: KEPADA ALLAH YANG TIDAK DIKENAL. —Kisah Para Rasul 17:23

Belajar Bahasa

Saya berdiri di hadapan jemaat suatu gereja kecil di Jamaika dan menyapa mereka dengan dialek lokal, “Wah Gwan, Jamaika?” Reaksi yang saya terima lebih baik daripada yang saya harapkan—mereka semua tersenyum dan bertepuk tangan menyambut saya.

Sebenarnya yang saya katakan hanyalah salam biasa, “Apa kabar?” dalam bahasa Patois [pa-twa]. Namun, bagi mereka saya sedang berkata, “Dengan berbicara dalam bahasamu, saya belajar memahami kamu.” Tentu saja saya belum banyak tahu untuk dapat berbicara terus dalam bahasa Patois, tetapi pintu kesempatan telah terbuka.

Ketika berdiri di hadapan orang-orang Atena, Rasul Paulus menunjukkan kepada mereka bahwa ia mengenal budaya mereka. Ia mengatakan bahwa ia melihat mezbah mereka yang ditujukan “kepada allah yang tidak dikenal,” dan ia mengutip salah seorang penyair mereka. Tentu, tidak semua orang mempercayai pesan Paulus tentang kebangkitan Yesus, tetapi ada dari mereka yang berkata, “Kami ingin mendengar Saudara berbicara lagi mengenai hal ini” (Kis. 17:32 BIS).

Ketika kita berbicara kepada orang lain tentang Tuhan Yesus dan keselamatan yang Dia tawarkan, pelajaran-pelajaran dari Kitab Suci mengajarkan kepada kita cara untuk dapat memahami mereka— ibaratnya mempelajari bahasa mereka—agar terbuka jalan untuk memberitakan kabar baik kepada mereka (lihat juga 1Kor. 9:20-23).

Ketika kita mengetahui “Wah Gwan?” dalam kehidupan orang lain, terbukalah pintu bagi kita untuk bersaksi tentang apa yang telah Allah perbuat dalam hidup kita. —Dave Branon

Tunjukkan kepada kami, ya Tuhan, apa yang penting bagi orang lain. Tolong kami untuk mendahulukan kepentingan orang lain, dan berilah kepada kami kesempatan untuk menceritakan tentang kasih Yesus.

Sebelum kamu membagikan kabar baik tentang Kristus kepada orang lain, biarlah terlebih dahulu mereka melihat kepedulianmu.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 1-2; Lukas 19:28-48

Artikel Terkait:

Warisan nenek penjual pecel

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

13 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!