Izinkan Saya Bernyanyi

Info

Sabtu, 6 September 2014

Izinkan Saya Bernyanyi

Baca: Mazmur 150

150:1 Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!

150:2 Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!

150:3 Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!

150:4 Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!

150:5 Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!

150:6 Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!

Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya! —Mazmur 150:6

Izinkan Saya Bernyanyi

Ketika saya bertanya kepada seorang teman mengenai keadaan ibunya, ia menjelaskan bahwa demensia (menurunnya fungsi otak yang mempengaruhi daya pikir) telah merampas kemampuan ibunya untuk mengingat banyak nama dan peristiwa yang terjadi di masa lalu. “Walaupun demikian,” ia menambahkan, “Ibu masih dapat duduk dan memainkan piano tanpa melihat lembaran not musik. Ia dapat memainkan himne-himne indah yang ada di memorinya.”

Sekitar 2500 tahun yang lalu, Plato dan Aristoteles menulis tentang kekuatan musik dalam membantu dan menyembuhkan orang. Namun, berabad-abad sebelumnya, catatan-catatan dalam Alkitab telah dipenuhi dengan nyanyian.

Dimulai dengan Yubal, “bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling (Kej. 4:21), sampai kepada orang-orang yang “menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba” (Why. 15:3), musik menggema dalam halaman demi halaman Alkitab. Kitab Mazmur, yang sering disebut sebagai “buku lagu dalam Alkitab”, mengarahkan kita pada kasih dan kesetiaan Allah. Kitab itu ditutup dengan sebuah ajakan untuk terus-menerus memuji Tuhan, “Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!” (Mzm. 150:6).

Saat ini kita begitu membutuhkan Allah untuk melawat hati kita dengan puji-pujian dari-Nya. Tidak peduli apa pun yang terjadi dari hari ke hari, kiranya di penghujung hari kita tetap rindu untuk menyanyikan, “Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya” (Mzm. 59:18). —DCM

Tuhan, aku tidak tahu apa yang akan terjadi hari ini atau apa
yang akan terjadi jauh di masa depan. Namun aku bersyukur
karena Engkau berada di sisiku. Beriku semangat untuk memuji dan
bersyukur atas apa pun yang akan kuhadapi di masa mendatang.

Puji-pujian kepada Allah akan muncul secara alami saat kamu menghitung berkat-berkat dalam hidupmu.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

1 Komentar Kamu

  • PUJI TUHAN, HALELUYA, kasih-Nya yang tak terhingga pada kita semua membuat hati kita selalu mengucap syukur kepada-Nya senantiasa. Gbu us all. Amen

Bagikan Komentar Kamu!