Buat Apa Susah?

Info

Oleh: Ovit Samuel Purba

Buat Apa Susah?

Mungkin kamu ingat ada lirik lagu yang pernah cukup populer:
“Buat apa susah, buat apa susah, susah itu tak ada gunanya…”

Memang andai hidup ini tak pernah mengenal susah, alangkah nyamannya. Namun, bukankah dalam kenyataan, tidak ada manusia yang bebas dari permasalahan? Dan, masalah selalu menimbulkan perasaan tidak enak, perasaan tidak terima.

Tiap kali aku menghadapi masalah, aku diingatkan dengan berbagai kejadian yang dicatat dalam Alkitab. Bukan hanya aku dan orang-orang pada zaman sekarang saja yang punya banyak masalah. Kehidupan para tokoh dalam Alkitab pada ribuan tahun lalu pun sudah sarat dengan masalah. Ada yang persembahannya tidak diterima Tuhan. Ada yang kehilangan hikmat dari Tuhan. Ada yang ditegur Tuhan dengan keras karena bersungut-sungut. Ada yang mendengarkan Firman Tuhan hingga tertidur, lalu jatuh dan mati. Macam-macam. Mulai dari masalah yang ringan hingga yang berat. Menjadi umat pilihan Tuhan atau murid-murid Tuhan Yesus tidak lantas membuat hidup mereka berjalan mulus.

Namun, dari sekian masalah yang pernah menghampiri hidupku, aku berani bilang bahwa susah itu banyak gunanya. Mengapa? Karena melalui masalah demi masalah itu, aku dibentuk makin serupa Kristus. Imanku diteguhkan melihat jalan keluar yang selalu Tuhan sediakan pada waktu-Nya. Pikiran ini tidak serta-merta muncul begitu saja. Awalnya aku banyak tidak terima dengan hal-hal tidak enak yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidupku. Tapi Tuhan terus memprosesku hingga perlahan aku mulai bisa melihat kebaikan Tuhan di balik masalah-masalahku.

Tidak selalu aku memahami apa yang Tuhan mau. Sering aku berpikir solusiku adalah yang paling masuk akal. Tapi aku bersyukur boleh mengalami proses Tuhan ini. Menurutku, proses pembentukan Tuhan ini sangat penting dan mengubahkan hidup. Aku bahkan mulai merasa ini adalah proses yang menyenangkan, karena aku tahu aku sedang dibentuk menjadi pribadi yang lebih baik. Agar tidak lupa dengan pelajaran-pelajaran yang Tuhan berikan, aku pun mulai mendisiplin diri untuk menuliskannya. Catatan-catatan ini menolongku untuk tetap berpikir jernih dan berharap kepada Tuhan ketika aku menghadapi masalah yang lain.

Bersama Tuhan, susah itu banyak gunanya. So, friends, ketika masalah melanda, jangan menjauh dari-Nya. Kekecewaan muncul saat kita menjauh dari Tuhan. Mendekatlah. Ketidakmengertian kita adalah kesempatan untuk makin mengenal Tuhan dan bertumbuh dalam iman kita kepada-Nya. Bukankah iman adalah dasar bagi kita untuk memiliki pengharapan? Jika kita sudah memahami segala sesuatu, mungkin kita tak akan lagi berharap kepada Tuhan.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Personal

6 Komentar Kamu

  • susah dapat meningkatkan iman kekuatan kita untuk menjadi kuat dalam menghadapi berbagai macam permasalahan. Gbu us all. Amien

  • Untuk itu minimal kita belajar taat dan disiplin. Jangan bimbang! GBU.

  • Boleh minta alamat email dari penulisnya, saya ingin berkenalan, trm ksh

  • Terima kasih atas penyajian dari artikel ini yang memang benar kenyataannya terjadi atas kehidupanku saat ini, berkat pertolongan dari kuat kuasah rohol kudus Tuhan Yesus, saya bisa dipulihkan dari TROOK yang berat, Amin,…

  • Masalah membawa kita lebih dekat dgn Tuhan dan membentuk kita mjd pribadi yg lebih baik… krn rancanganNYA indah melebihi apapun di dunia ini.. cari lah Tuhan maka kamu akn menerima hal terindah melebihi akal pikiran…

  • banyak teladan yg patut ditiru dari kehidupan si penulis catatan ini..aku bersyukur mengenalmu dek Ovit..lanjutkan trus playananmu..

Bagikan Komentar Kamu!