Perkataan Yang Dilakukan

Info

Senin, 12 Mei 2014

Perkataan Yang Dilakukan

Baca: Ulangan 4:1-9

4:1 “Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.

4:2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.

4:3 Matamu sendiri telah melihat apa yang diperbuat TUHAN mengenai Baal-Peor, sebab TUHAN, Allahmu, telah memunahkan dari tengah-tengahmu semua orang yang mengikuti Baal-Peor,

4:4 sedangkan kamu sekalian yang berpaut pada TUHAN, Allahmu, masih hidup pada hari ini.

4:5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.

4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.

4:7 Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?

4:8 Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?

4:9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,

Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu . . . supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri. —Ulangan 4:5

Perkataan Yang Dilakukan

Selama bertahun-tahun, saya menyimpan sebuah map berkas yang diberi label “Ceramah”. Map tersebut telah menjadi tebal dan penuh dengan beragam artikel, kutipan, dan ilustrasi yang mungkin berguna bagi ceramah saya. Baru-baru ini saya menelusuri map itu kembali untuk membuang hal-hal yang sudah ketinggalan zaman. Saya mengalami kesulitan untuk membuang kebanyakan materi tersebut, bukan karena saya belum pernah menggunakannya dalam sebuah ceramah tetapi karena saya belum menerapkannya dalam hidup saya sendiri. Saya menutup map tersebut dan berpikir, “Perkataan-perkataan itu bukan untuk diucapkan saja, tetapi harus dilakukan.”

Setelah 40 tahun di padang gurun, Musa berbicara kepada bangsa Israel yang sedang bersiap-siap untuk memasuki Tanah Perjanjian: “Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu” (Ul. 4:1). Musa terus-menerus mengingatkan bangsa itu untuk taat melakukan perintah Allah (ay.1,2,5,6,9). Ia mengucapkannya dengan jelas, “Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu . . . supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri” (ay.5).

Lebih mudah mengucapkan niat untuk melakukan sesuatu daripada benar-benar melakukannya. Lebih mudah berbicara tentang kebenaran yang sebenarnya tidak kita terapkan sendiri. Mungkin saja kita lebih banyak berbicara daripada berbuat, karena kita lupa bahwa seluruh perintah Allah itu keluar dari hati-Nya yang mengasihi kita. —DCM

Tolong kami, Tuhan, untuk tidak hanya menjadi pendengar firman,
tetapi juga menjadi pelaku firman. Ajar kami untuk jujur
memahami siapa diri kami sesungguhnya. Kami mau berjalan
dalam jalan-jalan-Mu dan membimbing orang lain kepada-Mu.

Perbuatan kita harus sebanding dengan perkataan kita.

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

5 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!