Manusia Baru

Info

Oleh Patrick Fuad

Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. —Efesus 5:1-2

Lee Strobel tadinya adalah seorang jurnalis dan ahli hukum yang ateis. Sepanjang kehidupannya, ia berusaha untuk menjatuhkan kekristenan dengan mencari hal-hal yang bisa membuktikan bahwa iman Kristen itu tidak benar. Namun dalam pencariannya itu, ia justru menemukan kebenaran yang sejati dan Kristus pun mengubahkan hidupnya. Sekarang ia dipakai Tuhan dengan luar biasa dengan menjadi apologis (seorang yang membela iman Kristen).

Sahabatku, seorang yang percaya kepada Kristus tentu seharusnya menunjukkan identitasnya sebagai orang percaya itu melalui perilakunya. Ketika hidup seseorang diubahkan oleh Tuhan, ia sekarang menjadi manusia yang baru. Ini seperti perkataan rasul Paulus yang mengingatkan jemaat di Efesus bahwa sebagai anak-anak terang, mereka harus mencerminkan kehidupan sebagai manusia yang baru. Lebih dari itu, jemaat harus terus waspada terhadap setiap tantangan yang ada, baik tantangan yang berasal dari diri mereka sendiri (Ef. 5:3-4), maupun yang dari luar (ay.6-7).

Peringatan ini juga disampaikan kepada setiap kita sebagai orang-orang yang sudah diubahkan oleh darah Kristus, sang Anak Domba. Kita harus terus mewaspadai setiap tantangan zaman ini, baik yang berasal dari dalam ataupun dari luar diri kita. Apa saja?

  • Tantangan dari dalam diri kita mungkin berupa keinginan untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti sikap foya-foya, kecanduan pornografi, suka mencuri, pandai berbohong, mementingkan diri sendiri dan enggan mempedulikan orang lain.
  • Tantangan dari luar diri kita bisa berupa pergaulan yang buruk, tawaran untuk pergi “clubbing”, menggunakan narkoba, atau seks bebas.

Lalu, bagaimana donk caranya kita bisa terus hidup sebagai manusia baru? Efesus 5:1-2 menasihati kita untuk melihat betapa Yesus telah mengasihi kita dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Kita mau taat kepada Allah—menjadi penurut-penurut Allah—karena Kristus sudah terlebih dulu menunjukkan ketaatan-Nya kepada Bapa dalam kasih-Nya kepada kita.

Coba tanyakan pada diri kita sendiri, layakkah bila pengorbanan-Nya yang agung itu dikhianati oleh hidup kita yang sembarangan? Layakkah bila kasih yang indah itu dicemarkan oleh hidup kita yang terus berkubang dalam dosa? Sadarilah bahwa, “Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus” (1 Tes. 4:7).

Oleh karena itu, ayo kita dengar lagi kata firman Tuhan, “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan” (Ef. 5:15-17). Hidup dengan bijaksana, menggunakan waktu dengan baik, dan mengerti kehendak Tuhan—ini baru tandanya kita jadi manusia baru!

Soli Deo Gloria.

facebooktwittergoogle_plus

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Pena Kamu

1 Komentar Kamu

  • Saya bersyukur pada TUHAN YESUS karena saya masih menikmati hari baru ini, dimana TUHAN selalu mendegar doa serta permohonanku. YESUS anak ALLAH yang hidup selalu setia dengan kita karena YESUS tahu siapa kita.Kiranya yang membaca tulisan ini mendapat perlindungan serta berkat dari YESUS KRISTUS.

Bagikan Komentar Kamu!