Dwibahasa

Info

Jumat, 18 November 2011

Baca: Kisah Para Rasul 17:19-31

Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. —Kisah Para Rasul 17:28

Apakah mungkin—dalam suatu masyarakat yang tampaknya semakin acuh tak acuh terhadap Injil—kita menyampaikan Kabar Baik kepada orang-orang yang tidak seiman?

Satu cara untuk menjalin hubungan dengan orang-orang yang asing dengan hal-hal tentang Kristus adalah dengan menjadi “dwibahasa” secara budaya. Kita melakukan ini dengan berkomunikasi melalui cara-cara yang dapat dipahami orang dengan mudah. Sebagai contoh, mengetahui soal musik, film, olahraga dan acara televisi serta mendiskusikannya dapat bermanfaat untuk membuka kesempatan tersebut. Jika orang mendengar kita “berbicara dengan bahasa mereka”, tanpa bermaksud menyetujui atau menerima isi media atau peristiwa yang kita bicarakan, hal ini dapat membuka pintu kesempatan untuk menceritakan kabar baik dari Kristus yang tidak pernah lekang oleh waktu.

Paulus mencontohkan hal ini kepada kita dalam Kisah Para Rasul 17. Ketika mengunjungi Areopagus di Atena, ia berbicara kepada orang-orang dari budaya yang sepenuhnya sekuler dengan mengutip perkataan pujangga Yunani sebagai titik acuan untuk nilai-nilai rohani yang ingin disampaikannya. Paulus berkata, “Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga” (Kis. 17:28). Seperti Paulus berbicara kepada budaya itu dengan mengetahui apa yang mereka baca, kita pun dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi Injil kepada orang lain ketika kita menghubungkannya dengan hal-hal yang telah mereka kenal baik.

Apakah Anda berusaha memperkenalkan seorang tetangga atau rekan kerja Anda kepada Injil? Cobalah berbicara dwibahasa. —WEC

Agar didengar oleh sesamamu
Dan membuktikan kepedulianmu,
Gunakan istilah yang dimengertinya
Untuk menunjukkan Anda memahaminya. —Branon

Isi Alkitab haruslah diperkenalkan kepada dunia.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

4 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!