Ulasan Buku “Sorotan Iman”: Tomas, Si Peragu

Info

Ulasan Buku “Sorotan Iman” Bab 12, oleh Anita Trilestari

Mendengar nama Tomas, salah satu murid Yesus, yang ada di benak kita adalah sikap keraguannya pada kebangkitan Yesus.

Ia tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit, sebelum ia melihatnya sendiri. Sikap Tomas yang pesimis ini juga mengingatkanku akan keraguan yang pernah aku alami.

Aku sempat merasa ragu akan kekristenanku sendiri. Sering muncul pertanyaan pada diriku, “Siapa itu Tuhan? Apa Dia sungguh ada? Apa Alkitab itu benar-benar kisah nyata atau hanya sebuah karangan belaka?”, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang menggambarkan keraguan akan imanku.

Aku tinggal di lingkungan orang Kristen, dibesarkan di tengah keluarga Kristen dan bersekolah di sekolah milik yayasan Kristen. Tapi imanku tetap mengalami keraguan. Aku terus mencari dan mencari kebenaran. Sampai akhirnya aku ditegur melalui firman Tuhan, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yohanes 20:29). Firman yang benar-benar mengena di hatiku dan menghilangkan keraguanku.

Menjawab keraguanku tentang kekristenan, satu hal yang pasti: Jika Alkitab dan kekristenan adalah sebuah kebohongan atau karangan belaka, mengapa sampai ada orang yang rela menyerahkan nyawanya pada kekristenan (mati martir) dan mengapa banyak orang bisa diberkati dari cerita yang disatukan dari abad yang berbeda-beda menjadi sebuah Alkitab?

Sungguh sangat ajaib jika Alkitab adalah sebuah karangan, karangan yang ditulis seseorang dengan begitu detail. Namun yang pasti, Alkitab bukanlah karangan, melainkan kesaksian tertulis dari banyak orang yang mengalami berkat Tuhan. Dan itu berarti penulis Alkitab adalah Tuhan sendiri yang sungguh amat kreatif merencanakan kehidupan dari masing-masing kita secara pribadi.

“Yesus Kristus sudah menyelesaikan karya-Nya; Ia hanya meminta kita untuk mempercayai-Nya,” ungkap Bill Crowder.

Tomas juga menjadi percaya akan kebangkitan Yesus, dan ia menjadi murid pertama yang membawa Injil ke India, di mana ia akhirnya mati martir karena imannya.

Hal-hal yang diragukan Tomas sebelumnya, ia bela sampai akhir nyawanya. Tomas mengalami hidup baru yang lahir dari iman kepada Juruselamat yang hidup, sesuatu yang layak untuk dipertahankan sampai mati dan sesuatu yang layak untuk dijalani dalam kehidupan.

Aku mau menjadi Tomas yang terlepas dari keraguannya akan Juruselamat dan aku juga mau kalian yang mengalami keraguan iman juga terlepas dari keraguan itu. Karena firman-Nya adalah kebenaran yang hidup, bukan suatu karangan belaka.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Fitur, Pena Kamu, Sorotan Iman, Ulasan Buku

2 Komentar Kamu

  • Berkomentar tentang iman seseorang memang tidak mudah. Seperti tokoh Thomas banyak orang yg mengatakan peragu/penakut…tapi menurut aku Thomas bukanlah tipe yg seperti itu.Saya melihat Thomas addalah tokoh pemberani. ingat saat Yesus mau ke Yerusalem semua orang gentar tapi tidak dengan Thomas.

  • Dear James S.:The only thing that we have information on is the requirement to lock guns generally. One problem with even the locks that you ask about is that these reiqmreuents price poorer people out of the market for buying guns.

Bagikan Komentar Kamu!