Ulasan Lagu: My Heart Will Fly (MercyMe)

Info

Ulasan lagu oleh Daniel Gordon Ang

Dengar lagunya di sini:

Lagu “My Heart Will Fly” yang dinyanyikan oleh MercyMe ini menyentak kesadaranku segera setelah aku mendengarkannya. Bukan hanya memiliki lantunan dan lirik yang sangat baik, lagu ini juga mengandung pesan rohani yang berbicara kepada banyak di antara kita.

Dari bait pertama lagu ini, jelas bahwa isinya menyinggung tentang kesakitan dan penderitaan. Banyak dari pengalaman pahit yang kita alami dalam hidup ini sulit untuk kita pahami, dan ini dengan begitu jelas diungkapkan melalui lirik “Why this happened I cannot explain/Mengapa ini terjadi tak dapat kujelaskan”. Kita sering bertanya-tanya mengapa Allah tidak memberi “an easier way/jalan yang lebih mudah” bagi kita. Inilah yang kita permasalahkan dari penderitaan. Kita bertanya-tanya: Mengapakah Allah yang seharusnya baik, penuh kasih dan maha kuasa itu mengizinkan adanya penderitaan? Ada kalanya seruan kita serupa dengan seruan Ayub (30:26-27):

Tetapi, ketika aku mengharapkan yang baik, maka kejahatanlah yang datang;
ketika aku menantikan terang, maka kegelapanlah yang datang.
Batinku bergelora dan tak kunjung diam,
hari-hari kesengsaraan telah melanda diriku.

Sering kita diberitahu bahwa itu semua adalah bagian dari rencana Allah yang lebih besar. Namun, hal itu pun sulit untuk kita terima, seperti sang penulis lagu mengungkapkannya: “I cannot see the bigger picture taking place/Tak dapat kulihat makna semua yang terjadi”. Sampai di sini, lagu ini penuh dengan nada pesimis.

Namun ketika masuk ke bagian chorus, timbul suatu pesan penuh pengharapan: “My heart will fly, when I see You face to face/Hatiku akan bersorak, ketika memandangmu muka dengan muka.” Bagian ini dinyanyikan dalam suasana bermimpi, dengan paduan gema di latar dan alunan musik petik yang mendayu-dayu. Ada kesan suatu harapan sedang terbangun, namun belum jadi kenyataan sepenuhnya.

Ini terjadi kemudian, ketika musiknya berubah dan berbalik menjadi suatu interlude instrumental yang kuat dan menggebu-gebu, diikuti dengan bait berikutnya yang berseru, “On that day we’ll finally know as we are fully known/Pada hari itu ku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.” Ini jelas suatu harapan yang pasti akan masa datang, ketika di surga kelak kita akan mengetahui mengapa Allah mengizinkan kita melalui pengalaman pahit tersebut. Pemutarbalikan yang indah ini serupa dengan pernyataan indah penuh harap yang kita baca dari seruan Ayub mengenai penderitaannya (Ayb. 19:25-27):

Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.
Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah,
yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku;
mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain.
Hati sanubariku merana karena rindu.

Chorus berikutnya membawa suatu energi baru, seiring harapan yang diungkapkan dengan penuh kekuatan. Pada bridge, visi penuh harapan itu tiba pada puncaknya: “What appears as incomplete is still completely Yours/Apa yang terlihat tidak utuh tetaplah milik-Mu seutuhnya.” Ada penekanan pada “milik-Mu seutuhnya,” bukan semata-mata “milik-Mu”. Kini, melampaui apapun keraguan yang ada, kita meyakini bahwa Allah masih dan memang selama ini memegang kendali penuh. Dan pada akhirnya, ketika kita tiba pada kata-kata “And we’ll soar/Kita akan melayang,” seakan suara Bart Millard sang vokalis benar-benar melayang jauh, berpadu dengan iringan musik petik dan gitar elektrik yang semakin kencang. Setelah ini, chorus kembali diulang dengan sekuat tenaga, diakhiri sekali lagi dengan “melayang”.

Secara keseluruhan, penggunaan gambaran terbang melayang dalam lagu MercyMe ini berhasil membangkitkan suasana, apalagi didukung oleh permainan musik yang pas. Sampai akhirnya, mungkin penulis lagu (dan kita juga) tidak memahami sepenuhnya arti penderitaan. Namun, kita memiliki iman bahwa Allah “turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28). Dengan demikian, masalah dalam hidup ini diberikan suatu resolusi, bukan melalui serentetan doa memohon kekuatan atau kelepasan, tetapi melalui suatu iman yang sederhana dan terbuka pada firman Allah dan janji-janji-Nya.

Lirik: My Heart Will Fly

Why this happened i cannot explain
Why write the script with such heartache and pain
Could there not have been an easier way
Watching life through this glass so faded
I cannot see the bigger picture taking place
Oh to understand one day.

[chorus]
My heart will fly
When i finally see you face to face
And my tears will fly away, away.

It won’t be long until we all go home
With all things revealed
And on that day we’ll finally
Know oh, as we are fully known

[bridge]
And what appears as incomplete
Is still completely Yours
And one day we’ll see as we’ve been seen
And we’ll soar

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Fitur, Media Kamu, Musik, Musik Bagi Tuhanku

3 Komentar Kamu

  • Tatkala deretan doa yang dipanjatkan untuk satu permasalahan yang seolah-olah tak terpecahkan berbenturan dengan penantian … maka hal ini seringkali menimbulkan rasa sakit … Sesungguhnya setiap rasa sakit merangsang kekebalan terhadap rasa sakit itu. Hingga pada satu titik terjadi pembelajaran untuk tak merasa sakit. Mungkin semuanya itu dimaksudkan supaya tercapai kesamaan dengan Dia, “yang biasa menderita kesakitan, Yes. 53:3”. Dan akhirnya kita menjadi “The Man Without Pain”.

  • terkadang mungkin pergumulan kali ini mirip sama yg kemarin..mungkin kita belum berhasil dikatakan menang kemarin..Dia ALLAH yg setia,tidak akan membuat hidup kita percuma .kemenangan akan datang dengan sejuta cara yang tak terduga.kesabaran,ketekunan dalam doa skaligus iman yang terus dipelihara akan membuat hatimu bersorak sorai dasn melupakan kesedihan itu .
    GOD BLESS YOU ALL

  • KasihMu sungguh heran dan ajaib

Bagikan Komentar Kamu!