Memuji-Mu Di Tengah Badai Hidupku

Oleh fgh. Damanik

Saat ini aku sedang sangat kesakitan. Aku yakin, tidak ada orang yang ingin merasakan sakit. Seringkali, kebingungan datang di tengah kesakitan. Kita bertanya-tanya mengapa sesuatu terjadi seperti demikian. Mengapa kita tidak mengetahuinya lebih awal, agar kita lebih bersiap menghadapi badai yang datang?

“Tuhan, andai aku bisa melakukan sesuatu, punya kuasa atas keadaanku, untuk memperbaikinya, memulihkannya, mengembalikannya kembali. Tapi nyatanya aku tidak bisa. Aku hanya bisa punya pengharapan bahwa akhirnya Engkau yang akan membuat semuanya sempurna pada waktu-Mu. Keadaannya mungkin tidak akan kembali kepada keadaannya semula, tetapi yang pasti semuanya itu akan sempurna, karena Engkau sungguh Mahakuasa dan Mahatahu. Sekalipun jalan-jalan-Mu tak terjangkau pikiranku, aku tahu bahwa tiada yang mustahil bagi-Mu.”

“Aku telah melihat-Mu melepaskan yang lain. Engkau telah melakukan hal-hal besar bagi bangsa Israel dan bagi orang-orang yang Engkau kasihi. Dan aku tahu Engkau punya rencana yang agung bagiku. Bahkan, Engkau sedang mengerjakan sesuatu dalam diriku. Engkau tidak pernah menelantarkan pekerjaan-Mu dalam diriku. Semuanya akan diselesaikan sempurna pada waktu-Mu sendiri, pada waktu yang tepat.”

“Aku bersuka atas belas kasih-Mu dalam diriku, karena kasih setia-Mu selalu baru setiap pagi. Tak selamanya Engkau membiarkan diriku kesakitan. Aku meyakini apa yang dikatakan Rasul Paulus pada Roma 8:18, ‘Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.'”

Jika kamu sedang mengalami masa-masa yang sulit, kiranya tulisan ini membawa penghiburan dan kekuatan baru bagimu hari ini.

Bagikan Konten Ini
15 replies
  1. Nia
    Nia says:

    amien….he eh aq gi sakit ketika baca ini …..mang pertolongna Tuhan tu sellalu tepat pd waktunya yach…klo ga sakit BGT aq pasti dah lunch bareng temen2x out office nach karna sakit aq lunch di office aj sambil baca ini eh malah beri aq kekuatan hadapi sakit aneh ini.jengkelin bgt sakit disaat yg ga tepat coz nti sore mau ikuta Rabu Abu di greja.btw
    QUOTE——Dan aku tahu Engkau punya rencana yang agung bagiku. Bahkan, Engkau sedang mengerjakan sesuatu dalam diriku–_UNQUOTE—–Thansk yach,Gbu

  2. evylina
    evylina says:

    Ya,..memang benar, bahwa segalanya tak bisa kita kendalikan sendiri,..
    Ada Bapa yg bgitu baik dan jauh lebih mengerti diri kita dibandingkan diri kita sendiri,…

    Percayalah..Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita 😉

  3. steve
    steve says:

    Gue juga sedang merasakan hal yg sama, terkadang dalam pikiran sejahat itukah gue sama Tuhan sehingga harus mengalami kesakitan yg tak kunjung pulih sampai saat ini. Tetapi ketika g berserah pada Tuhan, pelan2 di ubah paradigma g, menjadi paradigmanya Tuhan terhadap diri g, disitu baru timbul keteguhan dlm iman dan pengharapan. Tuhan selalu baik, yg terpenting adalah bagaimana hidup kita semakin diperbaharui. Mungkin malah seperti Paulus, dalam kelemahanlah kita mlh dipakai menjadi saksi kristus yg dasyat, tapi bukan berarti juga Tuhan tidak sanggup memulihkan kita, seperti kejadiannya Ayub atau Daud. Gbus 🙂

  4. steve barnabas
    steve barnabas says:

    Gue juga sedang merasakan hal yg sama, terkadang dalam pikiran sejahat itukah gue sama Tuhan sehingga harus mengalami kesakitan yg tak kunjung pulih sampai saat ini. Tetapi ketika g berserah pada Tuhan, pelan2 di ubah paradigma g, menjadi paradigmanya Tuhan terhadap diri g, disitu baru timbul keteguhan dlm iman dan pengharapan. Tuhan selalu baik, yg terpenting adalah bagaimana hidup kita semakin di perbaharui. Mungkin malah seperti Paulus, dalam kelemahanlah kita mlh dipakai menjadi saksi kristus yg dasyat, tapi bukan berarti juga Tuhan tidak sanggup memulihkan kita, seperti kejadiannya Ayub atau Daud. Gbus 🙂

  5. steve barnabas
    steve barnabas says:

    Gue juga sedang merasakan hal yg sama, terkadang dalam pikiran gue, sejahat itukah gue sama Tuhan sehingga harus mengalami kesakitan yg tak kunjung pulih sampai saat ini. Tetapi ketika g berserah pada Tuhan, pelan2 di ubah paradigma g, menjadi paradigmanya Tuhan terhadap diri g, disitu baru timbul keteguhan dlm iman dan pengharapan. Tuhan selalu baik, yg terpenting adalah bagaimana hidup kita semakin di perbaharui. Mungkin malah seperti Paulus, dalam kelemahanlah kita mlh dipakai menjadi saksi kristus yg dasyat, tapi bukan berarti juga Tuhan tidak sanggup memulihkan kita, seperti kejadiannya Ayub atau Daud. Gbus 🙂

  6. meyli realita
    meyli realita says:

    wah ne benar2 menginspirasi bgt..
    Bwt setve,, semangat ya..
    Lu hrus kuat..
    Bapa gk akn beri pencobaan diluar kemampuan kt..
    Ok

    gbu all

  7. hana
    hana says:

    ada tamparan yang sangat terasa saat baca kisah ini….betapa seringnya ak bersungut2 ketika rasa sakit datang….tp tidak pernah terlintas pemikiran yang luar biasa “Dan aku tahu Engkau punya rencana yang agung bagiku. Bahkan, Engkau sedang mengerjakan sesuatu dalam diriku. Engkau tidak pernah menelantarkan pekerjaan-Mu dalam diriku. Semuanya akan diselesaikan sempurna pada waktu-Mu sendiri, pada waktu yang tepat”. kalimat ini akan menjadi kekuatan baru setiap kali ak merasakan sakit atas apapun…. GBU

  8. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Tuhan itu memang sangat baik bagi diriku yang telah kurasakan selama hidupku berlangsung sampai saat ini, salah satu hal yg terjadi dalam hidupku saat ini adalah ketika saya terkena serangan strook berat yang menyebabkan pecah pembuluh darah di otak sebelah kanan depan kepalaku, akibat pola hidupku yang sangat terlalu glamor, dokter memfonisku bahwa dari 90 persen orang yg terkena serangan strok berat semacam ini, umumnya telah meninggal dan tinggal 10 persen masih bisa ada kesempatan hidup, termasuk salah satunya saya ini, Puji Tuhan inilah yang menjadi pengucapan syukur saya dan rasa berterima kasih dan memuja-mujinya dalam kelangsungan hidupku saat ini untuk merindukan dapat melayaninya sepanyang hidupku yang diberikan Tuhan untukku, Haleluya, terpujilah Tuhan, Amin

  9. Santy
    Santy says:

    Trm ksh Tuhan Yesus, Engkau akan membuat segala sesuatu Indah pada waktunya… Ampuni & lindungi aku selalu ya Yesus ku, aminn

  10. Agust EK
    Agust EK says:

    Mungkin mujizat terbesar dari Tuhan bkn lah kesembuhan kt,tp saat kt dpt brdamai dgn rasa sakit kita dan merasakn kasih Tuhan yg cukup dan sllu dkat dlm hdup kt…
    Amin
    Stiap proses memerlukn pengorbanan,tp hasil akhir ny membw pemulihan&sukacita

    Kt tlh d tbus dan hrgny tlah lunas d byr
    Sdari,bhw hdup kt bkn lh milik kt lg
    Syukuri dgn ikhlas appun proses dlm hdup kt, krn hak kt akn tubuh ini sdh tdk ad lg,
    msh layak kh kt mengeluh?

  11. Dhanang Herlambang
    Dhanang Herlambang says:

    hanya dengan beriman kepada Tuhan, segala sakit tetap harus ditanggung tetapi kta lebih bsa sabar dan berpengharapan kpd Tuhan. hanya dengan mengingat kebaikan Tuhanlah kita dapat dihibur dan dikuatkan dan tetap berpenghrapan kpd Tuhan.

  12. Virdiani Pongtuluran
    Virdiani Pongtuluran says:

    Sebenarnya hal-hal yang tidak enak terjadi adalah waktunya kita mengingat penyertaan Tuhan. Karena sering kita lupa bersyukur saat sehat dan senang. Ketidaknyamanan jangan dijadikan hal kesialan tetapi ‘reminder’ bahwa hidup ini berproses dan harus berdampak. Berdampak tidak harus berupa uang dan hal bombastis tetapi cukup membuat orang-orang di sekitar kita senang akan keberadaan kita.

  13. MIKA
    MIKA says:

    Sangat terbantu dengan artikel ini, diingatkan kembali bahwa Tuhan punya rencana dalam hidup kita dan kita harus teguh dengan Tuhan dalam keadaan apapun

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *