Kata-Kata Yang Tepat

Info

Rabu, 20 Oktober 2010

Baca: 1 Korintus 2:1-9

Aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. —1 Korintus 2:1

Ketika masih anak-anak, saya mempelajari satu kata yang menyenangkan untuk dieja: antidisestablishmentarianism. Susah sekali diucapkan! Baru-baru ini saya meluangkan waktu untuk memahami artinya. Kamus mendefinisikannya sebagai “doktrin atau posisi politik yang menentang pembatalan surat izin negara tentang suatu gereja yang sah.” Definisinya hampir serumit istilahnya. Baik saya maupun teman-teman sekolah pada saat itu tidak memahami arti kata itu. Namun, mengucapkan kata sepanjang itu membuat saya terlihat seperti anak yang terpelajar.

Pada saat Rasul Paulus melayani jiwa demi jiwa, ia tidak berusaha untuk membuat mereka terkesan. Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus menuliskan: “Ketika aku datang kepadamu, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu” (1 Kor. 2:1). “Kata-kata yang indah” adalah terjemahan dari kata dalam bahasa Yunani yang berarti “kata-kata yang canggih” atau “ucapan yang dibesar-besarkan.” Ini berarti menggunakan kata-kata untuk meninggikan diri sendiri daripada untuk membangun orang lain. Paulus adalah seorang pakar berotak cemerlang yang menyampaikan pemahaman-pemahaman mendalam tentang Allah dalam Alkitab. Namun, ia tidak menggunakan bahasa yang tinggi untuk menonjolkan kelebihan dirinya.

Ketika kita bertumbuh dalam pemahaman kita tentang firman Allah, marilah kita mengikuti teladan Paulus dan menjaga diri dari keinginan untuk memamerkan pengetahuan demi kepentingan diri kita sendiri. Sebaliknya, marilah kita menggunakan kata-kata yang tepat dan cermat untuk membangun dan memberi semangat kepada orang lain. —HDF

Kata-kata yang kita ucapkan mungkin mengindikasikan
Hati yang dipenuhi dengan kesombongan;
Tetapi pengendalian diri yang saleh menunjukkan
Bahwa Roh-Nya bekerja di dalam diri kita. —Sper

Hikmat terlihat dari cara dan kapan kita bertutur kata,
bukan dari banyaknya kata yang kita kuasai.

Share

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

5 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!