30.06: Keyakinan dan Kesedihan

Info

Rabu, 30 Juni 2010

Baca: 2 Korintus 1:3-7

Di dalam tertawapun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan. —Amsal 14:13

Pada awal 1994, ketika keluarga kami mengetahui bahwa tim nasional Amerika Serikat akan bermain di Michigan, negara bagian tempat kelahiran saya, untuk suatu pertandingan Piala Dunia, kami langsung memutuskan untuk berangkat menyaksikannya.

Sungguh suatu pengalaman hebat menyaksikan tim AS menghadapi Swiss di stadion Pontiac Silverdome! Itu merupakan salah satu peristiwa paling luar biasa dalam kehidupan kami.

Hanya saja, ada satu masalah. Salah satu dari empat anak kami, Melissa yang berusia 9 tahun, tidak dapat ikut. Walaupun kami menikmati pertandingannya, tetaplah terasa tidak sama tanpa dirinya. Sekalipun kami senang ada di sana, kami merasa sedih karena ia tidak ada bersama dengan kami.

Saat saya melihat ke belakang pada hari itu, saya teringat bahwa kesedihan kami saat itu sedikit mirip dengan kesedihan kami kini setelah Melissa tidak lagi bersama kami selamanya, karena nyawanya terenggut dalam kecelakaan mobil 8 tahun setelah pertandingan itu. Walaupun kami menikmati pertolongan dari “Allah sumber segala penghiburan” (2 Kor. 1:3), penghiburan luar biasa itu tidak mengubah kenyataan adanya kursi yang kosong di tengah meja keluarga kami. Alkitab tidak mengatakan bahwa Allah akan menghapus segala kesedihan kita pada masa hidup ini, tetapi dinyatakannya bahwa Allah itu tetap setia dan Dia terus menghibur kita.

Jika Anda telah kehilangan seseorang yang Anda kasihi, bersandarlah sepenuhnya kepada penghiburan dari Allah. Teruslah mempercayai Dia. Namun, mengertilah bahwa tidak mengapa Anda merasa sedih atas kehilangan itu. Anggaplah itu sebagai satu alasan lagi untuk menyerahkan beban Anda kepada Bapa surgawi Anda yang penuh kasih. -Dave Branon

Tiada dukacita manusia di dunia yang tidak dirasakan oleh Bapa di surga.


Share

Artikel ini termasuk dalam kategori GOL PENENTU

2 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!