Ketelitian Berbahasa

Info

Sabtu, 12 Juni 2010

Baca: 2 Timotius 2:1-15

Hendaklah engkau berusaha sungguh-sungguh supaya diakui oleh Allah . . . mengajarkan dengan tepat ajaran-ajaran benar dari Allah. —2 Timotius 2:15 (BIS)

Problem kurang dimengertinya penggunaan tanda baca dapat menyebabkan kesalahan arti. Sebagai ilustrasi, seorang bos meminta anak buahnya, Tom, untuk membelikan roti ayam dan keju. Setelah menerima uang dari bosnya, Tom mencatat pesanan tersebut supaya tidak lupa. Tak lama kemudian, Tom menelepon dan berkata bahwa uang yang diberikan si bos tidak cukup. Bosnya heran karena ia memberikan uang yang lebih dari cukup. Saat Tom datang, bosnya langsung bertanya mengapa uangnya bisa kurang dan roti apa yang dibelinya. Si bos pun terkaget dan tidak dapat menahan tawanya saat melihat ada sebungkus roti tawar, seekor ayam, dan sekotak keju yang dibeli oleh Tom.

Masalah sebenarnya timbul karena permasalahan tanda koma. Tom salah mencatat pesanan bosnya: roti, ayam, keju. Seharusnya Tom tidak perlu membubuhkan tanda koma di kertas catatannya. Pembubuhan tanda koma menyebabkan kesalahan arti.

Masalah ketelitian berbahasa juga penting dalam pemahaman Alkitab. Paulus menjelaskan proses ini sebagai “mengajarkan dengan tepat ajaran-ajaran benar dari Allah” (2 Tim. 2:15 BIS). Frasa yang diterjemahkan menjadi “mengajarkan dengan tepat” dalam bahasa aslinya berarti pengrajin ahli yang memotong sesuatu secara lurus. Dalam konteks pemahaman Alkitab, frasa ini berarti menyediakan waktu untuk mempelajari Alkitab secara tekun dan cermat, sekaligus berdoa meminta bimbingan Roh Kudus. Ini berarti mengajarkan kebenaran dengan jelas dan tepat. Memahami dan mengajarkan kebenaran Allah secara akurat haruslah menjadi prioritas setiap orang percaya yang sungguh-sungguh. —HDF

Menerapkan firman kebenaran dengan tepat
Menuntut ketekunan dan perhatian;
Sediakan waktu untuk mempelajari firman
Dan kemudian nyatakanlah kebenaran itu. —Hess

Disiplinkan diri Anda untuk mempelajari Alkitab
dan terapkan Alkitab dalam diri Anda.


Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

1 Komentar Kamu

  • Bapa di sorga telah mengatur rencana keselamatan manusia dengan teliti, maka kita juga harus menyebarkan kabar keselamatan tersebut dengan teliti 🙂

Bagikan Komentar Kamu!