Kesalahan Kita Dihapuskan

Kesalahan Kita Dihapuskan

Info

Published: August 23, 2017

Posted in: Santapan Rohani, SaTe Kamu

SANTAPAN ROHANI
Rabu, 23 Agustus 2017

Baca: Mazmur 32:1-11

Saat remaja, saya mengajak teman untuk menemani ke toko suvenir di dekat rumah. Ia mengagetkan saya dengan menjejalkan segenggam jepit rambut warna-warni ke saku celana saya dan menarik saya keluar tanpa membayar.

Lanjut baca...
20
Siap Dituai

Siap Dituai

Info

Published: August 22, 2017

Posted in: Santapan Rohani, SaTe Kamu

SANTAPAN ROHANI
Selasa, 22 Agustus 2017

Baca: Yohanes 4:35-38

Di penghujung musim panas, kami berjalan-jalan di New Forest, Inggris. Dengan gembira, kami memetik buah beri hitam yang tumbuh di alam liar sambil melihat beberapa kuda bermain di sekitar kami.

Lanjut baca...
22
Diamlah

Diamlah

Info

Published: August 21, 2017

Posted in: Santapan Rohani, SaTe Kamu

SANTAPAN ROHANI
Senin, 21 Agustus 2017

Baca: Mazmur 46:1-12

“Kita telah menciptakan lebih banyak informasi yang pernah ada dalam 5 tahun terakhir daripada yang ada di sepanjang sejarah manusia, dan informasi itu tidak henti-hentinya kita terima”

Lanjut baca...
26
Perubahan

Perubahan

Info

Published: August 20, 2017

Posted in: Santapan Rohani, SaTe Kamu

SANTAPAN ROHANI
Minggu, 20 Agustus 2017

Baca: Ester 8:11-17

Ketika sang pendeta berkhotbah pada pemakaman seorang veteran perang yang lanjut usia, ia membahas tentang di mana kemungkinan almarhum berada. Namun, bukannya menjelaskan bagaimana orang dapat mengenal Allah,

Lanjut baca...
21
Dukacita Menjadi Sukacita

Dukacita Menjadi Sukacita

Info

Published: August 19, 2017

Posted in: Santapan Rohani, SaTe Kamu

SANTAPAN ROHANI
Sabtu, 19 Agustus 2017

Baca: Yohanes 16:16-22

Kandungan Kelly mengalami komplikasi, dan para dokter menjadi khawatir. Karena lamanya proses persalinan, dokter memutuskan untuk melakukan operasi sesar. Meski menyakitkan, Kelly segera melupakan rasa sakit itu ketika ia menggendong putranya yang baru lahir.

Lanjut baca...
33
Ketika Malam Tirakatan Mengajariku Cara untuk Mencintai Indonesia

Ketika Malam Tirakatan Mengajariku Cara untuk Mencintai Indonesia

Info

Published: August 18, 2017

Posted in: 08 - Agustus 2017: Impian, Artikel, Kesaksian, Pena Kamu, Tema, Tema 2017

Oleh Olyvia Hulda, Sidoarjo.

Satu hari menjelang peringatan hari kemerdekaan, lingkungan tempat tinggalku selalu mengadakan acara tirakatan—sebuah acara untuk merenungkan dan merefleksikan kembali makna kemerdekaan Indonesia. Di acara malam tirakatan, seluruh warga, tak peduli apapun latar belakangnya bersatu padu mensyukuri dan merayakan kemerdekaan Indonesia.

Lanjut baca...
1
Orisinal

Orisinal

Info

Published: August 18, 2017

Posted in: Santapan Rohani, SaTe Kamu

SANTAPAN ROHANI
Jumat, 18 Agustus 2017

Baca: Mazmur 100

Setiap dari kita adalah karya orisinal Allah. Tidak ada laki-laki atau perempuan yang menciptakan diri mereka sendiri. Tidak ada orang yang dengan sendirinya memiliki bakat, ketenaran, atau kepintaran.

Lanjut baca...
21
Janji Kedamaian

Janji Kedamaian

Info

Published: August 17, 2017

Posted in: Santapan Rohani, SaTe Kamu

SANTAPAN ROHANI
Kamis, 17 Agustus 2017

Baca: Mikha 4:1-5

Enam puluh lima juta jiwa. Itulah jumlah pengungsi di dunia kita saat ini—orang yang harus meninggalkan tempat tinggal mereka karena konflik dan penganiayaan—dan itu jumlah tertinggi yang pernah ada dalam sejarah.

Lanjut baca...
25
1 Perjalanan yang Menginspirasiku untuk Berkarya bagi Indonesia

1 Perjalanan yang Menginspirasiku untuk Berkarya bagi Indonesia

Info

Published: August 16, 2017

Posted in: 08 - Agustus 2017: Impian, Artikel, Kesaksian, Pena Kamu, Tema, Tema 2017

Oleh Claudya Tio Elleossa, Surabaya.

Suatu ketika, tatkala aku sedang menjelajah media sosialku, ada seorang teman yang mengungkapkan kekecewaannya dengan mengumbar kritik-kritik tak sedap. Nama “Indonesia” pun dia pelesetkan dengan ejaan yang salah. Ketika kutanya mengapa, dia berkata bahwa kritikan pedas itu adalah satu-satunya cara berkontribusi bagi negeri ini. Jawaban itu kemudian membuatku terdiam tak habis pikir. Jika memang kita “hanya bisa bersuara”, mengapa tidak kita berikan saran dan bukan kecaman?

Lanjut baca...
4